
Satu jam kemudian
Berita tentang Angga yang menggoda Mila sudah tersebar luas ke seluruh penjuru perusahaan tanpa di ketahui siapa yang memulai menyebarnya lebih dulu. Para pemimpin dari perusahaan lain yang datang kesana juga mendengarnya.
Angga saat ini masih ada di ruangannya sambil memijat kepalanya yang berdenyut. Keadaannya memang sudah jauh lebih baik sekarang, hanya saja dia masih berpikir bagaimana caranya menjelaskan pada orang-orang terutama pada calon istrinya.
" Kenapa bisa terjadi hal seperti ini ? " Angga menjambak rambutnya sendiri kuat-kuat.
Ceklek...
Angga terperanjat dan langsung menoleh ke arah pintu yang di buka secara perlahan. Dia pikir Jelita yang datang , tapi ternyata masih seperti sepuluh menit yang lalu. Alex selalu saja datang ke ruangan itu untuk memastikan dirinya baik-baik saja.
" Tidak usah terlalu memeriksaku sering-sering. Lebih baik kau duduk dan istirahat dengan tenang. Aku bukan balita yang harus dicek setiap saat," gerutu Angga.
" Aku datang kemari karena ingin membawakan makanan untuk Tuan." Alex tetap masuk ke dalam sambil membawakan makanan untuk Angga sesuai perintah Jelita.
" Apakah semua orang sudah mengetahui kabar itu ?" tanya Angga. Hatinya cemas karena mencemaskan Jelita. Gadis itu pasti malu dan akan menggagalkan pernikahannya. Dia tidak ingin itu terjadi.
" Tenang saja Tuan . Nona sepertinya percaya pada Anda. Bukankah Nona sudah tahu kalau Anda tidak bisa menyentuh wanita lain ? " ujar Alex. Selama ini dia sangat mengenal bosnya. Menurutnya Angga bukanlah pria yang haus akan belaian sehingga menggoda wanita seperti Mila yang menurutnya tidak cantik sama sekali. Apalagi dia sudah memiliki Jelita yang cukup terkenal kecantikannya di kantor ini.
" Mudah-mudahan yang kau katakan memang benar. Aku juga tidak terlalu ingat apa yang sebenarnya terjadi. Mulai sekarang kau perketat siapapun yang ingin masuk ke kantor ini , terutama yang ingin masuk ke ruanganku.Dan sekarang segera kau urus masalah ini," perintah Angga sembari menatap Alex.
" Tenang saja Tuan. Nona sudah menyuruhku agar mengurus semua ini. Nona juga berpesan agar Tuan bersikap tenang dan tidak terlalu berpikir berlebihan. Bagaimana perasaan Anda sekarang ? Apa Anda masih pusing ? " tanya Alex dengan raut wajah khawatir.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja. Masih sedikit ," sahut Angga. Bagaimana mungkin dia tidak pusing ? Harga dirinya sedang di permainkan saat ini.
" Hacihhh ..." Terlalu lama berendam di dalam air dingin, Angga mulai merasa kurang enak badan. Sejak tadi dia sudah bersin-bersin karena hidungnya terasa gatal.
" Apakah Anda sakit, Tuan ?" tanya Alex seraya mengamati hidung Angga yang memerah.
" Aku hanya bersin, mungkin karena terlalu lama berendam ," sahut Angga.
" Di mana Jelita sekarang ? Apakah dia masih sibuk ?" tanya Angga seraya menaikkan sebelah alisnya. Pria itu cemas memikirkan perasaan calon istrinya yang mungkin merasa tertekan.
Dia jadi kesal pada Mila karena sudah kurang ajar memfitnahnya. Dia begitu membenci gadis itu. Meski umurnya lebih muda dari Jelita tapi menurutnya Jelita jauh lebih cantik. Bahkan kalau di bandingkan ,Jelita terlihat seperti gadis yang masih duduk di bangku SMA sedangkan Mila terlihat sangat tua. Menurutnya Mila tidak cantik sama sekali. Bahkan dulu dia mengira Mila adalah kakaknya Jelita , tapi ternyata dia salah.
" Nona saat ini sedang menemui para tamu Anda. Mungkin setengah jam lagi baru kembali. Aku mohon tetaplah di sini," kata Alex .
Angga menganggukkan kepalanya meskipun mulai bosan. Dia sangat penasaran bagaimana kondisi di luar sana. Apakah orang-orang akan mengumpatnya ?
