Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Mirib Mila


__ADS_3

" Sekarang kau harus membantuku mencari anakku. Kalau sampai kau tak menemukan anakku maka aku akan membunuhmu. Cepat katakan, di mana kau buang anakku ? " tanya Gilang dengan suara yang cukup keras hingga Tio yang kebetulan menuju ke mobilnya mendengar suara keributan mereka.


Tio lalu mencari arah suara tersebut dan ternyata suara keributan itu ada di samping mobil miliknya.


Kedua matanya terbelalak lebar saat melihat Gilang dan Kayra ada di sana. Raut wajah Tio terlihat bingung saat melihat Gilang yang mengenal Kayra. Dari mana Gilang mengenal Kayra ? Dan apa yang mereka ributkan ? Gilang dan Kayra tidak menyadari sama sekali akan kehadiran Tio di sampingnya.


" Gilang , Kayra , apa yang sedang kalian lakukan di sini ? " tanya Tio menatap mereka seraya menaikkan sebelah alisnya.


" O_Om Tio ? " ujar Kayra dengan raut wajah yang terlihat sangat terkejut.


" Pak Tio ," ucap Gilang yang juga sangat terkejut melihat Tio di sana. Sejak kemarin , Gilang telah bekerja di kantor milik Tio dan itu adalah permintaan Tio sendiri. Tio merasa bersalah karena dulu saat acara pernikahaannya dengan Mila dia sengaja tidak datang . Karena perbuatannya tersebut Gilang yang akhirnya menikah dengan Mila dan kemudian berakhir di penjara. Walaupun Gilang menikah dengan Mila karena ingin balas dendam dengan wanita itu tapi dia tetap merasa bersalah pada Gilang. Dia juga dapat melihat kalau sebenarnya Gilang mencintai Mila . Akan tetapi dendam pria itu terlalu besar dari perasaan cintanya, hingga dia tak menyadari perasaannya sendiri.


" Aku ada sedikit urusan dengan Kayra , Pak ," sahut Gilang sembari menatap Tio.


" Urusan ? Apa kalian berpacaran ? " tanya Tio lagi semakin penasaran.


"Ti_tidak Om. Mana mungkin aku pacaran dengan pria seperti dia. Selama ini aku hanya mencintai Om Tio saja ," balas Kayra.


" Pak Tio , Anda jangan mau dengan wanita seperti ini. Dia wanita yang sangat jahat," kata Gilang yang masih sangat marah dengan Kayra.


" Gilang, aku mohon jangan ceritakan apapun pada Om Tio," bisik Kayra dengan raut wajah memohon, namun Gilang tak mau menuruti permintaan wanita itu.


" Apa maksudmu bicara seperti ? " tanya Tio lagi yang kemudian berjalan semakin mendekati Gilang dan Kayra.


" Kayra adalah wanita jahat , Pak. Selama ini aku dan Mila melakukan program bayi tabung karena rahim Mila bermasalah. Lalu dokter menyarankan agar aku memilih Kayra karena dia sudah dua kali berhasil melahirkan bayi tabung. Di sanalah aku mengenal wanita jahat ini. Aku sudah membayarnya dengan harga yang sangat tinggi agar melahirkan anakku. Aku hanya memintanya agar menjaga anakku untuk beberapa hari saja karena pada saat itu aku masih di penjara ,tapi dia malah membuang anakku," tutur Gilang seraya meneteskan air matanya. Padahal saat dia akan keluar dari penjara , dia sudah tidak sabar ingin menggendong bayinya tapi setelah bertemu Kayra bayinya malah di buang oleh wanita itu. Apakah Kayra tak punya rasa kasihan sedikit pun saat akan membuang bayinya ? Wanita itu rasanya tak pantas menjadi seorang Ibu. Walaupun bayi itu bukan darah daging Kayra, tapi bayi itu sudah berada di dalam perutnya selama beberapa bulan . Seharusnya Kayra memiliki rasa kasihan pada bayinya, tapi wanita itu malah begitu tega membuang bayi yang tak berdosa itu.


Kedua mata Tio membulat sempurna mendengarnya. Ternyata selama ini dia dibohongi oleh Kayra dan Pak Handoko. Selama ini Pak Handoko selalu mengatakan kalau putrinya masih suci. Dia juga mengatakan kalau Kayra jarang keluar rumah dan masih banyak lagi kebohongan yang di katakan oleh Pak Handoko padanya.


