
Saat sedang asyik membicarakan tentang kehamilan Jelita, tiba-tiba ada seseorang yang datang ke rumah Tio.
" Maaf ,Tuan. Ada seorang pria yang datang mencari Anda," ucap Bi Asih pada Tio.
" Ada yang mencariku ? Memangnya siapa yang bertamu sepagi ini ?" gumam Tio merasa bingung.
" Sepertinya yang datang adalah Angga , Pa. Pasti dia sudah tahu kebenarannya dari media. Lalu sekarang dia datang kemari ingin minta maaf," tebak William.
" Papa juga berpikir begitu. Kalau begitu ayo kita temuin dia," ajak Tio yang langsung pergi ke ruang tamu di ikuti oleh William dan Jelita di belakangnya.
Setelah sampai di ruang tamu, mereka begitu terkejut karena yang datang bukanlah Angga melainkan Andi.Tio menatap Andi dengan raut wajah yang merah padam. Entah mau apa Andi datang ke rumah Tio. Tapi dari wajahnya Andi terlihat sangat ketakutan.
" Jelita , William , masuklah ke kamar kalian ," ucap Tio pada mereka. Dia tak ingin Jelita mendengar percakapannya dengan Andi. Kalau Jelita mendengar percakapannya , pasti gadis itu akan merasa kasihan pada Andi.
" Iya , Pa," sahut Jelita dan William bersamaan.
" Untuk apa kamu datang kemari ? " tanya Tio. Setiap melihat wajah Andi ,dia selalu ingin memukul wajah pria itu.
" Tuan, tolong maafkan aku ! Aku mengaku salah karena sudah menyiksa Jelita selama ini. Tolong jangan penjarakan aku ! Kalau aku di penjara , lalu bagaimana nasib putriku ? Ibuku juga saat ini sedang sakit," terang Andi berlutut di kaki Tio. Saat ini dia sudah tidak punya harga diri lagi. Dia berharap dengan berlutut di kaki Tio , pria itu mau memaafkannya.
" Mau bagaimanapun keadaan keluargamu , itu adalah urusanmu bukan urusanku. Jadi lebih baik kau pergi dari sini," usir Tio dengan ekspresi wajah mengeras.
" Saya mohon ,Tuan. Tolong maafkan saya ! Saya janji setelah ini saya tidak akan mengganggu keluarga Anda. Kalau Anda mencabut laporannya , maka saya akan memberitahu Anda sebuah rahasia. Rahasia ini hanya aku dan Siska yang mengetahuinya," terang Andi memberi tawaran.
"Rahasia ? " ujar Tio seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia kira sudah tidak ada lagi yang di sembunyikan oleh Andi, tapi ternyata dugaannya salah. Sebenarnya apalagi yang disembunyikan oleh almarhum Siska dan Andi ?
" Ya, Tuan. Sebenarnya masih ada satu rahasia yang masih aku simpan hingga sekarang. Aku sudah tidak kuat lagi menyimpan rahasia ini. Apalagi almarhum Siska selalu mencariku di dalam mimpi. Almarhum Siska selalu menangis dan memintaku agar memberitahu semua kebenarannya," ucap Andi menunduk.
__ADS_1
" Kalau begitu cepat katakan padaku, apalagi yang kau sembunyikan selama ini ,"teriak Tio seraya menarik kerah baju Andi.
" Aku akan memberitahu rahasia itu asalkan Anda mencabut laporannya," kata Andi.
Tio mengepalkan kedua tangannya. Dia semakin emosi dengan Andi.
" Baiklah, aku akan mencabut laporannya. Kalau begitu cepat katakan padaku rahasia apa lagi yang kau sembunyikan selama ini," ucap Tio seraya menatap tajam Andi yang masih menunduk.
Andi diam beberapa menit, wajahnya terlihat pucat. Dia terlihat semakin ketakutan. Dia bahkan hanya menunduk dan tak berani menatap Tio.
" Kenapa malah diam saja ? Cepat katakan ? " teriak Tio dengan amarah yang meledak-ledak.
" Ma_maafkan aku ,Tuan. Ini semua salahku. Saat itu aku terlalu di butakan oleh uang , hingga aku melakukan hal itu," ucap Andi.
" Maksudmu apa ? Lebih baik cepat katakan," teriak Tio seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia sungguh tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Andi.