Selepas kepergian Alex , Angga kembali menyandarkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar. Mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi .
Setengah jam sudah berlalu. Angga tak ingin tinggal diam, dia memutuskan keluar dari ruangan untuk mencari tahu suasana di kantor. Terlebih dahulu dia mengintip Alex yang sedang sibuk di meja kerjanya. Ini adalah kesempatan untuknya keluar tanpa ketahuan.
Setelah memastikan aman, barulah Angga keluar lalu mencari tahu apa yang terjadi di luaran sana.
Tidak seperti biasanya, hari ini banyak karyawan yang berkeliaran di luar ruangan padahal masih jam kerja. Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing sambil berbincang.
__ADS_1
Angga sengaja bersembunyi karena ingin tahu apa yang mereka gosipkan. Meskipun tidak bersalah tapi mereka sudah termakan dengan gosip yang ada. Pada akhirnya tetap saja dirinya yang di salahkan.
" Aku sungguh tidak menyangka kalau Tuan Angga menggoda gadis seperti itu. Cantik juga tidak. Padahal Nona Jelita sangat cantik dan baik,"
" Apakah mungkin karena gadis itu berpakaian seksi membuat Tuan Angga berpaling ? "
" Buat apa juga pakaiannya seksi kalau wajahnya tak cantik ? Nona Jelita juga bisa berpakaian seksi di tambah dia juga cantik. Hanya menggunakan make up saja malah banyak pria yang mengejarnya, apalagi kalau Nona Jelita berpakaian seksi. Bahkan kemarin Alex diam-diam memperhatikan Nona Jelita. Aku saja yang seorang perempuan kagum dengan kecantikannya, apalagi seorang pria,"
" Di dunia ini memang ada banyak pria yang tidak bersyukur dengan pasangannya. Sudah di beri pasangan cantik tapi malah nyari yang jelek,"
" Aku sungguh kasihan pada Nona Jelita. Aku pernah mendengar , kalau dulu Nona Jelita gagal menikah dua kali dan sekarang Tuan Angga berkhianat dengannya,"
Wajah Angga berapi-api mendengar karyawannya yang bergosip. Padahal mereka tidak tahu kebenarannya , tapi sudah mengatakan dirinya berkhianat. Padahal dia sendiri tak mengingat apa yang terjadi.
" Gadis yang malang. Dia adalah gadis yang baik tapi tidak menyangka kalau Tuan Angga tidak setia,"
Angga tidak kuat lagi mendengar orang- orang menghujat tanpa menyelidiki lebih dahulu kepastiannya. Pasalnya tak hanya dirinya yang berimbas, kabar berita ini cepat atau lambat pasti akan terdengar sampai ke orang tua dan seluruh keluarga besar Angga. Pria itu lalu menghampiri para karyawannya yang sedang bergosip.
" T_Tuan Angga," ucap salah seorang karyawan yang sedang mengobrol ketika melihat Angga berjalan ke arah mereka.
" Apa kalian sudah bosan bekerja di sini ? Apa kalian yakin kalau yang kalian dengar itu benar ? Seharusnya kalian mencari tahu dulu kebenarannya . Bukannya malah percaya begitu saja pada wanita yang baru kalian kenal. Asal kalian tahu wanita yang bernama Mila adalah wanita licik. Dia sudah dua kali menggagalkan pernikahan Jelita sebelumnya dan sekarang dia datang kemari pasti ingin menggodaku. Seharusnya kalian jangan mudah percaya pada orang yang baru kalian kenal. Bukankah kalian sudah bekerja di sini bertahun-tahun ? Seharusnya kalian tahu bagaimana sifatku. Kalau kalian tidak suka padaku, kalian boleh keluar dari perusahaan ini sekarang juga ," usir Angga dengan wajah berapi-api.
" Ma_maafkan kami Tuan Angga. Tolong jangan pecat kami. Kami mengaku salah. Seharusnya kami tidak langsung percaya dengan ucapan gadis itu, " ucap salah seorang karyawan sambil menunduk.
__ADS_1
" Kali ini aku memaafkan kalian. Tapi lain kali aku tidak ingin melihat kalian bergosip di saat jam kerja. Kalau ada yang aku lihat bergosip maka aku akan langsung memecat kalian, " kata Angga seraya menatap mereka dengan tajam.
" Kami janji tidak akan bergosip lagi ,Tuan. Kalau begitu kami permisi dulu, " pamit mereka yang langsung pergi ke ruangannya masing-masing .