
Karena kondisi Angga sudah membaik, seperti biasa mereka pergi ke kantor. Ketika Jelita baru saja masuk ke dalam kantor, tiba-tiba ada seorang pria menghampiri gadis itu.
" Jelita , akhirnya aku bertemu denganmu juga," ucap seorang pria bernama Fino.
" Fino ? Kenapa kau bisa ada di sini ? Sejak kapan kau datang ke kota ini ? " tanya Jelita dengan wajah berbinar. Fino langsung memeluk Jelita dengan sangat erat.
Jelita membiarkan Fino memeluknya karena pria itu adalah sepupunya. Keponakan dari almarhum ibunya. Mereka memang sangat dekat karena Jelita sering berkunjung ke rumah Bibinya. Dulu saat almarhum Ibu Jelita masih hidup, Fino selalu tinggal di rumah Jelita.
Darah Angga langsung mendidih karena cemburu melihat calon istrinya di peluk oleh pria lain. Dia juga mengepalkan tinjunya erat-erat . Dia sangat geram melihat pria itu memeluk calon istrinya dengan leluasa. Sedangkan dirinya sangat sulit merasakan pelukan hangat dari gadis itu. Bahkan dia harus melakukan drama terkena ulat bulu untuk mendapatkan pelukan Jelita.
"Lepaskan , kenapa kau memeluk calon istriku ? " tanya Angga sembari menarik tangan Jelita. Wajahnya merah padam seperti sedang menahan amarah.
" Jelita , dia siapa ? Kenapa dia mengatakan kalau kau calon istrinya ? " tanya Fino dengan raut wajah bingung. Dia tidak tahu siapa pria yang ada di samping sepupunya , karena selama ini Fino hanya tahu kalau sepupunya gagal menikah karena Mila. Bahkan dia juga baru tahu dari Lili kalau Jelita gagal menikah dua kali dan itu karena Mila. Dari dulu pria itu tidak pernah menyukai Mila, menurutnya sepupunya itu sangat sombong.
" Dia Angga, CEO perusahaan ini," kata Jelita dengan gugup.
" Dan aku adalah calon suami Jelita," sahut Angga .
" Jadi kau pria yang selalu menolong dan menjaga Jelita ? Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Lili. Aku Fino sepupu Jelita," ucap Fino sambil tersenyum pada Angga.
" Angga, kau duluan saja. Aku mau ke kantin dulu dengan Fino," kata Jelita sambil menatap pria itu.
" Aku juga akan ikut ke kantin," sahut Angga dengan cemberut. Pria itu tidak akan membiarkan calon istrinya bersama dengan pria lain . Walaupun pria itu berstatus sepupu Jelita.
__ADS_1
" Fino , kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kau ada di perusahaan ini ? Dan sejak kapan kau ada di kota ini ? Kenapa tidak mengabariku ? " tanya Jelita seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Aku di pindahkan ke kantor ini. Dan aku di sini baru lima hari. Tadinya aku dapat menghubungimu,tapi kau tidak mengangkat telepon dariku . Aku juga sempat datang ke rumahmu untuk mencarimu. Tapi keluargamu malah mengusirku. Mereka bilang tidak pernah mempunyai anggota keluarga bernama Jelita. Papamu juga bilang kalau dia hanya memiliki putri bernama Mila saja. Mendengar hal itu air mataku langsung menetes. Aku lalu menghubungi Lili dan menanyakan keberadaanmu. Lili kemudian menceritakan semua yang terjadi padamu. Keluargamu memang sangat keterlaluan. Apalagi adikmu , sangat sombong sekali. Dari dulu aku tidak pernah menyukainya. Aku sungguh kasihan padamu. Kapan kau akan bahagia ? " ujar Fino sembari memeluk Jelita . Air mata gadis itu sudah menetes mendengar cerita Fino . Tak hanya memeluk, Fino juga menyandarkan kepalanya di bahu Jelita. Darah Angga semakin mendidih melihatnya. Dia semakin cemburu melihat Fino memeluk Jelita dan menyandarkan kepalanya.
" Fino, bisa tidak kau duduk dengan benar. Ingat ini kantor, bersikaplah profesional. Meski Jelita adalah sepupumu tak sepantasnya kau bertingkah terlalu dekat dengannya. Apakah lehermu sudah tidak kuat menyangga kepala sehingga bersandar di bahu Jelita ?" Kesabaran Angga yang sudah di tahan selama beberapa menit akhirnya tidak bisa di bendung lagi. Dia akhirnya memberanikan diri untuk protes pada Fino atas tingkahnya.
