Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Rumah Alessia


__ADS_3

Setelah dua jam menempuh perjalanan , mobil yang di kemudikan oleh Tio akhirnya sampai di depan rumah Alessia . Mereka menatap bangunan rumah keluarga Alessia yang sangat sederhana tapi terlihat begitu indah dengan banyaknya tanaman bunga yang menghiasi halaman rumah mereka.


" Wah ! Indah sekali rumahnya. Di rumah ini ada banyak sekali tanaman bunga, dan bahkan bunganya banyak yang sudah bermekaran. Aku jadi pingin punya rumah seperti ini," ucap Jelita dengan raut wajah yang begitu kagum.


" Dari kecil Alessia memang sangat suka dengan bunga. Kalau kau suka bunga nanti aku akan menyuruh seseorang untuk menanam banyak bunga di rumah ," kata Angga seraya menatap Jelita.


" Terima kasih, sayang . Kau memang suami yang sangat pengertian," balas Jelita yang langsung memeluk Angga dan mencium pipi pria itu.


" Kenapa kalian malah bermesraan di sini ? Bikin malu saja," gerutu William yang terlihat kesal dengan tingkah Angga dan Jelita.


" Namanya juga pasangan suami istri, aku yakin kakak pasti iri melihat kami. Awas saja kalau nanti kakak dan Alessia juga seperti kami. Aku sendiri yang akan mengganggu kalian ," ancam Jelita seraya menatap William dengan tatapan yang tajam .


" Aku tak akan seperti kalian," sahut William .


" Sudah... sudah. Kalian dari kemarin kok bertengkar terus sih ? Bikin Papa pusing saja," ucap Tio seraya berkacak pinggang.


TING TONG TING TONG !


Tio memencet bel rumah Alessia dan tanpa menunggu waktu lama seorang wanita paruh baya membuka pintu rumah itu sambil tersenyum.


" Lho, Tio ? Bukankah kau Tio teman SMAku dulu ? " tanya wanita itu dengan mata yang terbelalak lebar.


" Oh iya , kau Yuna yang duduk di belakangku kan ? " tanya Tio dengan mata membulat. Dia sangat terkejut melihat teman SMAnya.


" Iya benar , ternyata kau masih mengingatku," sahut Yuna seraya tersenyum.


" Jelita , jadi Tio adalah Papamu ? " tanya Yuna seraya menatap Jelita yang berdiri di samping Tio.


" Iya , Tante. Dia adalah Papaku dan ini adalah kakakku ," terang Jelita seraya merangkul bahu William.


" Wah ! Jadi yang ingin melamar putriku adalah putra temanku sendiri ? Oh iya , aku malah tak mempersilahkan kalian masuk," kata Yuna seraya menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Ayo, silahkan masuk ke dalam !" kata Yuna lagi seraya mengajak mereka masuk ke dalam dan mempersilahkan mereka duduk.


" Terima kasih ," sahut Tio seraya tersenyum.


" Tante , apakah Mama dan Papa ada di sini ? Soalnya aku lihat mobil Papa ada di depan," ujar Angga seraya menatap Yuna.


" Iya, benar. Mereka juga baru saja datang. Sekarang Papamu ada di belakang bersama dengan Om Joe , sedangkan Mamamu ada di kamar Alessia . Lebih baik kau panggil Om Joe dan Papamu di belakang," suruh Yuna.


" Iya , Tante , " sahut Angga yang langsung pergi ke taman belakang.


" Kak , wajah kakak terlihat sangat tegang. Baru kali ini aku melihat kakak setegang ini. Kakak jadi terlihat lucu," goda Jelita sambil tertawa.


" Masa sih ? Kau pasti berbohong," ucap William seraya menatap Jelita cukup lama karena ingin tahu apakah adiknya berbohong atau bicara jujur. Namun wajah Jelita terlihat sangat serius hingga William percaya dengan ucapan adiknya.


" Kalau kakak tak percaya , kakak bisa bertanya pada Papa ," balas Jelita sambil melirik ke arah Papanya.


" Pa , apakah ucapan Jelita benar ? " tanya William seraya menatap Papanya.


" Yang di katakan oleh Jelita memang benar , wajahmu memang terlihat sangat tegang sekali," terang Tio dengan jujur.


" Tidak usah tegang begitu, Papa yakin kau pasti bisa melakukannya," hibur Tio seraya menepuk bahu William.


" Ayo , silahkan di minum dulu ! " ucap Yuna dengan sopan.


" Terima kasih, Yun ," balas Tio seraya tersenyum .


