Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Efek obat perangsang


__ADS_3

" Calon suamiku menggodamu ? " Jelita menyeringai dengan sebelah bibirnya tertarik ke atas. Dia sama sekali tidak percaya kalau Angga menggoda adiknya itu. Karena yang dia tahu Angga tidak bisa menyentuh wanita lain selain dirinya. Dan dia sudah mendengarnya secara langsung dari dokter yang memeriksa Angga.


" Benar, coba saja periksa dia. Dia bahkan dengan sengaja memberiku obat perangsang,beruntung aku tidak meminumnya," ungkap Mila


" Lalu untuk apa kau ada di kantor ini ?" tanya Jelita seraya menatap tajam adiknya itu.


" A_aku kesini karena ingin mencarimu, tapi ternyata kau tidak ada di sini," sahut Mila dengan gugup.


" Untuk apa kau datang mencariku ? Aku yakin ini pasti akal-akalanmu karena ingin menggoda calon suamiku," tuduh Jelita . Gadis itu sangat yakin kalau Mila datang ke kantor Angga karena ingin menggoda pria itu.


Jelita mengamati Angga yang terbaring di sofa. Pria itu tampak berbeda di bandingkan saat dia tadi meninggalkannya.


" Kau kira aku akan percaya dengan ucapanmu ? " tanya Jelita tepat di depan wajah Mila hingga wanita itu memejamkan matanya.


" Untuk apa aku berbohong. Lihatlah di sisinya ada obat perangsang," ucap Mila sambil menuding botol berukuran kecil miliknya yang tanpa sengaja terjatuh.


Jelita mendorong Mila hingga gadis itu hampir terjatuh.


" Lebih baik kau pergi dari ruangan ini sekarang juga. Tapi kau jangan merasa tenang dulu karena aku akan mencari tahu keadaan yang sebenarnya," usir Jelita dengan wajah merah padam. Dia tidak menyangka kalau adiknya senekat itu.


Mila merapikan rambutnya yang berantakan lalu melenggang pergi dengan wajah yang sangat marah. Dia kira rencananya akan berhasil , tapi ternyata Jelita malah datang dan menggagalkan semuanya . Gadis itu terlalu nekat hingga tidak memikirkan resikonya.


Jelita menghela nafas panjang lalu menutup kancing baju Angga. Seandainya saja terlambat datang, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi.


" Aku harus menyelidiki semuanya," gumam Jelita seraya mengepalkan tangannya.


Jelita bergegas menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat meski di luar ada beberapa orang yang menunggu. Dia akan meminta Alex untuk mengurus kekacauan hari ini.


" Angga , apa yang terjadi padamu ? " ujar Jelita sembari menatap pria itu. Dia mengusap rambut Angga dengan lembut.

__ADS_1


" Tubuhku panas," keluh Angga seraya memandang Jelita.


Jelita meraih remote lalu mengatur suhu udara di ruangan itu agar lebih dingin. Pelan-pelan gadis itu mengusap wajah dan leher Angga yang berkeringat.


Gadis itu lantas meraih botol obat yang berada tidak jauh dari sisi Angga. Mengamatinya beberapa saat sambil menduga-duga apakah ucapan Mila bisa di pegang atau tidak. Namun selama dia tinggal bersama Angga di apartemennya , pria itu tidak pernah berbuat kurang ajar padanya. Walaupun Angga pernah melihat tubuhnya, tapi mereka tidak pernah berhubungan layaknya suami istri. Palingan Angga hanya menciumnya, karena mereka masih tahu batasnya.


" Jelita sayang," panggil Angga dengan tatapan berkabut. Sejak tadi dia sudah berusaha menahan sesuatu yang berkobar di dalam tubuhnya.


Jelita memasukkan botol obat tersebut ke dalam tasnya. Untuk sekarang dia tidak akan memikirkannya. Setelah pengaruh obat perangsang itu hilang dari tubuh Angga, nanti dia pasti akan mencari tahu lebih lanjut.


Jelita memapah Angga yang tampak susah tidak terkendali karena beberapa kali hendak membuka seluruh pakaiannya.Dia membawa Angga ke kamar yang berada di ruangan itu.


