
Kayra menatap Papanya dengan wajah cemberut. Padahal dia sudah memberitahu teman-temannya kalau dia di lamar oleh Tio, tapi ternyata dia tidak menikah dengan pria itu melainkan dengan putranya. Dia bahkan tak pernah tahu bagaimana wajah putranya Tio.
Selama ini dia tak pernah mendengar kalau Tio memiliki seorang putra. Dia hanya tahu kalau Tio belum memiliki seorang istri dan belum pernah menikah. Sekarang dia merasa bingung, entah bagaimana menjelaskan semuanya kepada teman-temannya. Pasti teman-temannya akan menertawakannya.
" Tapi kalau aku pikir-pikir sepertinya putranya Om Tio lebih tampan. Papanya saja tampan jadi mana mungkin putranya jelek," pikir Kayra yang langsung tersenyum.
Tiba-tiba ada seorang pria yang berpenampilan cupu datang dan berdiri di samping Tio.
" Maaf , Pa . Aku terlambat , tadi terkena macet ," ucap William yang langsung duduk di samping Papanya.
Wajah Tio begitu terkejut melihat penampilan William. Putranya datang dengan menggunakan kaca mata , memakai rambut keribo palsu, dan ada tompel yang cukup besar di wajahnya. Entah dari mana putranya mendapatkan semua itu. Tio memijat bagian pelipisnya. Dia yakin Kayra pasti tak ingin menikah dengan putranya.
Kedua mata Kayra langsung terbelalak lebar mendengar pria cupu itu memanggil Tio dengan sebutan Papa. Apa dia tak salah dengar ?
" Tidak mungkin pria cupu ini putranya Om Tio. Pasti tadi aku salah dengar," gumam Kayra di dalam hatinya.
" Kayra , Pak Handoko , perkenalkan ini putraku namanya William," kata Tio dengan sopan.
Kedua mata Kayra membulat sempurna setelah mendengar Tio yang mengatakan kalau pria cupu itu adalah putranya.
" Padahal Om Tio sangat tampan tapi kenapa putranya sangat jelek sekali ?" pikir Kayra lagi.
" Nak William , perkenalkan ini putriku namanya Kayra," balas Pak Handoko.
" Kayra , lalu bagaimana ? Apa kau bersedia menikah dengan putraku ? " tanya Tio lagi.
William menatap gadis yang ada di depannya. Pakaian gadis itu terlihat begitu seksi. Dia benar-benar tak menyukai gadis seperti Kayra ini . Apakah Papanya tak bisa mencari wanita yang lebih baik ? Mana mungkin dia mau menikah dengan gadis seperti ini.
" Maaf , Om . Aku tak ingin menikah dengan putramu ini. Coba Om lihat putramu ini, sangat buruk rupa. Mana mungkin aku mau menikah dengan orang jelek seperti dia. Rasanya aku tak percaya kalau dia ini adalah putramu. Pasti Om berbohong padaku kan ? " ujar Kayra yang masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Tio menghela nafas pelan. Dia baru sadar kalau Kayra tidak pantas untuk putranya. Padahal kemarin penampilan Kayra terlihat sangat sopan , tapi hari ini penampilan gadis itu tidak seperti Kayra yang kemarin dia lihat.
__ADS_1
" Kayra, tapi pria ini memang benar putraku," sahut Tio seraya menatap gadis itu.
" Maaf , Om . Aku tak ingin menikah dengan putramu yang jelek ini. Aku hanya ingin menikah denganmu saja. Aku sudah lama mencintaimu. Tidak bisakah aku menikah dengan Om Tio saja ? Aku mohon Om , menikahlah denganku ! Aku janji akan setia denganmu dan menjadi istri yang baik," rengek Kayra.
" Maaf Kayra, aku mengajakmu bertemu di sini karena aku memang ingin mencarikan calon istri untuk putraku ini," terang Tio menjelaskan.
" Kayra, lebih baik kau menikah saja dengan putra Tuan Tio. Yang penting hatinya baik," bujuk Pak Handoko pada putrinya.
" Apa Papa gila ? Papa menyuruhku menikah dengan pria jelek seperti ini ? Sampai kapanpun aku tak mau menikah dengan pria jelek ini," ucap Kayra dengan raut wajah marah
" Kau kira aku mau menikah denganmu ? Lihatlah dirimu. Cantik juga tidak , cara berpakaian juga tidak benar. Seperti wanita malam saja ," balas William dengan raut wajah yang sangat kesal.
" Memangnya pria cupu sepertimu tahu apa tentang cara berpakaian ? " ujar Kayra seraya menatap tajam ke arah William.
