Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Putra Tio


__ADS_3

" Cepat katakan, kau menjual putraku kepada siapa ? " teriak Tio dengan mata yang menyala bagaikan api. Dia tidak habis pikir dengan Andi yang begitu tega memisahkan seorang bayi yang tidak berdosa dengan Ibu kandungnya. Pantas saja watak Mila sangat buruk, karena Andi sendiri juga seperti itu. Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya.


" Aku menjual putra Anda kepada orang inggris. Mereka adalah sepasang suami istri yang tidak bisa memiliki seorang anak," tutur Andi menjelaskan.


" Anda memang sangat keterlaluan sekali. Tega sekali Anda menjual seorang bayi . Bagaimana kalau anak Anda sendiri di jual ? Bagaimana perasaan Anda ? " ujar Jelita dengan air mata yang telah menetes. Dia sungguh kasihan pada Mamanya. Pasti Mamanya sangat sedih karena putranya di jual.


" Maafkan aku. Sekarang aku sudah merasakan apa yang kalian rasakan. Saat ini putriku sendiri telah dijual oleh suaminya. Ketika aku memanggilnya dia hanya diam saja. Dia bagaikan sebuah patung. Bahkan dia tak mengenali Ayahnya sendiri. Aku juga tak bisa menyelamatkan putriku sendiri padahal dia ada di depan mataku. Mungkin ini adalah karma yang harus aku tanggung," terang Andi seraya meneteskan air matanya.


" Di mana alamat sepasang suami istri yang membeli putraku itu ? " tanya Tio seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia harus segera mencari putranya. Tidak masalah jika putranya nanti membenci dirinya, yang penting anak itu tahu siapa Ayah kandungnya.


" Dulu mereka tinggal di samping rumahku. Tapi setelah putramu berusia sepuluh tahun mereka kembali ke negeranya . Putramu memiliki tanda lahir yang sama dengan tanda lahir yang di miliki oleh Jelita," terang Andi sambil mengingat-ingat.


" Siapa nama sepasang suami istri itu ? Atau apa kau punya foto mereka ? " tanya Tio lagi dengan raut wajah yang sangat serius.


" Namanya Tuan Alvin dan Nyonya Alberta. Kebetulan aku menyimpan foto mereka. Ini dia," sahut Andi seraya memberikan sebuah foto hitam putih yang sudah buram. Tapi wajah mereka masih terlihat jelas.

__ADS_1


Kedua mata Tio terbelalak lebar melihat foto yang di berikan oleh Andi. Begitupun dengan William dan Jelita, mereka juga sangat terkejut melihat foto itu. Tio dan Jelita langsung menatap William begitu lama.


" Bukankah ini adalah almarhum orang tua William ? " tanya Jelita seraya menatap Papanya.


" Iya, mereka adalah almarhum orang tua William," sahut Tio seraya menatap William.


" Aku memang anak angkat mereka. Apa itu artinya kalau aku adalah anak kandungmu ? " tanya William seraya menatap Tio dengan raut wajah yang sangat sedih.


Tio lalu mendekati William dan mencari tanda lahir di tubuh pria itu. Dan ternyata memang benar, William memiliki tanda lahir yang sama dengan yang dimiliki oleh Jelita. Ternyata selama ini dia sudah bersama dengan putranya sendiri.


" Dari dulu aku ingin sekali mencari orang tua kandungku tapi ternyata mereka sudah ada di dekatku," sahut William seraya meneteskan air matanya. Dia memeluk Jelita dan Papanya karena bahagia.


Andi sangat terkejut melihat Tio yang ternyata sudah berkumpul dengan anak-anaknya.


