
Seperti biasa Jelita dan Angga sibuk di kantor. Hari ini Angga akan ada rapat penting . Setelah itu dia akan keluar untuk mengecek proyek yang sedang di bangun.
" Sayang, kau tahu tidak calon suami Mila sangat kaya , dan bahkan kekayaannya dua kali lipat dari kekayaan yang aku miliki . Apa kau tak iri pada adikmu itu ? " tanya Angga seraya melirik ke arah istrinya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Mendengar pertanyaan seperti itu, Jelita menghentikan pekerjaannya sambil menatap sang suami dengan raut wajah yang kesal."Pertanyaanmu itu membuatku kesal saja. Apa kau pikir aku menikah denganmu karena kau kaya ? Jujur aku sama sekali tidak pernah memandang kekayaanmu itu. Walaupun kau miskin aku tetap akan bersamamu jika kau tulus padaku," terang Jelita dengan wajah cemberut.
" Maaf , sayang. Aku hanya bercanda. Aku tahu kau bukan gadis seperti itu. Tapi aku merasa bingung dengan calon suami Mila yang namanya Tio," ucap Angga sembari berpikir.
" Bingung ? Memang ada apa dengannya ? " tanya Jelita seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Pak Tio ini tidak hanya kaya . Saat di kantor polisi dia juga sangat di hormati. Ternyata setelah aku selidiki beliau adalah mantan seorang Jendral TNI. Beliau pensiun di usia empat puluh tahun karena ingin mengurus perusahaannya."
" Lalu apa masalahnya kalau dia mantan seorang Jendral ? Dan untuk apa juga kau menyelidiki orang itu ? " tanya Jelita semakin bingung.
" Aku hanya tidak mengerti dengan pria itu. Dia sebenarnya gampang mengeluarkan Mila. Contohnya dengan membuat perusahaanku bangkrut agar aku mencabut laporanku, tapi dia tidak melakukan hal itu. Dia malah membuat surat perjanjian yang isinya sangat memgejutkanku," tutur Angga sembari bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Jelita.
" Coba kau baca surat perjanjiannya. Surat perjanjian ini di buat oleh dia sendiri," kata Angga sembari memberikan surat perjanjian yang kemarin di buat oleh Tio sendiri.
Jelita membaca surat perjanjian itu dengan mata membulat.
" Dia menjadikan hartanya sebagai jaminan. Kalau Mila menggangguku , maka setengah atau seluruh hartanya akan di berikan padaku. Kenapa dia begitu mudah membuat surat perjanjian seperti ini ? " ujar Jelita tidak mengerti.
" Aku juga merasa bingung. Kalau dia mencintai Mila, seharusmya dia menggunakan cara lain, karena yang aku tahu Mila hanya mencintai pria kaya. Kalau dia menggunakan cara seperti ini bukankah sama saja dia akan kehilangan semua harta yang dia miliki ? " tanya Angga sembari mengosok dagunya.
__ADS_1
" Jangan-jangan dia memiliki rencana jahat di balik surat perjanjian ini ? " ujar Jelita dengan mata membulat. Dia sangat yakin kalau calon suami Mila memiliki rencana jahat. Tidak mungkin dia dengan mudah memberikan semua hartanya. Entah apa yang sedang di rencanakan oleh mereka saat ini , membuat Jelita tidak tenang.
" Kau memang benar. Seharusnya aku tidak setuju dengan surat perjanjian ini. Sepertinya kita harus berhati-hati," balas Angga dengan cemas.
Tiba- tiba pintu ruangannya di ketuk dari luar. Dan ternyata Alex yang datang .
" Maaf ,Nona. Ada yang datang mencari Anda. Dan saat ini orang itu menunggu di luar," terang Alex sembari menatap Jelita.
Jelita mendongakkan kepalanya menatap Alex, dan begitu juga dengan Angga, " Siapa yang mencariku ? " tanya Jelita dengan raut wajah penasaran. Apakah yang mencarinya adalah Lili ? Tapi kenapa sahabatnya tidak menghubunginya terlebih dahulu ?
