Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Perasaan takut


__ADS_3

Dua hari kemudian...


Setelah Angga pergi ke kantor Jelita hanya mengurung diri di kamar sambil mengunci pintu kamarnya dari dalam. Wajahnya terlihat sangat sedih. Dia sedih karena memikirkan persalinannya yang sudah dekat. Sedangkan William, semenjak melamar Alessia dia hanya sibuk dengan ponselnya.


" William , Jelita dimana ? " tanya Tio seraya menaikkan kedua alisnya. Dari tadi dia sama sekali tidak melihat putrinya. Padahal biasanya Jelita duduk di sofa sambil membaca majalah. Karena perut Jelita sudah besar sekali jadi dia hanya diam di rumahnya atau kadang di rumah mertuanya.


" Ada di kamarnya , Pa . Memangnya kenapa ? " tanya William dengan raut wajah bingung. Setelah Angga pergi ke kantor , Jelita memang pergi ke kamarnya. Mungkin saja adiknya itu capek . Apalagi perutnya besar sekali, jadi pasti dia kesulitan saat berjalan.


" Apa kau dapat melihat adikmu di kamarnya ? " tanya Tio lagi .


" Tidak , Pa. Memangnya kenapa sih , Pa ? " tanya William dengan raut wajah kesal.


" Kau ini bagaimana sih ? Kau sudah berjanji pada Angga akan menjaga Jelita, sekarang kau malah sibuk dengan ponselmu saja. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada adikmu ? Seperti terpeleset atau akan melahirkan ? " tanya Tio dengan raut wajah yang merah padam.


Dari kemarin Angga memang memutuskan akan bekerja dari rumah saja karena khawatir dengan Jelita. Kalau dia pergi bekerja takutnya Jelita akan melahirkan , tetapi William malah memaksa Angga agar pergi bekerja saja . Dia berjanji pada Angga akan menjaga Jelita selama Angga bekerja


" Ya Tuhan , aku tidak berpikir ke sana," sahut William dengan mata membulat. Dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan lari menuju ke kamar adiknya.


TOK TOK TOK !


" William mengetuk pintu kamar Jelita berkali-kali namun Jelita sama sekali tak membukanya.


" Jelita , apa kau ada di dalam ? Kalau kau ada di dalam tolong buka pintunya ," ujar William dengan raut wajah cemas.


" Aku ingin sendiri , kak. Tolong, biarkan aku sendiri dulu ! " seru Jelita sambil menangis.


Mendengar adiknya sedang menangis William menjadi bertambah cemas. Dia takut terjadi sesuatu dengan adiknya, karena baru kali ini Jelita mengurung diri seperti ini


" William , bagaimana ? Apakah Jelita baik-baik saja ? " tanya Tio yang baru saja datang dan berdiri di samping William.

__ADS_1


" Jelita sedang menangis , Pa. Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa menangis. Pintu kamarnya juga dikunci dari dalam," balas William seraya menatap pintu kamar Jelita.


" Mungkin tadi pagi dia bertengkar dengan Angga ? Biasanya wanita yang sedang hamil perasaannya sangat sensitif sekali," terang Tio menjelaskan.


" Tapi aku lihat mereka tidak bertengkar , Pa. Malahan tadi pagi aku mendengar mereka saling tertawa," sahut Willian semakin bingung.


" Kalau begitu biar Papa yang membujuk Jelita , siapa tahu dia mau membuka pintu kamarnya," kata Tio yang juga terlihat sangat cemas karena baru kali ini putrinya seperti ini.


TOK TOK TOK !


" Jelita , ini Papa nak. Ayo, buka pintunya ! Kalau ada masalah kau bisa menceritakannya pada Papa. Kalau kamu hanya mengurung diri di kamar maka Papa jadi cemas . Apa Jelita tak kasihan dengan Papa ? " tanya Tio yang terus mengetuk pintu kamar putrinya.


Jelita akhirnya turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu kamarnya.


Ceklek !


Jelita membuka pintu kamarnya dan menatap Kakak dan Papanya yang berdiri di depan pintu kamarnya.


" Jelita ? Apakah kau bertengkar dengan Angga ? " tanya William seraya menatap adiknya yang ada di pelukan Papanya.


