
Satu bulan kemudian...
Acara akad nikah William dan Alessia di gelar di sebuah ballroom hotel berbintang yang berlangsung sakral. Kini William dan Alessia sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata Agama dan Negara. Usai mengucapkan ijab qobul , mereka langsung mengadakan jamuan untuk tamu undangan dengan menu - menu yang mewah.
Sebelumnya , ada banyak kendala yang di hadapi oleh pasangan pengantin tersebut. Dimulai dari konflik kecil , sedang , dan konflik yang berat. Tapi mereka berhasil melewati itu semua.
Banyak tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan William dan Alessia untuk memberi ucapan selamat dan mendoakan pasangan itu. William sangat yakin kalau Alessia adalah wanita yang di pilihkan oleh Tuhan untuknya. Begitu pun dengan Alessia , dia sangat yakin kalau William pria yang di pilihkan oleh Tuhan untuknya. Alessia yang awalnya trauma dengan seorang pria tapi setelah mengenal William traumanya pun sembuh.
Dan di sinilah mereka berdiri, di atas pelaminan menyalami tamu undangan yang memberi ucapan selamat pada mereka.
" Selamat, untuk kalian berdua. Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan abadi yang dapat membawa kebahagian bagi orang - orang sekitar," ucap Jelita seraya menatap William dan Alessia secara bergantian.
__ADS_1
" Terima kasih , Jelita ." Balas Alessia sambil tersenyum.
" Alessia , William . Hari pernikahan kalian tentu saja hanya sesaat, tetapi pernikahan kalian semoga akan selalu langgeng hingga maut memisahkan. Dan ini hadiah dariku dan Jelita. Semoga kalian menyukainya," kata Angga sembari memberikan hadiahnya pada William.
Wiiliam menerima hadiah dari Angga dan Jelita. Dia lalu membukanya. " Tiket bulan madu ke Paris ? " ujar William dengan mata membulat.
Begitu pun dengan Alessia , dia sangat terkejut melihat hadiah yang di berikan oleh Angga dan Jelita. Dari dulu dia ingin sekali pergi ke Paris , tapi tak pernah ada waktu . Dan sekarang Angga dan Jelita malah memberikannya tiket bulan madu ke Paris. Apakah mereka tahu kalau dirinya ingin sekali pergi ke Paris ? Tapi siapa yang membertahu mereka ? Apakah Mamanya yang telah memberi tahunya ?
" William , Alessia , tidak ada pernikahaan yang ideal di dunia ini, tapi pernikahan yang bahagia adalah ketika dua insan bisa saling menerima dan melengkapi satu sama lain akhirnya memutuskan bersama. Selamat menempuh hidup baru untuk kalian, dan ini hadiah dari Papa untuk kalian," ujar Tio sambil memberikan hadiahnya pada William dan Alessia.
William langsung membuka hadiah yang di berikan oleh Tio dan menatap hadiah itu cukup lama. " Ini kunci rumah ? Papa ingin mengusirku dari rumah ini ? Jelita boleh tinggal dengan Papa tapi kenapa Papa memberikanku sebuah rumah ? " tanya William dengan raut wajah marah.
__ADS_1
" Jangan salah paham, Papa sangat senang jika kalian tinggal bersama Papa , tapi biasanya seseorang yang sudah menikah pasti ingin tinggal bersama pasangannya dan buah hatinya . Jika suatu saat nanti kau berniat ingin tinggal berdua dengan istrimu kau bisa menempati rumah pemberian Papa," terang Tio sembari tersenyum.
" Pa , kami sudah memutuskan akan terus tinggal di rumah Papa. Kami tak akan meninggalkan Papa sendiri," sahut William sembari memeluk Tio. Mana mungkin dia tega meninggalkan Papanya.
" Iya , Pa . Kami akan tinggal bersama Papa," sahut Alessia seraya tersenyum.
* Itulah kisah perjalanan hidup dari seorang gadia bernama Jelita yang kini hidup bahagia setelah menemukan cinta sejatinya.
💐 Tamat 💐
🌹Akhirnya novel berjudul 'Calon Suamiku diambil Adikku' tamat juga 🎉 Aku mau mengucapkan rasa terima kasih untuk semua pembacaku yang sudah mengikuti novel ini. Dan jangan lupa mampir di novel baru author yang berjudul ' Suami Pengganti untuk Chiara '.
__ADS_1