" Ini semua gara-gara kau Andi. Saat Siska hamil kau melamar calon istriku. Saat Siska menolak , kau malah mengancam ingin bunuh diri hingga wanita itu terpaksa menerima lamaranmu. Kau memisahkanku dan anak-anakku. Andai kau tidak mengancam ingin bunuh diri mungkin kami sudah hidup bahagia hingga sekarang. Andai aku tidak bertemu dengan Murni saat itu, mungkin hingga sekarang aku tidak tahu kebenarannya. Murni menceritakan semuanya hingga membuatku begitu syok. Sebelum bertemu Murni aku menjalin hubungan dengan istrimu yaitu Riska. Awalnya aku hanya fokus dengan pekerjaanku saja , tapi istrimu selalu berusaha menggodaku. Dia selalu datang ke tempat yang sering aku datangi. Dia selalu mengarang cerita agar aku simpati dengannya. Dia selalu mengatakan kalau suaminya sangat kejam dan sering memukulnya. Bahkan dia mengatakan ingin cerai dengan suaminya, tapi dia tidak tega meninggalkan putrinya. Hingga akhirnya aku jatuh cinta dan percaya dengan semua yang dia ucapkan. Setiap kau pergi bekerja, dia selalu menghubungiku dan mengajakku bertemu di sebuah hotel. Memberikan tubuhnya padaku dan meminta uang padaku. Namun perasaan cintaku pada istrimu tak berlangsung lama. Aku tak sengaja bertemu dengan istrimu yang sedang berbelanja di sebuah Mall bersama Mila, di situ akhirnya aku tahu siapa keluarga Riska sebenarnya. Karena Murni sempat memberikan fotomu dan foto putrimu ke padaku. Dari situ aku akhirnya bisa bertemu dengan putriku Jelita. Semenjak saat itu perasaan cintaku pada istrimu langsung berubah menjadi benci. Dan apalagi setelah aku tahu kalau istrimu begitu kejam pada Jelita . Kau dan istrimu sering mencambuk putriku hingga tubuhnya penuh dengan luka cambukan. Dan bahkan putriku pernah sampai masuk rumah sakit karena tidak sadarkan diri setelah kalian cambuk. Bahkan dia sampai mengalami koma hingga beberapa hari. Bahkan kalian pernah ingin menjual putriku tapi untung saja Murni datang menolongnya," tutur Tio dengan raut wajah berapi-api. Setiap mengingat semua penderitaan yang dialami oleh Jelita, rasanya dia ingin sekali menghancurkan keluarga Andi.

__ADS_1


Andi terdiam cukup lama setelah mendengar semua cerita dari Tio. Wajah Andi merah padam. Dia sangat marah karena ternyata istrinya pernah tidur dengan Tio. Dan yang lebih membuatnya marah, Riska dan Tio pernah berhubungan tapi pria itu malah ingin menikahi dengan putrinya saat itu.


" Kalau aku pria br*ngsek lalu kau apa ? Kau pernah berhubungan dengan istriku tapi kau juga ingin menikah dengan putriku saat itu," ucap Andi seraya menatap Tio dengan tajam.


" Ha...ha...ha..." Tio tertawa melihat Andi marah setelah mendengar istrinya pernah tidur dengannya. Dia sangat yakin setelah ini rumah tangga mereka pasti akan hancur.


" Aku memang sengaja melakukan itu karena ingin balas dendam dengan keluargamu. Aku juga sengaja tidak datang ke pernikahanku. Karena itulah aku selalu kasar dengan putrimu. Tapi putrimu begitu murahan sekali. Setiap datang ke tempatku dia selalu menggunakan pakaian seksi dan ingin menggodaku. Tapi sayang sekali aku bukan pria bodoh yang mudah tergoda dengan putrimu itu. Anggap saja semua itu sebagai balasan karena putrimu selalu menghancurkan hidup putriku. Ibu dan anak sama-sama murahan. Dulu Jelita selalu gagal menikah karena calon suaminya di rebut oleh putrimu. Jadi aku hanya bermain-main sedikit dan membuat putrimu gagal menikah. Tapi sayang sekali rencanaku itu gagal, karena ternyata ada seorang pemuda yang bersedia menikah dengan putrimu agar keluarga kalian tidak menanggung malu," terang Tio yang terus tertawa.


Andi hanya diam saja. Dia tak berani melawan Tio, karena pria itu memiliki segalanya, sedangkan dia hanya seorang pria miskin.


" Kau menjual putraku agar bisa membeli sebuah rumah besar. Sungguh sangat memalukan sekali. Demi sebuah rumah kau sampai menjual seorang bayi. Sekarang aku ingin kau pergi dari rumah itu. Kalau sampai nanti malam kalian tidak pergi dari rumah itu maka aku akan menyuruh anak buahku untuk mengusir kalian," kata Tio dengan amarah yang meledak-ledak.


" Maafkan aku ,Tuan. Tolong jangan usir kami ! " ujar Andi memohon.


" Lebih baik sekarang kau pergi dari sini," usir Tio yang langsung meninggalkan Andi di ruang tamu sendirian.

__ADS_1


__ADS_2