
" Pa , bukankah itu William ? " tanya Kayra seraya menatap kearah William yang sedang duduk tidak jauh dengan tempatnya berdiri. Pandangan mata Kayra kemudian tertuju ke arah seorang wanita yang sedang hamil besar. William sedang mengusap perut wanita itu dengan lembut. Dia juga mendekatkan kepalanya ke perut wanita itu. Siapa wanita itu ? Dan apa hubungan wanita itu dengan William ?
" Iya , kau memang benar. Dia memang William putranya Tio," sahut Handoko dengan raut wajah tanpa ekspresi.
" Bukankah William belum menikah ? Lalu siapa wanita yang saat ini bersama dengan William ? " tanya Kayra seraya menaikkan alisnya. Raut wajahnya terlihat sangat bingung melihat wanita itu.
" Papa juga tidak tahu, tapi sepertinya dia adalah istri William. Papa yakin William pasti diam-diam telah menikah di belakang Papanya. Dan sepertinya Tio tak merestui hubungan mereka," terang Handoko seraya tersenyum licik. Kali ini dia akan mengancam William agar bersedia menikah dengan Kayra. Dia sangat yakin William pasti tak akan menolak keinginannya.
" Kalau begitu ayo kita hampiri mereka. Aku jadi tak sabar ingin melihat reaksi William setelah melihat kita. Aku yakin dia pasti sangat terkejut dan ketakutan," sahut Kayra seraya tersenyum ke arah Papanya.
Handoko dan Kayra lalu berjalan ke arah William dan Jelita yang saat ini sedang asyik mengobrol. Mereka berdiri tepat di depan William dan Jelita duduk, tapi ekspresi wajah William terlihat biasa-biasa saja. Sedangkan ekspresi wajah Jelita terlihat bingung menatap mereka.
William sama sekali tak memperdulikan mereka hingga membuat Handoko dan Kayra terlihat kesal dan marah.
" Kak , apa kau mengenal mereka ? " tanya Jelita berbisik ke telinga William.
William lalu mengeluarkan ponselnya dan membalas ucapan Jelita dengan menulis di ponselnya karena takut Handoko dan Kayra mendengarnya.
π±" Ya , aku memang pernah bertemu dengan mereka . Nanti aku ceritain siapa mereka. Lebih baik kita pura-pura tak mengenal mereka ," tulis William yang langsung mengarahkan ponselnya ke arah Jelita.
" William ,lebih baik tidak usah pura-pura tak mengenal kami. Aku sudah tahu kalau kau adalah William putranya Tio," ucap Handoko seraya berkacak pinggang.
" Baguslah kalau kalian tahu aku siapa," sahut William dengan ketus. Dia begitu malas berurusan dengan orang seperti mereka.
__ADS_1
" Siapa wanita ini ? Aku yakin dia pasti istrimu. Pasti selama ini kau diam-diam menikah di belakang Papamu. Pantas saja kemarin kau tak mau menikah dengan putriku. Kira-kira apa yang terjadi kalau Papamu sampai tahu kalau kau telah menikah di belakangnya ? Aku sangat yakin Papamu pasti akan langsung murka denganmu, " ujar Handoko seraya menatap kearah Jelita.
" Kalau begitu kau beritahu saja Papaku. Aku sama sekali tak takut dengan ancamanmu ," tantang William seraya tersenyum menyeringai.
" Kurang ajar , kenapa dia tak takut dengan ancamanku ? " pikir Handoko seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Kalau begitu beritahu saja Om Tio , Pa," ucap Kayra seraya menatap Jelita dari atas ke bawah.
" Dasar wanita murahan. Asal kau tahu William ini adalah calon suamiku, jadi lebih baik kau jauhi calon suamiku," ujar Kayra seraya menatap Jelita dengan tajam.
PLAK !
William menampar wajah Kayra dengan cukup keras. Dia tak suka mendengar ucapan Kayra yang menyebutnya sebagai calon suaminya , karena dia dan Kayra sama sekali tak ada hubungan apapun.
