
Kediaman Pak Andi.
" Nek, aku tidak mau mengganggu pernikahan Jelita. Aku juga tidak mau memiliki suami seperti Angga. Dia memang begitu tampan dan kaya , tapi dia sangat dingin dan juga sangat kasar padaku. Bahkan aku hampir di bunuh olehnya. Belum jadi suamiku saja dia sudah seperti itu apalagi kalau aku beneran menikah dengannya," terang Mila dengan raut wajah ketakutan sambil membayangkan apa yang di lakukan oleh Angga kemarin malam.
Nenek Anggi menghela nafas dengan kasar ." Kemarin Nenek sudah memberitahumu berkali-kali agar tidak membuat rencana seperti itu. Tapi kamu susah sekali di beritahu. Lebih baik kamu jalankan rencana dari Nenek saja," sahut Nenek Anggi sembari menaikkan kakinya ke atas meja. Kemarin dia memang tidak setuju dengan rencana Mila tersebut, tapi Mila tidak mau mendengarkan ucapannya sama sekali.
" Aku tidak mau Nek, aku takut. Aku hampir mati dan hampir di penjara gara-gara pria itu," tolak Mila dengan tegas. Setelah kejadian kemarin, dia sangat takut dengan Angga. Menurutnya Angga memang sangat sempurna , tapi dia tidak menyukai sifat pria itu. Apalagi Angga menderita OCD ringan , jadi mana mungkin dia bisa mendapatkan pria itu. Baginya itu sangatlah mustahil terjadi.
"Lalu kamu akan membiarkan Jelita hidup bahagia begitu ? " tanya Nenek Anggi dengan mata membulat.
" Iya, Nek. Dia sangat sulit di dapatkan jadi lebih baik biarkan saja dia menikah dengan Jelita. Aku nggak mau mati muda hanya karena pria itu. Lebih baik mencari pria lain. Aku yakin pasti ada pria yang lebih kaya dari Angga," ucap Mila sembari mengambil ponselnya yang ada di atas meja.
"Nenek tidak setuju. Kamu harus menggagalkan pernikahan Jelita. Masa kamu mau kalah dengan gadis pembawa sial itu. Kamu harus ingat, gara-gara dia Mama dan Kakekmu meninggal. Kamu tenang saja, kalau Jelita sampai melaporkanmu maka Nenek yang akan menggurusnya," kata Nenek Anggi sembari menatap Mila dengan tajam.
" Nenek memang benar. Gara-gara dia Mama meninggal. Saat aku merindukan almarhum Mama aku hanya bisa melihat fotonya dan tidak bisa memeluknya. Ketika Mama masih ada dia selalu menamaniku bermain. Ketika tidur dia selalu menemaniku sambil mengusap kepalaku. Di sekolah, aku selalu di ejek sama teman-temanku karena tidak memiliki Mama. Usiaku saat itu lima tahun, masih sangat butuh sosok seorang Mama. Untung Papa menikah lagi. Saat aku tahu kalau Papa akan menikah lagi ,aku sangat takut. Aku takut Mama tiriku jahat seperti yang ada di film-film. Tapi ternyata Mama Riska sangat baik padaku. Dia begitu menyayangiku. Apapun yang aku minta dia selalu menuruti permintaanku," terang Mila .
" Kalau begitu besok kamu harus menggagalkan pernikahan Jelita.Jangan biarkan gadis pembawa sial itu hidup bahagia," kata Nenek Anggi . Dia akan berusaha membuat hidup Jelita menderita bagaimanapun caranya.
"Aku takut ,Nek. Bagaimana kalau rencana kita gagal lagi ? Kalau rencana kita gagal lagi , maka Angga pasti tidak akan tinggal diam," ujar Mila dengan raut wajah takut. Dia takut kejadian kemarin malam terulang lagi.
" Kalau rencana kita gagal lagi maka kita bunuh saja Jelita. Setiap melihat wajahnya Nenek selalu ingin marah dan menamparnya,"sahut Nenek Anggi dengan raut wajah yang marah.
