Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Belum ketemu


__ADS_3

Besoknya.


" Pa , lalu bagaimana ? Apakah anak buah Papa sudah menemukan pelayan itu ? " tanya William dengan raut wajah yang tidak tenang. Kenapa sepertinya sulit sekali menemukan pelayan itu ? Dia sudah tak sabar ingin bertanya dengan pelayan itu. Dia bahkan sampai tidak tidur kemarin malam karena memikirkan semua ini. Kira - kira siapa yang melakukan semua ini ? Dan untuk apa orang itu melakukan ini semua ?


" Tenanglah ! Anak buah Papa masih mencari pelayan itu. Saat ini pelayan itu berusaha bersembunyi dari kita," ucap Tio seraya menepuk bahu William.


" Sabar ya , Kak. Mudah-mudahan anak buah Papa segera menemukan pelayan itu. Aku juga sangat penasaran, kira-kira siapa yang menyuruh pelayan itu melakukan semua ini ? Dan sepertinya dia dibayar dengan sangat mahal ," kata Jelita sembari menggenggam tangan William. Dia sungguh kasihan dengan kakaknya. Baru saja William memiliki seorang kekasih tapi malah sudah mendapatkan masalah seperti ini. Untung saja Alessia percaya dengan rekaman CCTV yang di kirim oleh William, kalau tidak ada rekaman CCTV itu mungkin Alessia sampai sekarang masih marah dengan kakaknya.


" Di manapun dia bersembunyi , cepat atau lambat anak buah Papa pasti akan segera menemukannya. Tadi anak buah Papa mengatakan kalau kemarin malam pelayan itu menginap di sebuah hotel, tapi jam tujuh pagi dia sudah cek out dari hotel tersebut," terang Tio seraya menatap ponselnya.


" Berarti pelayan itu masih ada di kota ini ? " ujar William seraya menatap Papanya.


" Iya , benar. Jika dia masih di kota ini maka kita pasti akan menemukannya. Karena itu Papa sangat yakin kalau anak buah Papa pasti akan segera menemukan pelayan itu . Lalu bagaimana hubunganmu dengan Alessia ? " tanya Tio seraya menaikkan alisnya. Dari kemarin William sama sekali tak membicarakan mengenai Alessia , sedangkan dia dari kemarin sangat mengkhawatirkan hubungan mereka. Dia takut Alessia tak percaya dengan rekaman CCTV yang putranya kirimkan , apalagi Alessia baru saja sembuh dari traumanya. Dia takut Alessia membatalkan pernikahannya. Kalau Alessia membatalkan pernikahannya , maka William pasti tak akan mau menikah seumur hidupnya.


" Papa tenang saja, Alessia sudah percaya denganku setelah dia melihat hasil rekaman CCTV yang aku kirim," sahut William. Walaupun Alessia sudah percaya dengannya tapi dia akan tetap mencari pelayan itu. Dia tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi dan mengganggu hubungannya dengan Alessia, atau mungkin menghancurkan hubungannya dengan Alessia ke depannya.

__ADS_1


" Bagus kalau begitu, Papa senang mendengarnya. Lalu bagaimana dengan rencana pernikahan kalian ? Apakah pernikahan kalian mau dipercepat ? " tanya Tio lagi dengan raut wajah penasaran.


" Sepertinya aku tak ingin pernikahanku dipercepat. Aku ingin pernikahanku dilakukan setelah Jelita melahirkan. Aku hanya takut ketika acara pernikahanku Jelita malah ingin melahirkan," ucap William seraya menatap ke arah adiknya. Saat ini Jelita memang semakin kesulitan kalau beraktivitas dan bergerak, dia juga kesulitan kalau tidur.


" Kau memang benar. Wajar Jelita seperti itu, karena saat ini ada dua bayi di dalam perutnya," balas Tio seraya menatap Jelita yang saat ini tidur di sofa. Karena di malam hari selalu kesulitan tidur , Jelita bahkan sampai tak sadar sudah memejamkan matanya di sofa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman Handoko.


" Sial , rencana kita malah gagal karena wanita itu," teriak Handoko dengan raut wajah yang merah padam.


