Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Rumah orang tua Angga


__ADS_3

Kediaman orang tua Angga.


Malamnya , Angga membawa Jelita ke rumah orangnya. Dia membawa Jelita kesana karena ingin memperkenalkan gadis itu pada Papanya. Dan juga ingin membicarakan mengenai pernikahan mereka. Setelah sampai di depan rumah Yuni dan Rangga , wajah Jelita mendadak menjadi gugup. Dia takut Rangga tidak menyukainya dan memintanya menjauhi Angga seperti di yang ada di dalam film.


" Sayang , kenapa malah diam ?" tanya Angga sambil membuka pintu mobil. Gadis itu lalu keluar dari mobil sambil menatap takjub rumah mewah yang ada di depannya. Rumah orang tua Angga di buat dengan gaya klasik mewah ala eropa. Terdapat pilar berukuran besar yang di cat dengan warna-warna cerah.


" A_aku takut. Bagaimana kalau Papamu tidak menyukaiku ? " tanya Jelita dengan sangat gugup . Karena keluarga Angga bukan orang sembarangan , gadis itu jadi takut berhadapan pada mereka. Dia takut Papanya Angga tidak menyukainya. Apalagi dia bukan orang kaya. Bagaimana kalau Papanya Angga mempermasalahkan status sosialnya ? Itu yang selalu dia takutkan. Kalau masalah Mamanya Angga , gadis itu sangat yakin kalau Yuni pasti setuju dengan hubungan mereka.


" Takut ? Memangnya takut kenapa ? " tanya Angga seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya calon istrinya itu takutkan. Padahal di rumah orang tuanya tidak ada binatang buas atau pun orang jahat.


" Aku takut Papamu tidak menyukaiku," sahut Jelita menunduk.


" Mana mungkin Papaku tidak menyukaimu . Bahkan Papa dan Mama sudah menyiapkan semua persiapan pernikahan kita dan biayanya juga mereka sendiri yang menanggungnya . Kita tinggal menikah saja," ucap Angga sembari menggenggam tangan gadis itu dengan erat.


" Ting ...tong...ting...tong..." Angga memencet bel rumah itu. Beberapa menit kemudian pintu rumah itu terbuka.


Yuni menatap anak dan calon menantunya sambil tersenyum. Wanita itu sangat senang sekali karena sang putra akhirnya membawa Jelita ke rumahnya. Orang tua mana yang tidak senang jika sang putra datang dengan membawa calon menantu untuknya.


Kemarin saat Angga menjelaskan semuanya ,wanita itu meneteskan air matanya. Tadinya dia sangat gembira saat mendengar kalau Angga sudah memiliki istri. Dia merasa senang karena Angga yang dari dulu tidak pernah dekat dengan seorang perempuan kecuali dirinya, tiba-tiba malah sudah menikah . Apalagi saat mengetahui kalau calon menantunya itu adalah gadis yang pernah menolong Neneknya Angga dulu. Dia dan suaminya juga sudah menyelidiki latar belakang gadis itu.


Namun, saat Angga datang ke rumah dan menjelaskan kalau pernikahan itu tidak benar , air matanya langsung menetes. Padahal dia sudah berharap banyak, tapi ternyata putranya belum menikah dan bahkan belum memilki kekasih. Selama dua hari dia dan suaminya tidak memiliki nafsu makan karena memikirkan nasib putra mereka kedepannya. Tiga hari kemudian, Angga menghubunginya dan memberitahu kalau dia mencintai Jelita dan berencana akan menikah dengan gadis itu. Suasana hati yang tadinya sedih dalam seketika langsung bahagia setelah mendengar kabar tersebut. Bahkan dia dan Rangga yang lebih bersemangat menyiapkan persiapan pernikahan putranya tersebut.

__ADS_1


" Assalamualaikum," ucap Jelita dan Angga secara bersamaan.


"Waalaikumsalam , ternyata kalian," kata Yuni dengan raut wajah bahagia. Tak henti-hentinya dia menyunggingkan senyum menatap putra dan calon menantunya itu.


Jelita menghampiri Yuni dan mencium punggung tangan wanita itu. Begitu pun dengan Angga.


" Ayo masuk. Papa sudah menunggu kalian dari tadi," ucap Yuni yang kemudian mengajak mereka ke ruang tamu.


" Duduklah dulu, Mama akan panggilan Papa dulu," kata Yuni meninggalkan Jelita dan Angga.