" Tidak , aku tidak bertengkar dengan Angga," sahut Jelita yang masih menangis sesenggukan.


"Kalau bukan karena Angga lalu siapa yang membuatmu menangis ? " tanya Tio semakin dibuat penasaran oleh putrinya .


" Jelita , katakan saja pada kakak siapa yang membuatmu menangis , nanti kakak yang akan memberinya pelajaran," kata William seraya membelai rambut Jelita.


" Lebih baik sekarang kita duduk di sofa dan ceritakan apa yang terjadi," ucap Tio yang langsung mengajak Jelita ke sofa.


" Minumlah dulu ! " seru William seraya memberikan segelas air putih.

__ADS_1


" Terima kasih , kak ," balas Jelita yang kemudian meminum air yang di berikan oleh William.


" Sekarang katakanlah pada kami siapa orang yang membuatmu seperti ini," ujar William seraya duduk di samping Jelita.


" Tidak ada , kak. Aku menangis karena merasa takut. Aku hanya takut melahirkan. Kata Lily melahirkan itu sangat menyakitkan , " sahut Jelita yang langsung menangis lagi.


" Ternyata orang hamil sesulit ini. Kasihan almarhum Siska , pasti dulu dia sangat kesulitan saat mengandung Jelita dan William, tapi setelah bayinya lahir William malah dijual. Pasti dia sangat menderita sekali," pikir Tio dengan raut wajah sedih.


" Jelita, kau tak boleh seperti ini. Orang lain saja bisa melakukannya , jadi kamu juga harus bisa. Kau adalah wanita yang kuat, Papa yakin kau pasti bisa melewatinya," hibur Tio seraya menghapus air mata Jelita.


" Papa benar , Jelita. Demi bayi yang ada di dalam kandunganmu. Apa kau tak kasihan pada bayimu ? Kalau kau sedih maka dia pasti akan ikut sedih. Kau bayangkan saja bayimu yang lucu ada di pangkuanmu ," ujar William.


" Kalian memang benar . Aku yakin, aku pasti bisa melewatinya. Aku akan melakukan apapun demi bayiku," sahut Jelita seraya menghapus air matanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman Handoko


" Kayra , Papa sudah mendapatkan informasi. Ternyata Tio akan menikahkan putranya dengan putri sahabatnya," ucap Handoko dengan raut wajah yang terlihat marah.


Kayra menghela nafas pelan. " Kalau begitu biarkan saja dia menikah. Aku akan mengejar cinta seorang pria yang bersama dengan Om Tio di restoran. Aku sudah menyelidiki tentang pria itu, dan dia bukanlah pria miskin yang Papa kira," kata Kayra seraya tersenyum.


" Papa juga sudah mencari tahu tentang pria itu. Namanya adalah Angga. Kau tak akan bisa mendekati pria itu . Dari kecil pria itu tak pernah mau dekat-dekat dengan seorang wanita. Dan sepertinya dia adalah pria homoseksual," terang Handoko menjelaskan apa yang dia dengar dari orang suruhannya.


" Pantes saja orang suruhanku tak mendapatkan informasi mengenai status pria itu. Wajahnya sih tampan, tapi sayang dia sangat menjijikan sekali. Kalau begitu lebih baik aku bersama William," sahut Kayra.


" Kalau begitu kita harus menjalankan rencana kita," kata Handoko seraya menatap putrinya.


" Lalu apa rencana Papa ? " tanya Kayra seraya menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


" Besok William ada jadwal mengecek salah satu restorannya. Nanti Papa akan membayar salah satu pelayan di sana agar mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman William. Kalau William sudah meminum minuman itu lalu kau harus tidur dengannya . Jangan lupa kau rekam semua yang di lakukan oleh William ke padamu. Setelah itu Papa akan memberikan hasil rekaman itu pada Tio . Jika Tio melihat hasil rekaman itu maka kau dan William pasti akan langsung menikah," tutur Handoko seraya tertawa.


" Papa memang pintar. Aku yakin rencana kita pasti akan berhasil," sahut Kayra seraya tersenyum menyeringai.


__ADS_2