Bagaikan di sambar petir, Tio sangat terkejut mendengar ucapan Andi. Andi mengatakan kalau Siska melahirkan bayi kembar fraternal. Apakah itu artinya Jelita memiliki saudara kembar ?
" Tolong jelaskan dengan jelas ! Apa maksudmu mengatakan kalau almarhum Siska melahirkan bayi kembar fraternal ? " ujar Tio yang masih tidak mengerti.
" Sebenarnya anakmu terlahir kembar fraternal. Yang pertama adalah laki-laki dan yang kedua adalah perempuan yaitu Jelita," terang Andi lagi dengan menunduk.
" Apa ? " ucap Tio dengan suara keras. Kedua matanya membulat. Dia benar-benar terkejut dengan ucapan Andi. Kalau Jelita terlahir kembar lalu kenapa Murni tidak mengatakan hal itu ? Apa Murni tidak mengetahui kalau Siska mengandung bayi kembar ?
William dan Jelita yang ada di kamarnya hingga keluar lagi karena mendengar suara Papanya yang terdengar cukup keras.
" Pa, apa yang terjadi ? " tanya Jelita dengan raut wajah khawatir.
__ADS_1
" Pa, apa yang di katakan oleh Pak Andi ? Suara Papa terdengar hingga di kamarku," ucap William seraya menatap Tio.
" Andi mengatakan kalau Jelita memiliki saudara kembar,"balas Tio yang masih tetlihat syok mendengar ucapan Andi.
Raut wajah Jelita pun terlihat sangat terkejut setelah mendengarnya.
" Itu tidak mungkin ,Pa. Dulu Pak Andi pernah memberikan sebuah rekaman video saat Mama melahirkan. Dia pasti berbohong," ucap Jelita tidak percaya.
" Aku memang pernah memberikan rekaman video saat Mamamu melahirkan , tapi video itu sudah terpotong. Aku sengaja memotong video itu agar tidak ada yang tahu kalau Siska melahirkan bayi kembar. Dan ini adalah video yang asli," terang Andi seraya memberikan sebuah video yang asli pada Tio.
Tio lalu membuka video itu. Matanya membulat melihat video itu. Begitupun dengan Jelita dan William.
" Kenapa Murni tidak tahu kalau Siska melahirkan bayi kembar ? " tanya Tio dengan raut wajah penasaran.
" Aku yang melarang Siska agar tidak memberitahu Mbak Murni. Aku juga masih menyimpan surat keterangan kelahiran yang Siska dapat dari rumah sakit," terang Andi seraya memberikan surat itu pada Tio. Tio membuka surat itu pelan-pelan. Di dalam surat itu memang benar tertulis kalau almarhum Siska melahirkan bayi kembar .
" Lalu di mana kau bawa putraku ? " tanya Tio dengan mata melotot
" A_aku sudah menjual putramu. Aku terpaksa melakukannya . Ibuku saat itu selalu menyuruhku agar aku membeli sebuah rumah yang besar , sedangkan aku sama sekali tidak memiliki uang . Jadi aku jual putramu dan uangnya aku gunakan untuk membeli rumah. Ketika bayi itu baru saja di lahirkan, orang yang ingin membelinya sudah datang mengambilnya. Bahkan Siska tidak sempat melihat putranya sendiri. Saat itu Siska sama sekali tidak setuju ketika aku ingin menjual putranya.Tapi aku mengancamnya. Siska juga hampir setiap hari menangis karena memikirkan putranya. Tapi aku tidak pernah memperdulikannya," ucap Andi menunduk dan dengan tubuh gemetar. Rasa takut terlukis dengan jelas di wajahnya.
Mereka semakin terkejut mendengar ucapan Andi, begitu pun dengan Jelita. Dia tidak menyangka kalau Andi begitu tega melakukan hal itu . Apalagi pada seorang bayi yang baru lahir.
" Dasar msnusia tak punya hati," teriak Tio dengan raut wajah berapi-api. Dia beranjak dari tempat duduknya dan kembali menarik kerah baju Andi lalu memukulnya dengan cukup keras .
Jelita dan William yang melihatnya langsung menghentikan Papanya.
" Pa, hentikan ! " teriak Jelita dan William. Mereka berusaha menghentikan Papanya.
__ADS_1
Tio akhirnya berhenti memukul Andi. Wajah Andi sudah babak belur karena mendapatkan pukulan yang sangat keras. Tio lalu duduk dan menyandarkan punggungnya di sofa. Air matanya langsung menetes begitu saja. Wajahnya terlihat sangat sedih.