Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Kedatangan Mila dan Nenek Anggi


__ADS_3

Kediaman Tio


Ketika Tio dan William baru selesai sarapan , tiba - tiba Bi Asih menghampirinya.


" Maaf , Tuan. Ada yang mencari Anda. Sekarang mereka menunggu di ruang tamu," terang Bi Asih seraya menatap majikannya.


" Siapa , Bi ? " tanya Tio seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Bibi juga tidak tahu , Tuan. Seorang Nenek dan seorang gadis muda , " sahut Bi Asih menjelaskan.


Raut wajah Tio semakin penasaran mendengarnya. Kira - kira siapa yang datang bertamu ke rumahnya ?

__ADS_1


" Tolong buatkan mereka minuman dulu , Bi. Sebentar lagi saya akan kesana ," ujar Tio .


Tak berselang lama , Tio lalu pergi ke ruang tamu. Setelah sampai di sana dia memperhatikan dengan seksama tamu yang saat ini sedang duduk di ruang tamu. Setelah di perhatikan dengan baik ternyata mereka adalah Nenek Anggi dan Mila. Yang membuatnya semakin terkejut adalah fisik Nenek Anggi dan Mila. Tubuh Nenek Anggi sangat kurus sekali, dan wajahnya juga terlihat sangat pucat. Begitu juga dengan Mila, tubuh gadis itu sangat kurus dan kulitnya juga terlihat lebih hitam dari yang dulu.


" Untuk apa kalian datang ke rumahku ?" tanya Tio yang masih dalam posisi berdiri.


" Aku datang kemari karena ada hal penting yang harus kita bicarakan," kata Nenek Anggi seraya menatap Tio yang masih berdiri.


" Hal penting ? Aku rasa semuanya sudah selesai dan aku juga tak ingin berhubungan lagi dengan keluarga kalian," balas Tio seraya duduk di sofa sambil terus menatap Nenek Anggi dan Mila secara bergantian. Entah hal penting apa yang ingin mereka katakan , tapi firasatnya mengatakan kalau mereka sedang merencanakan sesuatu. Dia harus berhati-hati menghadapi keluarga Andi . Mereka adalah orang yang sangat jahat. Di pikiran mereka hanyalah kekayaan. Tapi mereka tak pernah bisa mencari kekayaan itu dengan keringatnya sendiri. Mereka hanya bisa memandang kekayaan orang lain lalu berpikir ingin memilikinya. Mereka memang keluarga pemalas. Kalau menginginkan sesuatu seharusnya mereka bekerja lebih keras lagi agar bisa memiliki sesuatu yang mereka inginkan . Bukannya malah merebut milik orang lain. Seperti halnya yang dilakukan oleh Mila selama ini pada putrinya. Wanita itu selalu merebut apapun yang dimiliki oleh Jelita.


" Memang ada apa dengan putriku ? Aku rasa putriku saat ini baik-baik saja. Dia juga saat ini sedang pergi berlibur," terang Tio menjelaskan .

__ADS_1


" Dari kecil keluarga kami yang membesarkan putrimu itu . Sudah banyak uang yang kami keluarkan untuk membesarkan putrimu itu. Dari biaya lahiran hingga dia kuliah kami yang setiap hari bersusah payah mencari uang untuk semua biayanya. Di saat-saat putrimu membutuhkanmu kau tak ada di sampingnya , tapi setelah putrimu bekerja kau malah datang mengambilnya dari kami . Kau juga telah berani mengambil rumah kami," ungkap Nenek Anggi dengan wajah merah padam.


" Ha...ha..ha..." Tio tertawa mendengar ucapan Nenek Anggi.


