Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Handoko


__ADS_3

Satu minggu kemudian


" Selamat pagi , Bos ! Saya sudah berhasil menangkap Pak Handoko dan beliau sekarang ada di mobil," ucap Bobi seraya menatap Tio yang saat ini tengah duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi. Mendengar hal itu mulut Tio langsung melengkung membentuk senyuman. Dia senang karena akhirnya penjahat itu berhasil di temukan oleh anak buahnya.


" Lalu bagaimana dengan putrinya ? " tanya Tio sembari menaikkan sebelah alisnya. Dia berharap Bobi juga berhasil menangkap wanita jahat seperti Kayra. Mereka harus mendekam di penjara, dan dia akan membuat mereka tak bisa keluar dari penjara.


"Maaf, Bos. Saat aku menangkap Handoko putrinya tidak bersama dengannya. Aku sudah mencarinya di sekitar tempat itu tapi aku tidak menemukannya. Sepertinya dia bersembunyi di tempat lain," terang Bobi lagi sambil menatap Tio yang sangat fokus mendengar ucapannya.


Tio menyandarkan punggungnya di sofa sambil mendengar ucapan Bobi. Wajahnya terlihat sangat lelah karena semenjak si kembar lahir dia selalu membantu Jelita mengurus bayinya bersama dengan Yuni. Mereka bergantian mengurus si kembar. Walaupun tubuhnya terasa sangat lelah tapi rasa lelah itu pasti akan langsung hilang jika melihat wajah si kembar. "Kalau begitu bawa Handoko kemari, aku akan coba bertanya langsung padanya. Mudah-mudahan dia mau memberitahu di mana putrinya berada," perintah Tio dengan tegas. Dia tak akan membiarkan orang jahat seperti Handoko dan Kayra berkeliaran dengan bebas. Kalau mereka masih berkeliaran maka mereka pasti akan terus merencanakan sesuatu untuk putranya. Dia tak akan membiarkan semua itu terjadi.


" Baik , Bos ," sahut Bobi yang kemudian meninggalkan Tio.


Tak berselang lama, Bobi pun kembali dengan membawa Handoko kehadapan Tio. Sedangkan raut wajah Handoko terlihat sangat marah menatap Tio. Dia tak menyangka kalau anak buah Tio akan berhasil menangkap dirinya.


Sebenarnya dia sudah tinggal di kampung dan Kayra juga saat ini masih ada di kamping. Kemarin dia kembali ke kota karena ada barang penting yang lupa dia bawa . Dia kemudian memutuskan untuk kembali ke kota sendirian untuk mengambil barang tersebut. Tapi ketika dia akan kembali ke kampung , anak buah Tio malah melihatnya hingga sekarang berakhir di sini.


" Aku yakin Kayra pasti cemas memikirkanku yang belum juga kembali ke kampung," pikir Handoko.

__ADS_1


" Lepaskan aku ! Kenapa Anda menangkap saya ? Apa salah saya ? " tanya Handoko dengan hidung kembang kempis sambil menatap Tio.


" Tidak usah pura-pura tidak tahu , " sahut Tio dengan wajah mengeras.


" Tapi aku benar-benar tidak tahu kenapa Anda menangkap saya," jawab Handoko berbohong.


" Kalau kau tidak tahu lalu untuk apa kau mesti bersembunyi dariku ? Kau juga sampai menjual rumahmu sendiri. Tapi sayangnya kau kurang pintar mencari tempat persembunyian," ucap Tio dengan senyum menyeringai. Apakah Handoko pikir kalau dia akan percaya begitu saja dengan ucapannya ? Dia pikir dirinya sebodoh itu ? Dia sangat yakin jika Handoko dan Kayra di maafkan maka besok - besok dia pasti akan melakukan hal seperti itu lagi.


" Maafkan aku , Tuan . Aku mengaku salah, aku janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi," kata Handoko dengan menundukkan kepalanya. Dia tak berani menatap Tio karena takut Tio mengetahui kalau dirinya tidak tulus meminta maaf. Dia berharap Tio mau memaafkannya karena dengan begitu dia akan dengan mudah menjalankan rencananya lagi.