" Kayra, diamlah ! " seru Pak Handoko yang merasa malu dengan kelakuan putrinya.
" Maaf , Pa. Aku tak ingin menikah dengan gadis seperti ini. Lihat saja pakaiannya , seperti kekurangan bahan. Lebih baik aku tak menikah dari pada menikah dengan wanita seperti ini," kata William yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan mereka.
" Gi_Gilang ? " ujar Kayra seraya menatap pria tersebut dengan raut wajah yang begitu terkejut.
" Kayra, dimana anakku ? " tanya Gilang dengan tatapan mata yang berapi-api. Berkat temannya dia bisa keluar dari penjara dengan cepat. Setelah keluar dari penjara dia langsung mencari Kayra untuk mengetahui keadaan anaknya.
Dulu ketika dia masih bersama Mila , dia ingin sekali memiliki seorang anak tapi sayang sekali ada masalah dengan rahim Mila hingga wanita itu tak bisa melahirkan seorang anak.
Akhirnya dia dan Mila sepakat membuat bayi tabung dan mencari seorang wanita yang mau meminjamkan rahimnya . Tentunya dia membayar wanita itu dengan harga yang cukup mahal. Saat itu seorang dokter menyarankannya agar dia menggunakan rahim milik Kayra, karena sebelumnya Kayra sudah pernah melahirkan seorang anak.
Tapi sayangnya sebelum anak itu lahir Mila malah kabur dan setelah itu dia berada di penjara.
"Kayra , cepat katakan ! Dimana anakku ? Saat kau menghubungiku dan mengatakan kalau anakku telah lahir , aku memintamu untuk menjaga anakku sebentar saja. Lalu sekarang di mana dia ? " tanya Gilang dengan raut wajah penasaran. Sudah beberapa hari dia mencari Kayra , tapi wanita itu terus menghindarinya . Dia tak mengerti kenapa wanita itu menghindarinya , padahal dia hanya ingin menanyakan mengenai anaknya saja.
" Apa kau memberikan anakku pada Mila ? " tanya Gilang lagi.
__ADS_1
Wajah Kayra mendadak menjadi pucat pasi. Dia bingung harus megatakan apa pada Gilang karena bayi itu saat ini tidak bersamanya.
" Kayra , kenapa kau diam saja ? Dimana anakku ? " teriak Gilang lagi dengan raut wajah frustasi.
" Maafkan aku Gilang , saat ini anakmu tidak bersamaku," sahut Kayra dengan tubuh gemetar.
" Lalu dimana dia ? Apa kau memberikan anakku pada Mila ? " tanya Gilang dengan raut wajah semakin penasaran.
" Tidak, dia tidak bersama Ibunya. Saat aku ingin memberikan anak itu kepada Ibunya, tetapi Ibunya telah meninggal," sahut Kayra dengan wajah ketakutan.
" Apa maksudmu Ibunya telah meninggal ? Apa kau sudah mencari Ibunya di alamat yang aku berikan ? " tanya Gilang .
" Sudah , aku sudah mencarinya kesana. Tapi mantan istrimu memang sudah meninggal ," terang Kayra lagi.
" A_apa ? Mila sudah meninggal ?" ujar Gilang dengan raut wajah terkejut.
" Lalu anakku saat ini bersama siapa ? Apa kau memberikannya kepada keluarga Mila ? "
" Maafkan aku Gilang , aku mengaku salah. Aku tidak memberikan anakmu kepada keluarga Mila. Aku sudah membuang anak itu di tempat pembuangan sampah, dan sepertinya bayi itu telah meninggal karena cuaca di sana saat itu begitu panas dan ada banyak anjing liar di sana," tutur Kayra dengan raut wajah semakin ketakutan.
Kedua mata Gilang terbelalak lebar mendengar kalau bayinya telah di buang.
" Dasar wanita tak punya hati," ucap Gilang yang langsung menampar wajah Kayra.
"Aku telah membayarmu dengan harga yang tinggi tapi kau malah membuang anakku. Aku akan melaporkanmu biar kau mendekam di penjara," kata Gilang dengan raut wajah yang sangat marah.
" Maafkan aku. Aku kira kau akan dipenjara selama bertahun-tahun , jadi aku terpaksa membuang anak itu ," balas Kayra yang langsung berlutut di kaki Gilang.
" Bukankah waktu itu aku sudah mengatakan padamu kalau aku akan keluar beberapa hari lagi ? " ujar Gilang yang tidak terima dengan apa yang Kayra lakukan.
" Maafkan aku. Aku kira kau berbohong," sahut Kayra seraya meneteskan air matanya.
__ADS_1