Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Asistenku adalah istriku


__ADS_3

Dari lorong berlawanan, tampak Angga berlari-lari kecil menghampiri Jelita dan Kakeknya. Jelita seketika menghela nafas lega karena akhirnya Angga kembali dan tugasnya untuk menemani Kakek Jaya akan segera selesai. Setelah ini dia ingin mencuci wajahnya agar jauh lebih segar lagi.


" Kakek , kenapa datang kemari mendadak seperti ini ? Kenapa tidak mengabariku lebih awal ? " ujar Angga dengan nafas terengah-engah. Angga selama ini belum mengetahui permasalahan ibunya dengan kakeknya. Yuni sengaja ingin menceritakan semuanya ketika Angga telah pulang dari berbulan madu. Namun sayangnya Kakek Jaya yang duluan bertemu dengan Angga.


" Aku datang kemari hanya ingin melihat para karyawanmu bekerja. Ternyata kau memiliki seorang asisten yang cerewet . Kupikir kau tidak akan tahan bersamanya," ujar Kakek Jaya dengan santai.


" Tapi dia sangat cantik dan juga baik hati. Tadi asistenmu berkali-kali memijat punggung dan kaki Kakek hingga sekarang tubuh Kakek terasa segar. Dia wanita yang sangat perhatian," ucap Kakek Jaya lagi yang sesekali menatap Jelita.


Mata Jelita membulat sempurna begitu dia mendengar Angga memanggil Kakek Jaya dengan sebutan Kakek. Ada apa ini ? Kenapa mereka terlihat sangat akrab dan memiliki hubungan kekeluargaan ? Apakah dia adalah Kakeknya Angga yang terkenal menyebalkan dan pemarah ? Tubuh Jelita seketika langsung gemetar. Dia takut ada kata-katanya yang menyinggung perasaan Kakek Jaya , tapi sayang sekali dia tidak mengingatnya.


Keringat dingin mulai membasahi dahi Jelita. Ada keinginan untuk kabur dari sana dan meninggalkan mereka , tapi dia tidak ingin Kakek Jaya menganggapnya sebagai wanita yang tidak sopan. Bagaimana jika nanti Kakek Jaya tidak menyukainya setelah mengetahui kalau dia adalah istri Angga ?


Angga memandang Jelita sepersekian detik sambil menghela nafas panjang , menatapnya dengan tatapan rumit meski hanya beberapa saat.


" Kakek, kenalkan dia adalah asisten pribadiku namanya Jelita ," ujar Angga.

__ADS_1


" Aku sudah tahu , tadi dia juga sudah memperkenalkan diri. Apakah kriteria bawahanmu adalah wanita yang agak cerewet sekarang ? Dia bahkan tidak tahu kalau aku adalah Kakekmu. Tapi beruntung sekali dia adalah gadis yang baik hati dan juga sangat perhatian," ucap Kakek Jaya sambil memandang Jelita dengan tersenyum.


" Maklum saja , selama ini dia belum pernah bertemu denganmu. Dia juga baru beberapa bulan ada di kantorku ini." Tidak tahu apa yang telah terjadi sebelumnya , Angga tetap ingin menjelaskan kalau Jelita adalah wanita yang baik. Walaupun sebenarnya sang Kakek tak menyukai istrinya, tapi dia akan berusaha menunjukkan kalau Jelita adalah wanita yang baik . Selama ini almarhum Nenek Dewi selalu mengotori pikiran Kakek Jaya dengan mengatakan kalau istrinya adalah wanita yang jahat dan suka selingkuh. Nenek Dewi selama ini tak pernah menceritakan hal-hal baik tentang Jelita. Karena itu Kakek Jaya jadi membenci istrinya.


Jelita menepuk dahinya pelan, merutuki kebodohannya karena tidak mencari tahu terlebih dahulu siapa Kakek Jaya sebenarnya.


" Maaf , Kakek . Aku sama sekali tidak tahu . Aku pikir Kakek kemari karena urusan pekerjaan ," ucap Jelita dengan kepala tertunduk tanpa berani menegakkan kepalanya. Nyalinya raib tak tersisa untuk sekedar beradu tatap lagi dengan Kakek Jaya.


" Jelita , kau bisa istirahat sekarang. Biar aku yang menemani Kakek," terang Angga seraya menepuk pundak sang istri untuk menenangkannya. Ini salahnya karena tidak memberitahu wanita itu sejak awal.


" Kalau begitu ayo kita kembali ke ruanganku,"ajak Angga .


\=\=\=\=≈\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jelita hanya duduk di kursinya sambil melebarkan indra pendengarannya agar dia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

__ADS_1


" Semoga saja aku tadi tak salah bicara. Habislah diriku kalau Kakek Jaya semakin tidak menyukaiku," ujar Jelita. Perlu diakui, ada rasa khawatir yang menyelinap di benaknya, namun dia tak ingin menunjukkan rasa khawatirnya dengan jelas.