" Berani sekali Anda bicara seperti itu padaku. Apa Anda sedang mabuk ? Anda kira aku tak tahu semua yang terjadi pada putriku selama bersama kalian ? Aku tahu semuanya. Biaya lahiran dan keperluan Jelita saat masih bayi telah di tanggung oleh orang yang membeli putraku. Uang yang didapatkan dari menjual putraku dipakai oleh Andi untuk membeli rumah lalu sisanya diberikan kepada Anda untuk Anda gunakan shopping. Selama ada Siska hanya dia yang membiayai keperluan Jelita. Bahkan Siska sampai rela menjual perhiasannya agar bisa membeli keperluan Jelita karena Andi tak mau mengeluarkan uang untuk Jelita. Setiap Siska meminta uang untuk membeli beberapa keperluan Jelita pasti Andi akan membuat alasan sedang tidak ada uang karena minimarket sepi. Dia terus mengatakan hal itu hingga akhirnya Siska mengerti kalau Andi tak mau menerima Jelita seperti putri kandungnya sendiri. Terkadang Siska hingga meminjam uang pada Kakaknya . Setelah Siska meninggal tak ada lagi yang peduli dengan putriku. Kalian hanya memberikan barang-barang bekas Mila pada Jelita. Putriku yang saat itu usianya masih sangat kecil ke sana kemari mencari pekerjaan agar bisa membiayai hidupnya sendiri. Dari pekerjaannya menjadi pengamen , pemulung , dan kemudian bekerja di sebuah toko kue. Hingga setelah lulus kuliah dia bekerja di perusahaan Angga. Aku bangga pada putriku. Dia gadis yang hebat dan juga kuat. Apa kalian ingat setelah Siska meninggal ada seorang anak laki-laki yang sering menolong putriku. Saat Jelita kelaparan anak laki-laki itu yang sering membawakan makanan. Saat Jelita ke sekolah anak laki-laki itu sering membonceng Jelita menggunakan sepedanya. Terkadang saat Jelita menangis setelah dipukul oleh kalian anak laki-laki itu juga yang menghiburnya. Aku yakin kalian pasti masih ingat dengan anak laki-laki itu karena hampir setiap hari dia datang ke rumah kalian. Asal kalian tahu anak laki-laki itu adalah Kakak Jelita sendiri. Putraku sendiri yang melihat secara langsung bagaimana kalian memperlakukan Jelita. Kalian sering mencambuknya, menampar wajahnya lalu mengurungnya di tempat yang gelap. Kalian memang tak punya hati. Tega sekali melakukan hal itu pada seorang anak kecil. Lalu cucumu ini sering merebut apapun yang dimiliki oleh Jelita. Apapun yang dibeli oleh Jelita kalau menurut cucumu itu sangat bagus , dia pasti langsung mengambilnya. Kalau Jelita tak mau memberikannya , cucu kesayanganmu ini pura-pura menangis agar Andi memarahi Jelita. Tak hanya barang yang direbut dari Jelita. Tapi dia juga merebut kekasih Jelita. Lalu sekarang kalian datang kemari ingin aku balas budi dan juga mengembalikan rumah kalian ? Apa kalian lupa rumah itu dibeli oleh Andi dari hasil menjual Putraku. Seharusnya kalian malu menampakan wajah kalian di depanku," terang Tio dengan raut wajah yang merah padam. Kalau mengingat hal itu rasanya hatinya sakit sekali. Setiap dia mengingat hal itu air matanya pasti menetes. Dia sungguh kasihan pada nasib putrinya dulu. Walaupun dia hanya kasihan pada putrinya bukan berarti dia tak menyayangi putranya. Dia sudah tahu bagaimana kehidupan putranya. Saat William masih bayi dia hampir setiap hari bertemu dengan putranya, lalu setelah sahabatnya meninggal William juga tinggal bersama dengan dirinya.


Seharusnya dia membuat keluarga Andi mendekam di penjara tapi dia sengaja tidak melakukan itu karena dia sudah memiliki rencana lain. Dia ingin membuat mereka merasakan apa saja yang pernah dirasakan oleh Jelita.


Nenek Anggi dan Mila langsung membeku setelah mendengar semua yang diucapkan oleh Tio. Mereka tak menyangka kalau Tio mengetahui semuanya. Mereka mengira Tio tak mengetahui bagaimana keadaan Jelita dulu karena semuanya sudah cukup lama, tapi ternyata dugaan mereka salah.


" Maafkan aku . Aku mengaku salah. Setelah mendengar semua yang kau ucapkan , aku akhirnya sadar dengan semua yang sudah aku lakukan. Ternyata kami selama ini begitu kejam pada Jelita. Sekali lagi maafkan aku dan juga keluargaku , "ujar Nenek Anggi menunduk.

__ADS_1


" Iya ,Om . Maafkan aku juga karena selama ini sudah membuat Jelita menderita ," kata Mila yang tak berani menatap Tio.


Tio begitu terkejut mendengar kata maaf yang keluar dari bibir Nenek Anggi dan Mila. Apakah kata maaf yang keluar dari bibir mereka tulus ? Atau jangan-jangan mereka sedang merencanakan sesuatu ?


__ADS_2