
Dua minggu kemudian.
Semenjak Mila menikah dengan Gilang , gadis itu sangat sulit di hubungi ataupun di temui. Dia juga sama sekali tidak tahu bagaimana sifat Gilang . Yang dia tahu Gilang adalah teman seangkatan Mila. Pria itu yatim piatu dan sangat miskin.
Dulu Gilang pernah menyatakan cinta pada Mila, namun gadis itu malah membully Gilang hingga pria itu menangis.
" Pa, aku sudah berkali-kali menghubungi Mila , tapi ponselnya nggak pernah aktif. Nomer Gilang juga tidak aktif. Tadi pagi aku datang ke rumah Gilang, tapi rumahnya kosong. Kata Bu Nisa, Gilang sudah lama pindah rumah. Pantas saja setiap aku kesana rumah itu selalu saja kosong. Padahal aku begitu merindukan Mila ," tutur Riska dengan raut wajah yang begitu sedih.
" Ibu juga mencemaskannya. Sepertinya Mila sedang dalam masalah. Bagaimana kalau Gilang menyakiti Mila ? Ini semua gara-gara kamu Andi. Seharusnya jangan izinkan Gilang membawa Mila pergi. Tapi kau malah mengizinkan pria miskin itu membawa cucuku pergi. Sekarang entah bagaimana keadaan cucuku ," ucap Nenek Anggi seraya meneteskan air matanya. Semenjak cucunya menikah dengan pria miskin itu , dia sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan cucunya.
" Mana mungkin aku melarang Gilang membawa Mila. Pria itu adalah suami Mila. Kalian tidak usah berpikir negatif dulu. Mungkin saja Mila dan Gilang sedang ada urusan. Tapi kalian tenang saja , besok aku sendiri yang mencari mereka," balas Andi meyakinkan istri dan Ibunya yang beberapa hari ini terus memikirkan putri kesayangannya.
" Andi, lebih baik kita sewa detektif untuk mencari Mila. Ibu rasanya tidak tenang memikirkan cucu Ibu," sahut Nenek Anggi dengan raut wajah yang terlihat setres.
" Iya , Pa. Lebih baik kita sewa detektif saja. Aku takut terjadi sesuatu pada Mila, " kata Riska yang seraya meneteskan air matanya. Dia sungguh mencemaskan putrinya itu. Hatinya mengatakan kalau Mila sedang tidak baik-baik saja. Dulu saat Mila menjadi istri Dion , gadis itu setiap hari menghubunginya . Tapi sekarang putrinya sudah dua minggu tidak menghubungi ataupun menemuinya. Padahal dia mengira kalau Mila akan menghubunginya setiap hari dan menceritakan apapun yang terjadi di rumah Gilang. Ternyata dugaannya salah. Dia yakin putrinya saat ini sedang membutuhkan bantuannya.
" Kalau menyewa detektif pasti perlu uang banyak, sedangkan tabunganku saat ini sudah habis aku pakai untuk acara pernikahan Mila kemarin," terang Andi menunduk. Apalagi akhir-akhir ini minimarketnya sedikit sepi , sedangkan pengeluarannya cukup banyak. Kepalanya sangat pusing memikirkan semuanya. Dulu saat Jelita masih berada di rumahnya, gadis itu sering membantu keuangannya dan bahkan Mila sering meminta uang pada gadis itu.
" Kalau begitu jual saja perhiasan Ibu agar bisa menyewa detektif," saran Nenek Anggi. Tabugannya juga saat ini telah habis di berikan pada Mila selama ini.
__ADS_1
" Sekalian jual perhiasanku juga ,Pa," sahut Riska. Demi putrinya apapun akan dia lakukan. Bahkan nyawanya sendiri dia berani memberikannya.
" Kamu serius ? " tanya Andi seraya menatap istrinya . Selama ini dia merasa beruntung menikahi Riska. Wanita itu selalu mengurus Mila dengan baik.
" Aku serius ,Pa. Aku sangat menyayangi Mila. Apapun pasti akan aku lakukan untuk putriku itu," balas Riska seraya menghapus air matanya.
