
Namun , Mila langsung menyangkal meskipun memang itulah kenyataannya.
" Jangan asal bicara. Saya tidak sepicik itu ! " sergah Mila tak terima.
" Lalu apa ? Kapan aku melakukan hal itu ? Kenapa kau melakukan hal yang sangat memalukan seperti ini ? Tidak adakah rasa malu dalam dirimu dengan memperlihatkan video seperti ini ? Kamu bisa lihat tanggal yang ada di rekaman video itu ? Pada hari dan waktu yang tertera di video itu aku dan Angga sedang pergi ke butik untuk mencoba gaun pengantin. Saat itu juga kita berpapasan di depan butik. Harusnya kau masih ingat kejadian itu," tutur Jelita dengan tenang, meskipun hatinya sangat sakit atas semua yang di lakukan oleh Mila.
Mata Mila membulat mendengarnya.
" Sial ! Kenapa bisa gagal lagi ? Ternyata orang suruhannya Nenek sangat bodoh. Seharusnya mereka menghapus hal-hal yang ada di video itu," gumam Mila dalam hati.
" Sudahlah,lebih baik kau urus dirimu sendiri. Tidak usah mengurus hidup orang lain," ujar Angga seraya tersenyum.
Namun, bukan Mila namanya jika langsung menyerah begitu saja meskipun sudah gagal berkali-kali.
" Kalian boleh saja menganggap jika itu adalah hasil editan, tapi video itu beneran asli. Kalian bisa cek sendiri ke pakar telematika untuk mengetahui keasliannya! " tantangnya.
Mila masih berusaha meyakinkan Angga dan keluarganya agar percaya dengan apa yang dia tunjukkan, tapi sebenarnya wanita itu merasa takut jika nanti keluarga Wijaya benar-benar melakukan apa yang dia sarankan.
" Tidak perlu melakukan itu ! " sela seseorang yang baru saja datang ke tempat itu.
__ADS_1
Mila berbalik badan menatap seseorang yang saat ini sedang berjalan ke arahnya, " Raka! " ucapnya kaget saat melihat kekasihnya yang datang.
" Kalian semua tidak usah percaya dengan apa yang ditunjukkan oleh Mila, semua ini hanya rekayasa dia. Jelita , aku minta maaf atas semua kesalahanku. Aku memang pria bodoh karena mudah percaya dengan gadis seperti Mila," ucap Raka sembari menatap Jelita.
Semua orang menatap ke arah Raka.
" Selama ini aku pikir Mila benar-benar mencintaiku, tapi akhirnya aku tahu apa maksud dan tujuannya. Maafkan aku Jelita, aku sudah menyakiti hatimu. Video ini memang hasil editan. Wanita yang ada di video itu memang bukan Jelita, tapi Mila sendiri. Aku melakukannya dengan Mila, bukan dengan Jelita," kata Raka. Dia merasa sangat malu harus mengaku di depan banyak orang seperti saat ini, tapi dia juga tidak mau Jelita yang tidak tahu apa-apa mendapat masalah karena keegoisan seorang Mila.
" Apa ?" Semua orang tersentak dan tak percaya dengan pengakuan Raka.
" Dan ini adalah video aslinya yang aku ambil secara diam-diam dari ponsel Mila," ujar Raka seraya menyerahkan ponsel miliknya pada Jelita.
Jelita dan Angga sangat terkejut melihat video itu.
" Sangat memalukan sekali ! " cibir salah satu anggota keluarga Pak Rangga seraya menatap Mila dengan sinis.
" Ayo kita pulang ! Tidak ada gunanya meladeni orang tidak waras seperti ini," timpal yang lainnya.
" Sebenarnya aku kasihan padamu, sampai segitunya kamu ingin mempermalukanku. Tapi kamu lihat apa yang terjadi sekarang ? Senjata yang kamu gunakan justru berbalik ke tuannya sendiri," ujar Jelita.
__ADS_1
Mila sudah tidak bisa berkutik lagi, semua usahanya kembali gagal dan selalu gagal. Dia juga sangat malu karena orang lain telah mengetahui kalau wanita yang ada di video itu adalah dirinya sendiri.
" Angga, ayo pulang ! " seru Pak Rangga
" Iya, Pa." Angga menatap Jelita seraya mengerjapkan matanya.
Angga dan keluarganya pergi meninggalkan Mila dan Riska yang masih terdiam membisu di tempat.
Setelah semua orang pergi dari tempat itu, Mila menjambak rambutnya dengan kasar. Melampiaskan kekesalannya pada dirinya sendiri.
" Akh...kenapa jadi seperti ini ? Bukan ini yang aku harapkan ! " ucap Mila seraya mengepal erat tangannya hingga jari-jari kukunya memutih.
Tadinya dia sudah berkhayal bisa membuat Jelita terusir dari keluarga Wijaya. Namun yang terjadi malah sebaliknya.
" Sayang, lebih baik kita pulang dulu. Kita bicarakan semua ini di rumah," kata Riska yang merusaha menenangkan Mila.
" Ma, aku tidak terima dengan semua ini. Aku malu , Ma. Aku juga takut di penjara," ucap Mila yang kemudian meneteskan air matanya . Dia memeluk Riska sembari menangis.
" Sayang, kamu tidak akan di penjara. Biar Mama yang mengurus semua itu. Sekarang lebih baik kita pulang dulu," sahut Risa.
__ADS_1