__ADS_1
" Baiklah ,Nek. Besok aku akan datang ke pernikahan Jelita dan menggagalkan semuanya." Jawab Mila
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di hotel.
" Kenapa kamu tidak cerai saja dengan Andi ? Apa yang kamu harapkan dari pria tua itu ? " tanya Tio. Sudah beberapa bulan ini pria itu menjalin hubungan dengan Riska. Walaupun dia tahu kalau Riska telah memiliki suami, tapi dia tetap menaruh hatinya pada wanita itu. Menurutnya Riska sangat cantik dan awet muda.
" Saat ini aku memang sudah tidak mencintai suamiku. Dia sudah tidak seperti dulu lagi. Dia sudah tidak pernah mau melayaniku. Setiap malam dia pasti langsung tidur tanpa peduli padaku. Aku merasa menyesal menikah dengan pria tua seperti dia. Dulu aku sengaja menikah dengan pria tua, karena aku kira pria tua orangnya perhatian dan bisa melayaniku tapi ternyata tidak. Apalagi dia selalu ingat dengan almarhum istrinya. Aku tidak pernah ada tempat di hatinya," sahut Riska dengan raut wajah sedih.
" Kalau begitu lebih baik tinggalkan saja pria tua itu dan menikahlah denganku. Aku janji akan selalu melayanimu," ucap Tio sembari mengusap rambut Riska.
" Mau sampai kapan hubungan kita seperti ini ? Aku juga ingin menikah denganmu seperti orang lain," balas Tio dengan wajah yang merah padam. Selama ini dia hanya bisa bertemu Riska di hotel, itupun hanya sebentar. Setelah selesai bercinta wanita itu pasti langsung pergi meninggalkannya. Padahal dia ingin sekali bersama wanita itu seharian penuh.
" Hmmm, sabar ya sayang. Tunggu sampai putriku itu menikah dan hidup bahagia dengan suaminya. Saat ini dia masih membutuhkanku," sahut Riska yang berusaha meyakinkan Tio.
" Baiklah . Aku akan menunggumu asalkan kita selalu bertemu di sini," ucap Tio yang kemudian mengecup kening Riska.
Tiba-tiba ponsel Riska bergetar, dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Ternyata Mila yang menghubunginya.
π" Halo ,Ma ? Mama lagi dimana ? " tanya Mila dari seberang telepon.
__ADS_1
π" Mama lagi arisan. Memangnya ada apa sayang ? " tanya Riska sembari menaikkan sebelah alisnya.
π" Ma aku mau shopping . Aku mau membeli baju untuk aku pakai besok ke acara pernikahan Jelita . Mama ada uang nggak ? " tanya Mila
π" Ada sayang. Kalau begitu kamu shopping sama Mama ya ? Kebetulan Mama sekarang sudah selesai arisan,"
π" Boleh ,Ma. Makasih ya ,Ma ? Mama memang yang terbaik. Kalau begitu aku siap-siap dulu sambil nunggu Mama," sahut Mila sembari tersenyum senang.
π"Sama-sama sayang," balas Riska yang kemudian menutup sambungan teleponnya.
Setelah menutup sambungan telepon itu , Riska lalu merapikan pakaiannya dan juga rambutnya.
" Sayang aku minta uang dong ? Aku mau shopping sama anakku," ucap Riska sembari duduk dipangkuan Tio.
" Ambillah kartu ini," kata Tio sembari memberikan sebuah kartu yang diambil dari dompetnya.
" Terima kasih ,sayang . Aku sayang banget sama kamu," kata Riska yang langsung memeluk pria itu dengan begitu erat.
" Aku juga sangat menyayangimu. Besok datanglah lebih awal. Aku ingin bersamamu lebih lama," balas Tio sembari menatap wajah Riska. Dia merasa tidak puas bertemu dengan wanita itu.
" Besok aku akan bersamamu lebih lama. Aku akan membuat alasan pada suamiku agar bisa bersamamu lebih lama. Kalau begitu aku pergi dulu," sahut Riska yang kemudian mengecup pipi pria itu.
__ADS_1