Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Terungkap


__ADS_3

Jelita bersembunyi di balik pintu , dia ingin mendengarkan percakapan mereka.


" Lalu kapan kamu akan menikahi Mila ? " tanya Pak Andi seraya menatap Raka .


"Lagi satu bulan ,Pak ," sahut Raka.


" Terima kasih ya ,Pa . Terima kasih karena Papa telah merestui hubungan kami," sahut Mila seraya tersenyum.


" Ya sayang . Nanti biar Papa yang menjelaskan pada Jelita kalau pernikahannya di batalkan." Terang Pak Andi seraya tersenyum


Tubuh Jelita langsung merosot ke lantai mendengar percakapan mereka. Kedua kakinya terasa sangat lemas hingga tak mampu lagi menopang beban tubuhnya. Seperti ada sebuah petir di sore hari, tanpa ada hujan dan angin langsung menyambar tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung kepala terasa sakit semua.


Dia berusaha bangun dan berjalan menghampiri mereka yang saat ini sedang tertawa. Mata mereka terbelalak lebar saat melihat Jelita berdiri di depan mereka.


" Jadi ini yang selama ini kalian lakukan padaku ? Sebenarnya apa salahku pada kalian? Kenapa kalian begitu tega menghancur hidupku ? " ucap Jelita sembari terisak-isak. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya tanpa bisa di cegah lagi.


" Pernikahanmu dibatalkan karena Raka mencintai Mila," sahut Papanya


" Bela saja putri kesayangan kalian itu. Selama ini kalian tidak pernah memikirkan perasaanku. Aku diam bukan berarti takut pada kalian, tapi Mama selalu mengajarkan aku agar tidak melawan orang tua, karena melawan orang tua dosanya sangat besar. Kata-kata itu yang selalu Mama katakan padaku. Tapi sekarang aku sudah tidak kuat dengan semua ini. Aku tidak peduli entah dosa apa yang akan aku dapat setelah melawan kalian. Mulai sekarang aku akan keluar dari rumah ini. Anggap saja aku sudah mati. Selama ini kalian juga tidak pernah menganggapku ada di rumah ini," kata Jelita seraya menatap Papa dan Neneknya.


" Dan untuk kamu. Kamu memang selalu berhasil merebut apapun yang aku miliki , tapi kamu tidak akan pernah menemukan kebahagian. Dasar wanita mur*han ," ucap Jelita seraya menatap Mila dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Rasanya seperti ada sebilah pisau yang kini tengah mencabik-cabik rongga dadanya hingga sakitnya sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


Raka begitu bingung dengan semua yang Jelita ucapkan. Dia merasa kalau Mila telah membohonginya.


Di dalam kamar ,gadis itu memasukkan semua bajunya. Dia ingin meninggalkan rumah yang selalu membuatnya meneteskan air mata. Selama ini keluarganya selalu menghancurkan hidupnya.


Jelita menyandarkan kepalanya di tembok dengan rambut acak-acakkan. Bajunya sampai basah akibat terkena oleh air mata yang terus berlinang.


" Kalian memang brengs*k," umpat Jelita sembari memukuli dadanya karena terlalu sesak.


Dert...derrrttt....


Jelita membiarkan ponselnya terus bergetar. Hatinya sangat tercabik-cabik hingga rasanya teramat sakit.


πŸ“±[ Jelita , dimana kau saat ini ? Aku ingin bertemu denganmu.] Angga


Jelita mengabaikan pesan dari Angga, dia lalu menghubungi sahabatnya.


πŸ“ž" Lili, tolong jemput aku sekarang," ucap Jelita sambil terisak-isak.


πŸ“ž" Jelita , kau kenapa ? Apakah ada yang sudah menyakitimu ?" tanya Lili di seberang telepon.

__ADS_1


πŸ“ž" Jemput aku dan jangan pernah mengatakan apapun dengan orang lain. Aku akan mengirimkan alamatnya lewat pesan ," kata Jelita dengan mata yang sudah sembab.


Sebisa mungkin Jelita menghentikan tangisnya. Namun sulit karena dadanya terasa sakit.


" Untuk apa aku hidup jika aku selalu saja di sakiti ? " ucap Jelita sembari menyembunyikan kepalanya diantara kedua kakinya. Bahkan tidak ada yang mencegah kepergiannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di apartemen


Dada Angga naik turun. Firasatnya semakin buruk, dia begitu mencemaskan Jelita.


Dia menduga kalau saat ini Jelita sudah tahu mengenai hubungan adiknya dan calon suaminya. Jika benar hal itu terjadi maka dia sangat takut kalau Jelita sampai bunuh diri.


Dari tadi dia menunggu informasi dari orang suruhannya , tapi mereka belum mendapatkan informasi apapun. Angga bergegas keluar dari apartemennya. Dia ingin mencari gadis itu dan berharap dia baik-baik saja.


Beberapa menit kemudian , anak buahnya menghubunginya. Setelah mendapatkan informasi, wajah Angga berubah menjadi merah padam.


" Brengs*k ! Mereka sungguh keterlaluan. Bagaimana kalau Jelita bunuh diri ? " ujar Angga dengan wajah yang begitu cemas.


Berkali-kali dia menghubungi Jelita , namun gadis itu tidak menjawab panggilan telepon darinya.

__ADS_1


" Jelita , hatimu sekarang pasti sangat terluka," gumam Angga dengan nada sendu.


__ADS_2