" Angga , kalau Kakek lihat asistenmu itu sangat cantik dan juga baik. Kamu sangat cocok memiliki istri seperti gadis itu daripada putrinya si Tio itu," terang Kakek Jaya seraya menatap Angga. Kakek Jaya berusaha membangga-banggakan Jelita di depan Angga. Dia ingin sekali cucunya memiliki istri seperti Jelita. Hatinya sangat baik dan wajahnya pun bagaikan seorang bidadari. Angga yang mendengarnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Jika dia memberitahu kalau asistennya adalah istrinya sendiri apakah kakeknya akan tetap menyukai Jelita ? Atau malah sebaliknya ?


" Bukankah selama ini Kakek tak pernah menyukai asistenku ? Selama ini Kakek selalu mengatakan tak menyukai wanita itu," ujar Angga seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia jadi tak sabar ingin melihat reaksi kakeknya kalau dia tahu asisten itu adalah istrinya sendiri.


"Memangnya kapan Kakek mengatakan hal seperti itu ? Kakek saja baru bertemu dengan asistenmu hari ini. Kau ini memang ada-ada saja," ucap Kakek Jaya dengan raut wajah bingung. Dia tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Angga.


" Kakek, apa Kakek tak tahu kalau asistenku adalah istriku sendiri ? Aku yakin almarhum Nenek Dewi sudah menceritakannya pada Kakek," kata Angga seraya menatap raut wajah Kakeknya.


" A_apa ? " ujar Kakek Jaya dengan raut wajah yang sangat terkejut. Almarhum istrinya tak pernah menceritakan kalau istri Angga bekerja di perusahaan suaminya sendiri.


" Kau pasti bercanda kan ? Nenekmu mengatakan kalau istrimu tidak pernah mau bekerja. Dia sepanjang hari hanya di rumah dan menghabiskan uang suaminya. Nenekmu mengatakan kalau istrimu sangat manja. Dia sama sekali tak bisa mengerjakan apapun. Nenekmu juga mengatakan kalau istrinya sangat jelek . Memiliki kulit hitam, gendut dan juga wajah berjerawat. Sangat berbeda dengan asistenmu. Dia memiliki tubuh yang sangat tinggi, dan kulit putih bagaikan seorang bule. Wajahnya juga sangat cantik dan mulus. Tidak hanya wajahnya tapi hatinya juga baik . Aku yakin kau pasti berbohong padaku," ujar Kakek Jaya. Selama ini dia hanya mendengar dari almarhum istrinya kalau Jelita sangatlah jahat sekali. Semenjak itu dia jadi malas bertemu dengan istri dari cucunya. Kalau Angga bicara benar, itu artinya selama ini almarhum istrinya telah berbohong pada dirinya. Lalu untuk apa almarhum istrinya melakukan hal itu ?


" Tapi aku bicara jujur, Kek. Dia adalah Jelita. Dia adalah gadis yang selama ini di benci oleh almarhum Nenek. Almarhum Nenek sangat membenci Jelita karena dia ingin aku menikah dengan pilihannya sendiri yaitu dengan gadis yang bernama Vina. Tapi aku sendiri tak mencintai Vina, aku juga tak bisa menyentuh gadis lain selain istriku sendiri. Tapi Nenek tetap memaksa keinginannya tersebut. Nenek melakukan hal itu karena mengira Jelita adalah gadis miskin. Tapi sekarang istriku itu bukan wanita miskin. Perusahaan Tio ada di mana-mana , kekayaannya juga sangat banyak. Bahkan kalau dia ingin balas dendam pada kita, dia dengan gampang bisa menghancurkan perusahaan kita. Tapi dia tak melakukan hal itu. Malahan dia memperlakukanku dengan baik. Dia tak pernah membedakan anak dan menantunya. Bahkan saat aku dan istriku berbulan madu , Papa Tio dan William yang mengurus perusahaanku. Jujur aku begitu marah pada keluargaku sendiri karena selama ini selalu memperlakukan Jelita dengan buruk. Padahal mereka tak pernah membedakan orang miskin dan orang kaya. Bagi mereka semuanya sama. Bahkan Papa Tio sering makan bersama dengan para pembantunya. Itu yang membuatku nyaman berada di rumah Papa Tio. Tidak seperti keluarga kita yang selalu membedakan-bedakan seseorang," tutur Angga yang langsung membuat Kakek Jaya diam membeku.

__ADS_1


" Sepertinya ada yang salah. Yang diucapkan oleh Angga sangat berbeda dengan yang diucapkan almarhum oleh Dewi. Aku harus menyelidiki semuanya," gumam Kakek Jaya di hatinya.


__ADS_2