Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Istri CEO selingkuh


__ADS_3

Setibanya di kantor Jelita begitu terkejut melihat berita yang ada di media. Di depan layar terpampang foto dirinya dan juga Tio yang menjadi topic pembicaraan.


" Istri CEO selingkuh " Itulah kalimat singkat sebagai judul halaman tersebut lalu di ikuti dengan kalimat-kalimat lainnya.


Tubuh Jelita semakin gemetar melihat komentar-komentar yang menghujatnya . Kalimat yang mereka tulis sangat menyakitkan dan menusuk rongga dadanya.


" Siapa yang menyebarkan berita sekeji itu ? " gumam Jelita dengan hati yang tak tenang.


" Sudah jangan dilihat. Nanti biar aku yang mencari tahu siapa yang melakukan ini semua," ucap Angga sembari mengambil ponsel milik Jelita.


" Apakah kau percaya padaku ? " tanya Jelita dengan mata memerah. Bukan berita yang di takutkannya, tapi dia lebih takut Angga tidak mempercayainya lagi. Dia takut Angga lebih percaya dengan berita palsu itu . Dia takut rumah tangganya hancur.


" Aku bersumpah tidak pernah selingkuh dengan Pak Tio," kata Jelita dengan mata berkaca-kaca.


" Tentu saja aku percaya. Bukankah selama ini Pak Tio selalu menemuimu di ruanganku. Aku juga selalu melihat dan mendengar apapun yang kalian bicarakan. Masalah foto yang menyebar di media, bukankah foto itu saat kita makan siang bersama Pak Tio ? Padahal aku juga ada di sana. Tapi orang yang melakukan ini sengaja hanya mengambil fotomu dan foto Pak Tio saja," ujar Angga seraya menangkup pipi Jelita. Dia akan membersihkan nama Jelita lebih cepat agar berita itu tidak semakin melebar.


" Kau benar. Tapi siapa kira-kira yang melakukan semua ini ? " tanya Jelita dengan air mata yang telah menetes.


" Tenanglah. Biar aku yang menyelidiki semua ini," kata Angga seraya memeluk Jelita.


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan mereka dari luar dan ternyata Tio yang datang menemui mereka.

__ADS_1


" Angga , Jelita , maaf mengganggu . Aku datang kemari karena ingin membicarakan masalah berita yang saat ini tersebar di media," terang Tio. Dia lalu menatap Jelita. Mata gadis itu memerah seperti habis menangis.


" Silahkan duduk ,Pak,"ucap Angga dengan sopan.


" Terima kasih," sahut Tio yang langsung duduk di depan Jelita.


" Maaf ,Pak. Apa Bapak tahu siapa yang melakukan ini semua ?" tanya Angga sembari menatap Tio dengan alis mata terangkat. Apakah yang melakukan semua ini adalah Tio sendiri ? Angga curiga kalau yang melakukan semua ini adalah Tio. Pasti dia berencana ingin merebut Jelita darinya. Apalagi akhir-akhir ini Tio selalu datang ke kantornya. Tidak mungkin dia sebaik itu pada Jelita dan dirinya, pasti pria dia sedang merencanakan sesuatu. Apalagi Tio adalah calon suami Mila. Begitu banyak pertanyaan muncul di pikirannya membuat pria itu semakin tak tenang.


" Untuk saat ini aku belum tahu siapa yang melakukan semua ini. Tapi aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki semuanya. Jelita, sabar ya nak. Kau adalah gadis yang kuat. Jangan keluarkan air matamu hanya karena masalah seperti ini. Aku janji akan menangkap pelakunya dan memberinya pelajaran," ujar Tio sembari menatap Jelita yang dari tadi hanya menunduk saja.


" Atau jangan-jangan yang melakukan semua ini adalah Pak Tio sendiri ? Pasti Anda ingin hubungan kami hancur," tuduh Angga sembari menatap Tio dengan tatapan mata yang tajam. Dia sangat yakin pasti Tio yang melakukannya . Pasti pria itu sudah menyuruh seseorang agar mengambil foto dirinya dan foto Jelita lalu menyebarkannya di media.


" Kalau sampai terbukti kau yang melakukannya, maka aku akan melaporkanmu," kata Angga dengan emosi.


" Angga, jangan bicara seperti itu tanpa adanya sebuah bukti. Lebih baik kita selidiki dulu semuanya," balas Jelita. Entah kenapa dia merasa kalau bukan Tio yang melakukan semua ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman Nenek Dewi


Malam hari

__ADS_1


Berita tentang Jelita yang selingkuh dengan Tio sudah terdengar di telinga kedua tetua keluarga besar itu. Mereka tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Jelita sehingga malam itu juga memanggil Angga untuk datang dan memberikan penjelasan.


Angga sudah duduk di ruang tengah dengan tatapan kakek dan neneknya yang mengarah padanya. Tatapan mereka penuh menyelidik meski belum ada pertanyaan yang dilontarkan.


Sepuluh menit telah berlalu tapi Surya dan Dewi belum juga bicara pada Angga. Mereka justru sedang asyik dengan pikiran masing-masing.


Angga melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya lalu mengolah nafas panjang.


" Untuk apa kalian memanggilku datang kemari ? Apakah hanya untuk saling diam seperti ini ? " ujar Angga seraya membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman. Jika dalam lima menit kakek dan neneknya tidak bicara maka dia akan pergi.


" Sebaiknya kau ceraikan saja Jelita. Jika memang istrimu itu selingkuh maka berikan saja pada Tio. Aku tidak ingin orang-orang berpikir negatif dengan keluarga kita," kata Nenek Dewi. Dari awal dia memang tidak suka dengan Jelita. Adiknya saja murahan sekali , jadi sudah pasti kakaknya juga seperti itu. Andai Angga setuju menikah dengan Vina pasti tak akan ada masalah yang seperti ini. Tapi cucunya itu sangat keras kepala. Selalu saja menolak ucapannya.


" Kenapa aku harus menyerahkan Jelita pada Pak Tio ? Aku tidak akan menceraikannya karena berita itu tidak benar. Dia hanya dijebak. Foto itu diambil saat aku dan Jelita tidak sengaja bertemu dengan Pak Tio. Aku juga ada di sana. Tapi orang yang mengambil foto itu hanya mengambil foto Jelita dan Pak Tio saja ," sahut Angga dengan nada datar. Sedikit kesal karena kakek dan neneknya sampai sekarang ini tidak menyukai Jelita.


" Aku tidak percaya dengan kata-katamu itu. Aku yakin berita itu pasti benar dan kau hanya menyembunyikan kebenarannya dari kami," kata Kakek Jaya yang tidak percaya dengan apa yang cucunya katakan.


" Aku akan membuktikan pada kalian kalau istriku benar-benar di jebak. Kalau ternyata istriku benar-benar tidak selingkuh, kalian harus berhenti menyuruhku menceraikan Jelita," terang Angga dengan dingin. Dia sungguh kecewa pada Kakek dan neneknya . Padahal selama ini Jelita selalu bersikap baik pada mereka.


Angga bangkit dari tempat duduknya. Dia tidak ingin berlama-lama disana hanya mendengarkan kakek dan neneknya berbicara. Untung Papa dan Mamanya percaya dengan ucapannya.


Tadi siang , setelah mendengar berita itu. Papa dan Mamanya langsung datang ke kantor untuk menghibur Jelita. Mereka sangat percaya kalau Jelita tidak seperti itu. Papanya juga telah menyuruh orang untuk mencari tahu siapa yang membuat berita palsu itu.

__ADS_1


__ADS_2