" Padahal rencana kita hampir saja berhasil . Coba dia tidak datang , mungkin sekarang Tio sudah merencakan pernikahanmu dengan putranya. Sepertinya kita harus menyingkirkan calon istri William itu. Semasih dia ada, maka rencana kita pasti akan gagal terus," ucap Handoko seraya menaruh ponselnya dengan sangat kasar.


" Papa memang benar. Lalu apa rencana Papa sekarang ? " tanya Kayra dengan raut wajah penasaran. Sebenarnya dia juga berpikir ingin menyingkirkan calon istri William, namun dia bingung bagaimana caranya menyingkirkan wanita itu.

__ADS_1


" Papa akan membayar seseorang untuk membunuh wanita itu, lalu mayatnya kita buang ke jurang agar tidak ada jejak sama sekali," ucap Handoko dengan begitu yakin.


"Pa, lalu bagaimana dengan pelayan itu ? " tanya Kayra seraya menaikkan sebelah alisnya. Bagaimana jika pelayan itu berhasil di tangkap oleh anak buah Tio ? Jika pelayan itu berhasil ditangkap maka Tio pasti akan bertanya pada pelayan itu mengenai siapa yang menyuruhnya melakukan semua itu. Jika pelayan itu bicara jujur maka dia dan Papanya pasti akan di kirim ke penjara oleh Tio. Dia tak mau berada di penjara. Dia tak sudi tinggal di tempat menjijikkan seperti itu. Kalau dia berada di penjara maka dia takkan bisa pergi ke salon , pergi shopping, tidur nyenyak di kasur yang empuk, dan makan - makanan yang enak di restoran yang sangat mahal.


" Kamu tenang saja, Papa sudah menyuruh pelayan itu bersembunyi di tempat yang aman," sahut Handoko yang mendadak melamun. Sebenarnya di hatinya ada sedikit perasaan takut, dia takut pelayan itu ditangkap oleh anak buah Tio. Apalagi anak buah Tio saat ini ada di mana- mana. Walaupun pelayan itu sudah berjanji tak akan memberitahu pada siapapun kalau yang menyuruhnya melakukan itu adalah dirinya, tapi dia tetap merasa takut. Dia takut pelayan itu mengingkari janjinya. Kalau pelayan itu mengingkari janjinya maka semuanya akan hancur.


" Aku yakin Om Tio pasti akan terus mencari pelayan itu hingga dia mendapatkannya. Bagaimana kalau pelayan itu sampai tertangkap ? " tanya Kayra dengan raut wajah yang sangat cemas.


" Kemarin Papa sudah menyuruh pelayan itu bersembunyi di tempat yang aman. Mudah-mudahan pelayan itu tidak tertangkap. Kalau pelayan itu sampai tertangkap dan memberitahu semuanya maka kita pasti akan masuk penjara atau kita mungkin akan menjadi gembel,"sahut Handoko seraya menatap putrinya.


"Hah ? Gembel ? Aku tak mau menjadi gembel , Pa. Semua teman-temanku pasti akan langsung menjauhiku jika kita menjadi gembel. Kalau begitu lakukan sesuatu , Pa ? Sebelum semuanya terlambat," kata Kayra dengan raut wajah takut.


" Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi dari sini. Kita jual rumah ini, lalu kita pergi ke luar kota . Kalau keadaannya sudah aman , kita baru kembali lagi ke kota ini untuk menjalankan rencana kita selanjutnya. Bagaimana ? Apakah kamu setuju dengan rencana Papa ini ?"tanya Handoko lagi. Hanya ini solusi satu-satunya agar Tio tak bisa menemukannya.


" Aku setuju , Pa, " sahut Kayra.

__ADS_1


" Kalau begitu ayo kita bersiap-siap," ajak Handoko seraya beranjak dari tempat duduknya.


" Iya , Pa, " sahut Kayra yang juga beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya. Dia memasukkan semua baju-bajunya yang ada di dalam lemarinya ke dalam koper. Begitupun dengan Handoko , dia juga memasukkan semua baju-bajunya ke dalam koper. Tidak lupa dia juga memasukkan beberapa surat-surat penting ke dalam kopernya.


__ADS_2