" Bos , ada apa denganmu ? Memang ada peraturan seperti itu ? Seharusnya tidak masalah, kami memang sangat dekat dari kecil. Apalagi aku sudah lama tidak bertemu Jelita," protes Fino dengan santai.
" Tentu saja ada , nanti aku akan membuat peraturan semacam itu," sahut Angga dengan rahang menegang .
" Atau jangan-jangan anda cemburu karena aku memeluk Jelita ? " goda Fino sembari tersenyum menatap Angga.
" Diamlah ! Ini sudah jam kerja. Lebih baik kita mulai bekerja. Tidak enak pada yang lainnya," kata Jelita yang langsung meninggalkan mereka.
○○○○○○○○○○○○○○○○○
" Angga , aku mau makan siang di kantin ya ? Aku bosen makan siang di ruangan terus. Kau juga sebentar lagi akan ada meeting," ucap Jelita sambil menatap pria itu.
" Baiklah, tapi dengan satu syarat,"kata Angga sambil menatap gadis itu dari jarak yang sangat dekat.
" Syarat ? " tanya Jelita dengan mata membulat. Gadis itu sangat terkejut karena Angga memberinya syarat. Hanya makan siang di kantin saja harus ada syaratnya segala.
" Ya syarat . Selama di kantin , jangan duduk dengan seorang pria, dan jangan biarkan seorang pria menyentuhmu . Walaupun itu sepupumu sendiri. Aku tidak suka melihatnya," terang Angga sembari memgusap rambut gadis itu.
__ADS_1
" Ternyata kau sangat cemburuan sekali. Masa kau cemburu dengan sepupuku sendiri. Dasar aneh , " gerutu Jelita yang langsung meninggalkan Angga.
Setelah Jelita pergi , Angga menghubungi Alex agar mengawasi gadis itu. Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya. Padahal hanya pergi ke kantin saja , tapi tetap saja menyuruhnya agar mengawasi Jelita.
Baru saja sampai di kantin , tiba-tiba Fino memanggil gadis itu.
" Ada apa ? Ayo duduk dan makan siang denganku ," ajak Jelita .
" Jelita , kau di cari sama Mila . Sekarang si nenek lampir itu ada di depan menunggumu," terang Fino sembari menatap sepupunya.
" Hah ? Mila mencariku ? Kenapa dia mencariku ? " tanya Jelita dengan raut wajah terkejut. Karena tumben sekali Mila datang ke kantornya. Apa yang menyebabkan gadis itu datang kemari ?
Jelita dan Fino langsung keluar menemui Mila. Dari jauh Jelita dapat melihat kalau Mila sedang menunggunya di restoran depan perusahaan. Jelita menghampiri adiknya bersama Fino.
" Ada apa ? Kenapa kau datang mencariku ? " tanya Jelita dengan raut wajah datar.
" Kak , aku ingin minta uang padamu. Aku kekurangan banyak uang untuk acara pernikahaanku. Tolong bantu aku kak. Bukankah kau sudah lama tidak memberiku uang ? " renggek Mila .
" Apa kau saat ini sedang sakit ? Setelah kau rebut semua yang aku milikku , kau masih berani minta uang padaku ? Bukankah sekarang aku bukan keluargamu ? Lalu buat apa kau minta uang padaku ? Dan satu lagi , bukankah aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan itu ? Lebih baik kau kembalikan uangku itu," ucap Jelita sembari menatap Mila dengan tajam dan raut wajah merah padam.
" Kau sangat sombong sekali. Padahal aku ini adik kandungmu ," sahut Mila dengan raut wajah yang kesal dan juga marah mendengar ucapan Jelita.
" Ha...ha...ha..." Fino yang dari tadi duduk di samping Jelita langsung tertawa melihat Mila.
__ADS_1
" Dasar nenek lampir. Kau memang murahan sekali. Kau sendiri yang mengatakan padaku kalau kau tidak memiliki anggota keluarga bernama Jelita, tapi sekarang kau sendiri yang datang ingin minta uang seperti seorang pengemis. Kalau mau punya uang makanya kerja. Jangan pintar di ranjang saja, " bala Fino yang terus tertawa.
" Kalian memang keterlaluan sekali. Awas saja kalian , akan aku balas apa yang kalian lakukan hari ini ," ancam Mila yang langsung pergi meninggalkan Jelita dan Fino.