" Baiklah kalau begitu. Tapi kalau uangnya masih kurang , aku terpaksa akan minta tolong pada Jelita. Aku yakin dia pasti mau membantu kita," terang Andi seraya menatap istri dan Ibunya secara bergantian.
" Ibu tidak setuju kau minta tolong pada gadis itu. Lebih baik kau minta tolong pada orang lain. Gadis itu pembawa sial . Apa kau mau keluarga kita kena sial ? " ujar Nenek Anggi yang beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan anak dan menantunya .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Bos, kapan Anda akan memberitahu Nona Jelita mengenai semua kebenarannya ? Kasihan Nona Jelita dari kecil hidup menderita ," ujar Yudi sembari menatap bosnya. Saat bosnya menceritakan semuanya , awalnya dia sangat sulit mempercayainya, karena Bosnya sama sekali belum pernah menikah. Namun tiba-tiba dia malah mendengar kalau Bosnya itu memiliki seorang putri yang seumuran dengannya. Siapapun yang mendengarnya pasti tidak akan percaya. Tapi dia memperhatikan wajah ayah dan anak itu , dia akhirnya sadar kalau wajah mereka sangat mirib
" Kalau aku bicara tanpa adanya bukti nanti Jelita malah membenciku. Saat ini aku ingin menunggu Murni sembuh karena hanya dia yang tahu hubunganku dengan Siska dulu. Setelah itu aku akan mengajak Jelita untuk melakukan tes DNA . Aku juga harus memastikan keamanan putriku. Kau kan tahu sendiri kalau sepupuku sangat jahat. Selama ini dia selalu menggagalkan pernikahanku agar aku tidak menikah dan memiliki keturunan. Kalau aku tidak menikah hingga selama- lamanya, maka jika suatu saat aku mati semua hartaku pasti akan jatuh di tangannya. Dari dulu dia selalu mengincar hartaku. Untung dia tidak tahu kalau aku memiliki seorang putri," tutur Tio sembari menatap foto Jelita.
" Anda memang benar Bos . Kalau Pak Awan sampai tahu Anda memiliki seorang putri , dia pasti akan menyuruh seseorang untuk membunuh putri Anda. Satu lagi bos , kemarin ada yang ingin menembak Nona Jelita saat Nona keluar dari kantornya. Tapi untung anak buahku bergerak cepat," ungkap seraya Yudi menunduk.
Kedua mata Tio langsung terbelalak lebar mendengarnya.
__ADS_1
" Siapa yang ingin membunuh putriku ?" teriak Tio dengan tatapan murka.
" Aku masih menyelidiki pelakunya Bos. Dan masalah orang yang menyebarkan foto Anda dan foto Nona Jelita di media aku sudah menemukan pelakunya," sahut Yudi.
" Siapa pelakunya ? " tanya Tio sembari menatap dengan tajam Yudi.
" Pelakunya adalah Nyonya Dewi Bos. Nenek Tuan Angga. Dan ini bukti-buktinya," terang Yudi sembari memberikan beberapa bukti foto pada Tio.
Tio menatap tiap lembar foto itu dengan wajah berapi-api.
" Wanita tua itu selalu membuat putriku tidak nyaman di rumahnya. Kalau sampai aku tahu Angga lebih membela Neneknya dari pada istrinya sendiri maka terpaksa aku akan membawa putriku ke rumahku. Aku dengar di rumah Angga sedang membutuhkan seorang pembantu . Lebih baik kau cari seseorang agar mau bekerja menjadi pembantu di rumah Angga . Setelah itu suruh dia mengawasi putriku. Tapi orang itu harus bisa ilmu bela diri agar bisa melindungi putriku," terang Tio.
" Baik ,Bos," sahut Yudi.
" Satu lagi, tolong kau suruh seseorang untuk mengawasi Nyonya Dewi, keluarga Andi dan sepupuku. Cari bukti semua kejahatan yang pernah di lakukan oleh sepupuku , agar aku bisa melaporkannya," perintah Tio
" Baik ,Bos," sahut Yudi dengan sopan.
" Sekarang tolong kau siapkan aku mobil. Aku mau pergi menemui Angga dan Jelita ,"perintah Tio lagi sembari bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Baik ,Bos ," sahut Yudi lagi yang kemudian keluar dari ruangan Bosnya.