" Om Tio , jangan percaya dengan ucapan pria ini. Dia bicara seperti itu karena dia sudah lama mengejarku tapi aku selalu menolaknya selama ini ," tuduh Kayra dengan raut wajah panik.


" Kayra , kau kira aku akan percaya dengan ucapanmu ? Aku tak menyangka kalau kau dan Papamu telah membohongiku selama ini," ujar Tio dengan raut wajah yang merah padam. Selama ini dia sangat mengenal Gilang ,pria itu selalu bicara jujur pada dirinya .


" Di mana kau membuang bayiku ?" teriak Gilang dengan raut wajah emosi. Dia begitu khawatir dengan anaknya. Bagaimana kalau anaknya benar - benar sudah mati seperti yang dikatakan oleh Kayra ? Gilang tak henti-hentinya berdoa di dalam hatinya agar Tuhan melindungi bayinya.


" Aku membuang bayimu tidak jauh dari rumah mertuamu," sahut Kayra seraya menunduk.


" Kau memang wanita yang tak punya hati . Untung putraku tak jadi menikah dengan wanita sepertimu. Entah bagaimana keadaan rumah tangganya kalau dia sampai menikah dengan wanita seperti dirimu ini. Mungkin aku akan merasa menyesal seumur hidupku karena telah menikahkan putraku itu denganmu. Mulai sekarang aku tak akan mau bekerja sama dengan perusahaan Papamu. Aku tak ingin memiliki hubungan dengan orang seperti kalian," terang Tio dengan raut wajah serius.

__ADS_1


" Om , Tio. Tolong, jangan lakukan itu ! Papaku pasti akan marah besar padaku karena Om berhenti bekerja sama dengan perusahaan Papaku," sahut Kayra sambil berlutut di kaki Tio. Dia benar-benar takut. Kalau perusahan Tio berhenti bekerja sama dengan perusahaan Papanya maka perusahan Papanya pasti akan bangkrut dan mereka akan jatuh miskin.


" Itu urusan kalian dan aku tidak ingin tahu dengan masalah keluarga kalian. Sekarang kau ikut kami untuk mencari bayi itu," balas Tio dengan raut wajah datar.


" Gilang, kalau begitu kita coba minta tolong pada Pak Andi . Kalau bayi itu di temukan oleh warga di sana maka Pak Andi pasti tahu mengenai bayimu itu. Lebih baik sekarang kita pergi ke rumah Pak Andi," ajak Tio sambil menepuk bahu Gilang.


" Anda memang benar. Aku juga belum memberitahu mereka kalau Mila dan aku memiliki seorang bayi," kata Gilang sambil mencengkram dengan kuat tangan Kayra agar gadis itu tidak kabur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman Andi


" Pa , lihatlah ini ! Aku baru sadar kalau ternyata Kayra sangat mirib dengan wajah Mila ketika dia masih bayi," ucap Riska seraya memperlihatkan albun foto lama ke pada Andi.


" Kau memang benar . Tapi kok bisa mirib begitu ya, Ma ? " pikir Andi seraya menatap bayi yang saat ini ada di gendonganya .


" Mungkin hanya kebetulan saja , Pa . Karena tidak mungkin ini bayinya Mila. Selama ini kita tak pernah melihat almarhum putri kita mengandung , di tambah lagi Mila pernah mengatakan kalau rahimnya bermasalah," kata Riska . Wajahnya kembali terlihat sedih jika mengingat almarhum putrinya.


Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi yang langsung mengagetkan mereka. Riska langsung pergi untuk membuka pintu sedangkan Andi memberikan bayi yang ada di gendongannya kepada Susi agar di taruh di box bayi. Susi adalah wanita berusia lima puluh tahun yang ikut membantu mereka dalam mengurus anak-anak yatim .


" Assalamualaikum, "ucap Gilang dan Tio secara bersamaan.


" Waalaikumsalam, " sahut Riska dengan raut wajah bingung.


" Riska , ada hal penting yang ingin aku tanyakan pada Andi. Apakah Andi ada di dalam ? " tanya Tio dengan raut wajah serius.


" Ada , kalau begitu silakan masuk ," ucap Riska seraya membuka pintu rumahnya lebar-lebar.


" Silahkan duduk dulu ! Aku akan memanggil suamiku dulu," kata Riska yang langsung meninggalkan mereka di ruang tamu.