" Kita sama sekali tak memiliki hubungan apapun. Bahkan kemarin kau sendiri yang tak mau menikah denganku. Kau juga kemarin menghinaku, tapi sekarang kau malah mengatakan kalau aku adalah calon suamimu. Padahal sudah jelas-jelas kalau perjodohan kita sudah di batalkan. Kalau sekali lagi kau mengatakan kalau aku adalah calon suamimu maka aku tak akan segan-segan membuatmu menjadi gelandangan," ancam William seraya menarik kerah baju Kayra lalu mendorongnya hingga terjatuh ke lantai.
" Orang seperti kalian memang pantas di perlakukan seperti itu," balas William lagi dengan raut wajah yang merah padam.
" Awas saja kau ! Aku pastikan kau akan menyesal melakukan ini pada putriku," kata Handoko seraya membantu Kayra berdiri.
Mereka lalu pergi meninggal William dan Jelita dengan hati yang sangat marah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Di restoran
Setelah selesai meeting dan makan siang , Angga dan Tio membahas mengenai rencananya untuk menjodohkan William dan Alessia.
" Kalau William setuju maka Papa juga akan setuju. Kalau begitu kapan Papa bisa menemui orang tua gadis itu ? " tanya Tio seraya menatap menantunya.
" Mama bilang besok saja datang ke sana, karena sekarang Alessia sedang berkunjung ke rumah kakek dan neneknya," terang Angga dengan sopan.
" Baiklah , kalau begitu besok kita kesana. Papa sudah tak sabar ingin melihat William menikah," sahut Tio dengan mulut melengkung membentuk senyuman. Dia akan merasa sangat bahagia jika melihat anak-anaknya hidup bahagia bersama dengan pasangan hidup mereka.
Tiba-tiba ponsel Tio berbunyi berkali-kali. Tio mengerutkan keningnya kala membaca nama Handoko di layar ponselnya. Dengan malas Tio pun menjawab panggilan telepon itu.
π" Untuk apa lagi Anda menghubungi saya ? " tanya Tio pada orang yang ada di seberang telepon.
π" Maaf Tuan , saya menghubungi Anda karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada Anda," terang Handoko.
π " Hal penting ? Memangnya hal penting apa yang ingin kau sampaikan padaku ? Lebih baik cepat katakan karena aku lagi sibuk ," kata Tio
π " Tuan Tio , aku melihat putramu sedang bersama dengan seorang wanita hamil di rumah sakit. Mereka juga terlihat sangat dekat sekali. Aku yakin putramu pasti telah diam-diam menikah di belakangmu . Oh iya, aku juga sudah mengirim foto William dengan gadis itu agar Anda percaya dengan ucapanku. Lebih baik Anda lihat dulu foto yang aku kirim," ucap Handoko seraya tersenyum.
" Apakah benar yang di ucapkan oleh Handoko ? Tapi aku sangat mengenal William, dia bukan pria yang seperti itu. Atau jangan-jangan wanita yang di maksud oleh Handoko adalah Jelita ? Karena tadi Angga bilang kalau Jelita sekarang ini pergi ke rumah sakit bersama William. Lalu bagaimana kalau ternyata wanita itu bukan Jelita ? " pikir Tio. Dia lalu membuka foto yang di kirimkan oleh Handoko. Tio menghela nafas dengan pelan setelah membuka foto yang dikirim oleh Handoko. Ternyata dugaannya memang benar, wanita yang di maksud oleh Handoko adalah putrinya sendiri.
π" Tuan Tio , apakah Anda masih di sana ? Apakah Anda sudah melihat foto yang saya kirimkan ? " tanya Handoko dari sebrang telepon. Dia sangat yakin kalau Tio pasti sangat syok melihat William bersama seorang wanita hamil.
__ADS_1
π" Ya aku sudah melihatnya. Jujur aku merasa menyesal telah mengenalmu. Kau bahkan tak tahu anggota keluargaku. Asal kau tahu , wanita hamil itu adalah adiknya William . Dia adalah saudara kembar William. Seharusnya sebelum kau mengatakan sesuatu yang aneh-aneh lebih baik cari tahu dulu tentang keluarga kami. Mulai sekarang tolong jangan menghubungiku lagi. Awas saja kalau kau berani mengganggu keluargaku ," ancam Tio yang langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.
" Dia memang bodoh , bahkan dia tak tahu anggota keluargaku," gerutu Tio dengan raut wajah kesal. Dia benar-benar menyesal mengenal pria seperti Handoko .