" Sayang , jangan pergi." Angga menarik baju yang di kenakan oleh Jelita cukup kuat ketika gadis itu hendak beranjak.


" Aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya ingin mengatur agar suhu di ruangan ini terasa jauh lebih dingin," kata Jelita seraya duduk di sisi Angga.


Angga menatap Jelita dari jarak yang sangat dekat. Sesekali dia mencium pipi calon istrinya.


Jelita menahan pergelangan tangan Angga yang sudah bergerak nakal hendak melepaskan kancing kemeja miliknya.


" Bukankah kau sudah berjanji akan melakukannya jika kita sudah menikah ? " tanya Jelita dengan lembut.


" Aku tidak tahu kenapa dengan diriku. Rasanya aku tidak bisa menahannya," ucap Angga. Karena pengaruh obat itu , pikiran Angga semakin kacau. Tidak ada hal lain di dalam benaknya selain keinginan untuk bercinta.


Jelita memijat ujung pelipisnya. Sejenak mencari cara agar Angga cepat tersadar. Gadis itu terus berpikir, kenapa adiknya bisa masuk ke kantor ini.    


" Kau berendamlah dulu di kamar mandi." Jelita bangkit dari tepian ranjang lalu membantu menegakkan tubuh Angga yang sempoyongan.


Angga menggelengkan kepalanya dengan tatapan berkabut.

__ADS_1


" Aku tidak mau, aku hanya menginginkanmu," tolak Angga.


" Setelah kau sadar kita akan melakukan selama yang kau mau," terang Jelita.


Gadis itu bersikeras membawa Angga ke dalam kamar mandi. Hanya itu satu-satunya cara agar Angga lebih cepat tersadar. Sedangkan cara yang lain belum bisa di lakukan.


" Dengan berendam di air dingin seperti  ini maka tubuhmu tidak akan terasa terlalu panas," terang Jelita lalu menghidupkan kran untuk mengisi bak mandi.


" Apakah kau tidak mau mandi bersamaku ? " kali ini Angga menarik kemeja Jelita dengan kuat hingga jarak wajah mereka cukup dekat.


Jelita mengerjapkan kelopak matanya. Jantungnya seketika berdetak kencang akibat nafas Angga yang menerpa wajahnya.


Belum sempat Jelita beranjak menjauh, Angga sudah terlebih dahulu menyatukan bibirnya. Menggerakkan lidahnya dengan agresif karena meminta balasan dari Jelita.


Jelita membalas lum*tan bibir Angga. Namun sebisa mungkin dia mengontrol pikirannya agar tidak bertindak lebih jauh dari itu. Dia bisa merasakan ciuman Angga jauh lebih agresif dari biasanya. Sepertinya obat perangsang itu sangat menyiksa perasaannya.


Dert...dert...


Jelita menarik diri, melepaskan ciuman mereka ketika merasakan ponselnya bergetar.


📞" Nona, orang-orang sudah menunggu Tuan Angga. Sekarang kita harus bagaimana ? " tanya Alex dari seberang telepon. Dia sudah kewalahan mendengar orang-orang yang dari tadi menanyakan Angga.


📞" Tunggu sebentar, aku akan keluar lima belas menit lagi. Nanti kita katakan pada mereka kalau Angga tidak bisa menemui mereka karena mendadak sakit," kata Jelita


📞" Baiklah kalau begitu,Nona," sahut Alex


Jelita menghela nafas panjang. Dia tidak mungkin meninggalkan Angga dalam kondisi seperti itu. Dengan terpaksa dia mengguyur Angga agar tubuhnya basah.


" Ini semua gara-gara Mila. Aku merasa menyesal memiliki adik seperti dia. Wanita penggoda seperti dia harus aku beri pelajaran," gerutu Jelita seraya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Selama ini dia selalu diam karena melihat Papa dan Neneknya. Dia tidak berani melawan Papa dan Neneknya karena almarhum Ibunya selalu mengajarkan dia agar tidak melawan orang yang lebih tua darinya. Tapi sekarang dia akan membalas semua ini secara diam-diam.


Jelita keluar dari ruangan Angga, dia langsung menemui Alex yang saat ini sedang mengurus para pimpinan perusahaan lain.


__ADS_2