Tio menatap Handoko yang sedang menunduk. Baginya Handoko hanyalah pria bodoh , hanya karena ingin mencarikan calon suami kaya untuk putrinya dia sampai rela melakukan hal menjijikan seperti itu. Padahal pria di dunia ini tidak hanya William saja , di luar sana pasti masih banyak pria tampan dan kaya selain William. Dia bahkan tak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya jika rencananya gagal seperti sekarang ini.


" Kau pikir aku akan percaya dengan kata maafmu itu ? Di mana putri kesayanganmu itu ? " teriak Tio seraya menatap Handoko dengan tatapan mata yang begitu dingin.


" A_aku tidak tahu , aku tidak tahu di mana dia berada saat ini. Saat ini aku juga sedang mencari putriku," sahut Handoko sembari memalingkan wajahnya.


" Oh, jadi kau tak tahu dimana putrimu berada ? " tanya Tio dengan raut wajah yang pura- pura terkejut.

__ADS_1


" Iya , Tuan. Aku sampai bingung harus mencarinya dimana lagi. Setelah batal menikah dengan William , dia malah kabur dari rumah. Dia bilang tak akan mau bertemu denganku kalau pernikahaannya dengan William tetap di batalkan," terang Handoko. Dengan memberi alasan yang seperti ini , dia yakin Tio pasti akan merasa bersalah dan menikahkan putranya dengan Kayra.


" Oh, begitu . Jadi karena putraku dia tidak pulang ? Aku jadi merasa bersalah. Kalau begitu aku akan membantumu agar putrimu itu segera pulang. Kebetulan sekali aku punya cara agar putrimu segera pulang. Aku yakin dengan caraku ini Kayra pasti langsung menemuimu. Setelah Kayra pulang kita bisa membicarakan mengenai pernikahan mereka," kata Tio sembari tersenyum licik.


Mata Handoko langsung berbinar - binar mendengar ucapan Tio. Dia tak menyangka dengan memberi alasan seperti itu Tio langsung memaafkannya dan bahkan akan menikahkan William dengan putrinya. Itu artinya sebentar lagi dia bakal menjadi orang yang sangat kaya raya. Kalau Kayra sudah menjadi istri William , dia akan menjalankan rencana selanjutnya yaitu menguasai kekayaan Tio.


" Lalu apa rencana ,Tuan ? Jujur saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Kayra. Saya sangat merindukan putri saya itu," sahut Handoko pura-pura tidak tahu dimana putrinya berada. Dia juga sengaja memasang raut wajah sedih agar Tio semakin percaya dengan semua yang dia katakan.


" Bagaimana kalau kau pura - pura meninggal saja ? Nanti aku akan menulis berita di sosial media agar putrimu melihatnya. Aku akan menulis berita dengan mengatakan kalau kau meninggal karena kecelakaan. Aku yakin setelah putrimu melihat berita itu , dia pasti akan langsung datang menemuimu. Bagaimana ? Apakah kau setuju ? " tanya Tio seraya menaikkan alisnya. Hati Tio begitu senang karena Handoko sebentar lagi akan masuk jebakannya. Setelah Kayra datang menemui Papanya , dia akan langsung mengirim mereka berdua ke penjara.


" Kalau saya terserah Anda saja . Yang penting putri saya pulang ke rumah," kata Handoko sambil menatap Tio.


" Kayra pasti akan sangat senang setelah mendengar kabar bahagia ini. Kalau Tio sudah setuju menikahkan putranya dengan putriku maka aku juga tidak perlu repot - repot menyakiti gadis bernama Alessia ," pikir Handoko dengan hati yang sangat senang.


" Baiklah, kalau begitu aku akan segera menulis berita itu," ucap Tio dengan raut wajah tanpa ekspresi.


" Terima kasih , Tuan. Terima kasih karena Anda mau membantu mencari putri saya," kata Handoko.

__ADS_1


" Sama - sama ," sahut Tio sambil tersenyum. Setelah Kayra datang Handoko mungkin akan menarik kembali ucapan terima kasih itu. Dan dia jadi tak sabar ingin menyambut kedatangan Kayra.


__ADS_2