Tak berselang lama Rangga , Joe , Yuni dan Alessia pun datang.


" Maaf Pak Tio , kami tak tahu kalau Anda sudah datang. Anda jadi menunggu kami," kata Joe seraya duduk di samping Tio.


" Tidak apa-apa , Pak. Kami juga baru datang lima menit yang lalu," sahut Tio seraya tersenyum.

__ADS_1


" Alessia , kenapa kau tak membuka maskermu ? Coba buka maskermu biar William mengetahui wajahmu. Kau tenang saja nak , mereka adalah orang baik-baik. Om Tio ini adalah teman SMA Mama. Dia adalah orang yang sangat baik," ucap Yuna pada putrinya.


" Tidak usah di paksa, Yun. Kasihan Alessia kalau terlalu di paksa. Lagian William juga sudah tahu wajah Alessia dari foto yang di berikan oleh Angga ," kata Tio seraya tersenyum.


" Benarkah kalau Tio adalah teman SMAmu ? " tanya Joe seraya menatap istrinya dengan raut wajah yang masih tak percaya. Tak hanya Joe , Rangga dan Yuni pun terkejut mendengarnya.


" Iya , Pa. Aku pun tadi sangat terkejut melihat Tio yang berdiri di depan pintu," sahut Yuna yang kemudian menceritakan semua tentang Tio.


" Kalau begitu aku sangat setuju sekali dengan pernikahan ini," ucap Joe yang langsung tersenyum senang.


Mereka lalu mengobrol sedikit membahas masa SMA Yuna dan kandungan Jelita, hingga kemudian membahas mengenai tujuan Tio datang ke rumahnya.


Diam-diam William melirik ke arah Alessia yang dari tadi hanya diam saja. Rambut gadis itu sangat panjang , mata yang cantik , dan kulitnya yang putih bersih.


" Tujuan kami datang ke sini bermaksud untuk meminang putri kalian. Mungkin Yuni sudah menceritakan semuanya pada kalian," terang Tio seraya menatap mereka.


" Iya , Pak. Yuni sudah menceritakan semuanya pada kami. Tapi keadaan putri kami seperti ini , Pak Tio. Dia memiliki trauma dengan seorang pria," ungkap Joe menjelaskan.


" Aku sudah mendengarnya dari Yuni , dan kami tidak mempermasalah mengenai semua itu. Kita bisa menyembuhkan trauma Alessia bersama-sama , tapi apakah Alessia bersedia menikah dengan William ? Kalau Alessia tak setuju dengan pernikahan ini maka kami juga tak ingin memaksanya. Kebetulan putraku selama ini belum pernah pacaran , dari kecil dia hanya mengurung diri di kamarnya. Setelah Jelita datang dia baru mau keluar rumah," tutur Tio seraya menatap putranya.


" Kebetulan Alessia tak menolak pernikahan ini. Dia juga ingin menghilangkan traumanya. Dan alasan Alessia tak menolak pernikahan ini adalah karena nak William sudah dua kali menolongnya," kata Yuna seraya menggenggam tangan putrinya.


Raut wajah mereka terlihat sangat terkejut mendengarnya, terutama William. Dia tak ingat sama sekali kapan pernah menolong Alessia. Dia merasa tak pernah menolong gadis itu.


" William, kenapa kau tak memberitahu Papa kalau kau sudah mengenal Alessia ? " tanya Angga dengan raut wajah bingung.


" Aku belum pernah berkenalan dengannya , Pa. Aku bahkan tak ingat kapan pernah menolongnya," sahut William dengan jujur.


" Mungkin Alessia salah orang , Tante , " balas William seraya menatap Yuna.


" Mungkin nak William lupa , apalagi Alessia selalu menggunakan masker , jadi sudah pasti nak William tak tahu kalau itu adalah Alessia , tapi Alessia masih mengingat wajah nak William," ucap Joe.

__ADS_1


" Kejadiannya sekitar dua bulan yang lalu. Saat Alessia di ganggu oleh beberapa pria di jalan , nak William yang saat itu datang dan menolongnya. Lalu beberapa hari kemudian , saat Alessia menyebrang jalan , Alessia hampir tertabrak mobil tapi untung ada nak William datang menolongnya. Apakah nak William sudah mengingatnya ? " tanya Yuna seraya menaikkan kedua alisnya.


" Iya , Tante . Aku sudah mengingatnya. Jadi dia adalah Alessia ? Aku memang tak melihat wajahnya saat itu karena Alessia menggunakan masker dan pakaian serba tertutup," jawab William seraya menatap Alessia cukup lama.


__ADS_2