Tio dan Gilang saling pandang saat mendengar suara anak-anak. Mereka juga mendengar suara Andi yang sedang bicara pada anak-anak.


Tak berselang lama Riska dan Andi datang ke ruang tamu dan menghampiri mereka. Raut wajah Andi sangat terkejut ketika melihat Gilang di sana.


" Gilang , untuk apa kau ada di sini ? Bukankah seharusnya kau ada di penjara ? " tanya Andi dengan raut wajah yang terlihat marah.


" Aku sudah bebas , Pak," sahut Gilang menunduk.

__ADS_1


" Lalu untuk apa kau datang kemari ? " tanya Andi dengan tatapan mata yang sangat tajam.


" Kami ke sini karena ingin bertanya sesuatu padamu," ucap Tio seraya menatap Andi.


" Bertanya apa ? " tanya Andi dengan raut wajah penasaran.


" Apakah kau pernah mendengar warga di sini menemukan seorang bayi di tempat pembuangan sampah ? " tanya Tio dengan raut wajah semakin serius.


" Ya , ada . Satu minggu yang lalu ada salah satu warga di sini yang menemukan seorang bayi di tempat pembuangan sampah . Warga di sini lalu membawanya ke rumahku karena kebetulan kami sudah sepakat ingin menjadikan rumah ini sebagai rumah anak yatim piatu. Dan sekarang bayi itu ada di dalam . Memangnya ada apa ? Apakah perempuan ini adalah Ibu kandung bayi itu ? " tanya Andi lagi.


Tio akhirnya mengerti siapa anak-anak yang dia dengar tadi. Sedangkan Gilang akhirnya bisa bernafas dengan lega karena ternyata bayinya sudah bersama kakek dan neneknya. Tanpa dia sadari air matanya pun menetes.


" Apakah wanita ini ingin mengambil bayi itu ? " tanya Riska dengan raut wajah sedih.


" Maafkan aku. Namaku Kayra. Satu minggu yang lalu aku yang telah membuang bayi itu di tempat pembuangan sampah. Di dalam keranjang bayi itu ada sebuah surat yang berisi tanggal lahir bayi itu. Di sana juga ada sapu tangan yang berisi namaku ," terang Kayra menjelaskan.


" Ya , benar. Di keranjang itu memang ada sapu tangan yang berisi nama Kayra. Aku kira sapu tangan yang berisi nama Kayra adalah nama bayi itu , jadi aku memberinya nama Kayra," ungkap Riska.


" Pak , Bu , sebenarnya itu bukanlah bayiku. Dia adalah bayi milik Gilang. Selama ini Gilang dan almarhum istrinya meminjam rahimku agar melahirkan bayinya. Mereka membayarku dengan harga yang begitu tinggi , tapi aku malah membuat kesalahan dengan membuang bayi itu. Aku membuangnya karena Gilang di penjara sedangkan almarhum istrinya telah meninggal," tutur Kayra dengan raut wajah ketakutan.


Kedua mata Andi dan Riska langsung membulat karena terkejut mendengar ucapan Kayra.


" Gilang , tolong jelaskan padaku ! Apa maksud dari ucapan wanita ini ? Apakah Ibu kandung bayi ini adalah Mila ? " tanya Andi seraya menatap Gilang.


" Iya , Pak. Ibu kandung bayi itu adalah Mila. Apakah Mila tak pernah menceritakan pada kalian ? " tanya Gilang seraya menatap Andi.


" Tidak , dia tak pernah menceritakannya pada kami ," sahut Andi. Ada perasaan senang di hatinya karena ternyata bayi itu adalah cucunya sendiri.


" Kenapa kau harus membuang bayi itu ? Kenapa kau tak membawanya kemari ?" ujar Riska seraya menatap Kayra dengan mata yang telah basah.


" Maafkan aku , Bu. Aku kira kau tak akan mau menerima bayi itu ," ucap Kayra menunduk.


" Pak , Bu , bolehkah aku melihat bayiku ? " tanya Gilang seraya menatap Riska dan Andi.


Andi menghela nafas pelan dan menatal Gilang. " Selama ini kau memang sudah mengecewakanku , tapi aku tak bisa melarangmu karena kau adalah ayah kandungnya," terang Andi.


" Terima kasih , Pak ," sahut Gilang dengan raut wajah yang sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2