" Aku lupa menanyakan namanya. Tapi kalau di lihat dari wajahnya sepertinya dia adalah Papa Nona ," ucap Alex menjelaskan
" Pak Andi ? Untuk apa dia datang kemari ? " gumam Angga merasa bingung. Dia bingung kenapa tiba-tiba Pak Andi datang ke kantornya.
" Kalau begitu suruh dia masuk ," perintah Angga sembari menatap Alex
" Baik,Tuan," sahut Alex yang kemudian berjalan keluar.
Tak berselang lama Alex datang dengan seorang pria yang tidak Jelita kenal sama sekali. Jelita merasa bingung kenapa Alex malah membawa seorang pria asing. Lalu di mana Papanya ?
" Alex , kemari sebentar ," panggil Jelita.
" Ada apa ,Nona ? " tanya Alex
__ADS_1
" Kau bilang Papaku datang mencariku. Lalu di mana dia sekarang ? Kenapa malah membawa pria asing ? " bisik Jelita dengan suara pelan.
" Yang mencari Nona adalah orang ini . Apakah dia bukan Papa Nona ? " tanya Alex berbisik. Dia tidak tahu bagaimana wajah Papa Jelita, dan karena wajah pria ini sedikit mirib dengan istri bosnya , makanya dia sangat yakin kalau pria ini adalah Papa Jelita. Tapi ternyata dia salah.
" Hah ? Dia ? Aku kira yang datang beneran Papa," gumam Jelita di dalam hatinya sembari menghela nafas pelan.
" Pantas saja Alex mengira dia Papaku, ternyata wajahnya sedikit mirib denganku," pikir Jelita. Dia lalu menghampiri tamunya dan mempersilahkan orang itu duduk .
Sedangkan Angga masih diam di tempat duduknya sambil menatap Tio. Setelah mendengar ucapan Alex yang mengira Tio adalah Papa Jelita, Angga terus memperhatikan wajah Tio dan Jelita secara bergantian. Dia baru sadar ternyata wajah Tio sedikit mirib dengan istrinya. Kenapa kemarin dia tidak menyadari hal ini ? Warna rambut , kulit dan mata mereka sama. Mereka berdua juga sama-sama memiliki lesung pipi. Di pergelangan tangan Jelita terdapat tahi lalat , dan di pergelangan tangan Tio juga ada. Apakah ini hanya kebetulan saja ? Karena di dunia ini pasti ada yang wajahnya mirib dengan kita.
" Sayang, dia yang namanya Pak Tio," kata Angga memperkenalkan Tio . Dari tadi Tio hanya diam saja sambil menatap istrinya. Jelita langsung memperkenalkan dirinya pada Tio.
" Jangan-jangan dia jatuh cinta pada istriku," pikir Angga merasa takut
" Aku datang kesini ingin minta maaf karena kemarin Mila telah mengganggumu lagi. Dan sebagai gantinya kau boleh memiliki hartaku," terang Tio sembari menatap Jelita.
" Maaf, Pak . Kami tidak bisa menerimanya. Walaupun Anda sudah membuat surat perjanjian seperti itu , tapi kami bukanlah orang yang setega itu mengambil milik orang lain. Kami akan mengambilnya jika Mila sampai melukai Jelita," kata Angga
" Yang di katakan oleh suamiku benar,Pak . Saat ini aku hanya ingin minta tolong padamu, tolong jangan biarkan Mila menganggu hidupku . Aku hanya ingin hidup tenang," sahut Jelita
" Kau memang gadis yang sangat baik. Kau tenang saja, aku akan berusaha mengawasi Mila agar tidak mengganggumu. Karena kalian tidak mau menerima hartaku , maka sebagai tanda maafku , aku ingin mengundang kalian makan malam di rumahku. Bagaimana ? " tanya Tio sembari menatap Angga dan Jelita secara bergantian.
Angga dan Jelita diam dan saling berpandangan. Mereka bingung harus menjawab apa. Kalau menerima undangan itu, mereka takut bertemu Mila.
__ADS_1
" Kalian tenang saja, aku tidak akan mengajak Mila," sahut Tio yang sepertinya mengerti apa yang di pikirkan oleh Angga dan Jelita.