Jelita menatap ke sekeliling ruang tamu .Ruang tamu itu menggunakan tipe furnitur dengan gaya oldiest dan vintage yang memberikan nuasa mewah, namun tidak melunturkan kesan klasiknya. Di ruangan itu juga terdapat guci ,foto dan lukisan.


" Sedikit," sahut Jelita. Siapapun pasti merasa gugup jika bertemu dengan calon mertuanya, begitupun dengan Jelita. Walaupun Angga mengatakan kalau Papanya sudah menerima gadis itu , tapi Jelita tetap merasa takut.


" Setelah melihat Papaku, rasa gugupmu itu pasti akan langsung hilang," balas Angga sambil mengusap rambut gadis itu dengan lembut.


Tak berselang lama Rangga dan Yuni keluar dari dapur. Mereka duduk di depan Angga dan Jelita.


"Wah, ternyata calon menantuku sangat cantik. Kau seperti seorang Dewi," puji Rangga sambil menatap Jelita.


" Om terlalu berlebih memujiku," sahut gadis itu dengan malu-malu.

__ADS_1


" Tapi kau benar-benar cantik. Aku merasa heran, kenapa kau mau dengan putraku ? Padahal putraku sifatnya sangat buruk ," ucap Rangga sambil melirik putranya. Raut wajah Angga sudah merah padam mendengar Papanya yang menjelekkan dirinya di depan Jelita. Bagaimana kalau Jelita jadi membatalkan pernikahannya ?


" Pa ? Kenapa Papa bicara seperti itu ? Apa Papa ingin aku jomblo sampai tua ?" tanya Angga dengan raut wajah marah.


" Papa bicara apa adanya. Sifatmu begitu buruk dan juga sangat pemarah . Papa hanya kasihan pada Jelita, takutnya kau memaksa dia agar mau menikah denganmu," sahut Rangga yang membuat Angga semakin marah.


" Pa , sudah dong ,Pa. Kasihan Angga," ucap Yuni pada sang suami.


" Maaf Om. Angga tidak pernah memaksaku. Kami ingin menikah karena memang kami saling mencintai. Putra om sangat baik, dia selalu ada di saat aku membutuhkannya. Dia selalu melindungiku, dan menghiburku di saat aku sedih. Awalnya aku membencinya, tapi lama- kelamaan perasaan cinta itu tumbuh di hatiku," ucap Jelita dengan jujur. Angga sangat terkejut mendengar semuanya . Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri , apa Jelita bicara jujur ? Atau dia hanya bersandiwara di depan orang tuanya ? Sepertinya dia harus menanyakan hal ini pada Jelita nanti.


" Aku sangat senang mendengarnya. Sebenarnya aku sudah merestui hubungan kalian dari kemarin . Aku juga sudah menyiapkan semuanya . Aku sudah tidak sabar ingin melihat kalian menikah," ucap Rangga sembari tersenyum pada Jelita.


" Terima kasih ,Om," sahut Jelita dengan sopan.


" Angga,besok kamu ajak Jelita mencari cincin, lalu setelah itu pergi ke butik untuk mencoba baju pengantin kalian " terang Rangga pada putranya. Jelita merasa terharu pada calon mertuanya itu. Padahal yang menikah dia dan Angga tetapi orang tua Angga yang lebih bersemangat menyiapkan semuanya. Sangat berbeda dengan orang tuanya.


" Iya ,Pa. Besok kami akan kesana, " balas Angga sambil menatap Papanya.


" Kalau begitu sekarang kita pergi ke ruang makan. Tadi Papa memasak banyak makanan untuk kalian. Saat tahu kalau Jelita akan kesini, Papa langsung pergi ke dapur. Padahal kalau Mama yang menyuruhnya memasak , Papamu tidak pernah mau. Alasannya sudah ada pembantu lah, tapi giliran calon menantunya yang kesini , dia langsung turun tangan menyiapkan semuanya," tutur Yuni yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Jelita ke ruang makan.


Jelita tersenyum mendengarnya ucapan Yuni. Ternyata dugaannya salah, orang tua Angga ternyata sangat baik dan juga humoris. Dia belum pernah merasakan hal seperti ini selama hidupnya. Padahal dia baru mengenal orang tua Angga , tetapi dia sudah merasa nyaman dengan mereka.

__ADS_1


__ADS_2