Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Gagal


__ADS_3

Bak di sambar petir di siang bolong. Darah Jelita berdesir mendengar ucapan adiknya. Wajahnya langsung memerah karena begitu marah mendengar ucapan Mila. Dia lalu menghampiri adiknya.


" Plak !! " Jelita menampar wajah Mila dengan cukup keras hingga wajah sang adik memerah.


" Seharusnya aku membiarkanmu berada di penjara. Tapi Papamu malah datang memohon-mohon padaku agar mencabut laporanku. Padahal aku sangat benci denganmu. Kau selalu saja membuat masalah padaku. Dan satu lagi , bukan kalian yang mengusirku dari rumah itu. Tapi aku sendiri yang memilih keluar dari rumah itu karena tidak kuat tinggal bersama kelurga seperti kalian. Apalagi kamu selalu merebut calon suamiku. Dulu aku memang diam saja melihat perlakuanmu, dan itu karena aku sangat menyayangimu. Tapi sekarang rasa sayang itu telah hilang," terang Jelita seraya menatap tajam adiknya.


" Sayang , tenangkan dirimu. Biar aku yang menghadapinya," ucap Angga.


" Mila, tolong hati-hati jika Anda bicara!" kata Pak Rangga yang juga tersulut emosi mendengar ucapan Mila yang mengatakan kalau menantunya wanita murahan.  Beberapa hari ini dia sudah menyelidiki bagaimana kehidupan menantunya. Dia sudah tahu bahwa Jelita dari kecil selalu menderita bersama keluarganya.


" Kenapa kau selalu mengganggu kakakmu ? Yang aku lihat , Jelita adalah gadis yang sangat baik dan juga sopan. Selama ini akulah yang selalu mengejar-ngejar cintanya. Seharusnya kau merasa malu datang kesini. Belum ada seminggu kau menjebakku dan memfitnahku, tapi sekarang kau masih berani datang kemari. Dasar gadis tak tahu malu," ucap Angga menatap rendah Mila.


" Kami sudah mengetahui bagaimana kehidupan Jelita sebelumnya, jadi kau tidak perlu repot-repot memberitahu kami," sahut beberapa orang anggota keluarga dari pihak Pak Rangga.


" Mila , lebih baik kau pergi dari sini. Dasar wanita pengganggu," cibir Fino


" Bagi kami tidak ada masalah dengan Jelita, dia gadis yang tidak hanya cantik wajahnya , tapi hatinya juga.  Dia juga gadis yang sangat kuat dan mandiri. Jadi, tidak perlu Anda memprovokasi kami." Saudara Pak Rangga pun ikut geram dengan sikap Mila yang berusaha ingin mempermalukan Jelita.


" Sekarang kalian sudah dengar sendiri kan ? Apalagi yang akan kalian sampaikan ?" tanya Angga dengan mata memerah.


Mila tak menyangka ternyata keluarga besar Angga sangat menghargai Jelita, berbanding terbalik dengan keluarganya.


Bahkan Papa kandungnya sendiri sampai saat ini masih membenci kakaknya .


" Kalian boleh bicara seperti itu, tapi setelah melihat ini apakah pandangan kalian terhadap wanita ini masih sama ? Saya tidak yakin," ujar Mila seraya mengotak-atik laptopnya.


Semua orang menunggu apa yang akan ditunjukkan oleh adik Jelita, tapi mereka semua bukan orang bodoh yang percaya begitu saja dengan ucapan gadis seperti Mila.

__ADS_1


Terlebih lagi Angga dan kedua orang tuanya, mereka jelas tahu apa motif Mila menjelekkan Jelita di depan keluarga besar mereka.


" Terserah kalian mau mempercayai siapa, tapi tujuanku datang ke sini untuk memberikan kejutan pada Anda dan keluarga. Lihatlah ini, " ujar Mila seraya memperlihatkan layar laptopnya pada semua orang.


Angga, kedua orang tuanya serta anggota keluarga yang lain terbelalak lebar melihat apa yang di tunjukkan oleh Mila.


" Astaghfirullah," ucap Yuni dengan raut wajah yang sangat terkejut.


Jelita mencengkram kuat gaun yang dia kenakan, bibirnya gemetar, keringat dingin terasa menjalar di sekujur tubuhnya. Bagaimana bisa Mila tega melakukan ini padanya ? Apalagi mereka saudara kandung.


" Bagaimana ? Apa sekarang kalian masih menganggap dia wanita yang baik ?  Pantaskah dia menjadi bagian dari keluarga terhormat seperti keluarga Wijaya ? " tanya Mila seraya tersenyum puas.


" Jelita , apa ini ? " tanya Nenek Dewi seraya menatap Jeita dengan tajam. Dia adalah Nenek Angga dari pihak Ayahnya. Dari awal Nenek Dewi tidak menyukai Jelita.


" Nenek, aku tidak tahu apa-apa. Aku tidak tahu kenapa ada video seperti itu," ujar Jelita dengan mata berkaca-kaca.


" Nenek, jangan pernah membentak istri saya ! Apa hak Nenek ? Saya suaminya dan saya lebih percaya dengan istri saya dibandingkan wanita ini! " tegas Angga seraya mengarahkan jari telunjuknya pada Mila.


Nenek Dewi pun terdiam sambil mengepal erat tangannya, dia memang tidak pernah berhasil menghasut cucunya dan juga putranya.


"Saya setuju dengan Angga. Ibu tidak usah ikut campur . Karena aku yakin Angga lebih tahu tentang istrinya," timpal Pak Rangga.


" Iya ,Bu. Yang di katakan Rangga memang benar. Lagian kami sudah tahu bagaimana sifat Jelita dan kami tahu mana yang harus kami percaya," ucap saudara Pak Rangga yang juga tidak suka dengan Ibunya yang terlalu ikut campur masalah hubungan Angga dan Jelita.


" Kalian ini kenapa ,sih ? Sudah ada bukti seperti ini masih saja menutup mata, ayolah ! Buka mata kalian dan lihatlah siapa wanita yang sudah kalian pilih sebagai menantu," ujar Nenek Dewi.


" Bu, diamlah ! Jangan memperkeruh suasana ! " kata Pak Rangga lagi.

__ADS_1


Mila tersenyum puas karena usahanya berhasil membuat salah satu keluarga Angga percaya dengan apa yang dia perlihatkan.


Namun , sayangnya itu tidak berlaku bagi Angga dan kedua orang tuanya. Angga terus memperhatikan rekaman video yang masih berputar di layar laptop milik Mila.


Sesaat kemudian pria tampan itu terlihat menyunggingkan senyum yang sulit di artikan. Dia terus memperhatikan dengan seksama tulisan yang tertera pada video tersebut.


" Sayang , kamu lihat ini. Kamu ingat tanggal ini ? " tanya Angga sembari memperlihatkan tanggal yang ada di video.


Jelita melebarkan matanya, dia jelas masih ingat di tanggal itu kemana dia pergi.


Angga sudah menduga jika semua ini hanya akal busuk Mila, tapi sayangnya semuanya hanya sia-sia.


Jelita dan Angga sudah tahu bahwa video itu hasil editan. Jelita menatap adiknya itu dengan tatapan benci dan menjijikan.


" PLAK ! "


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Jelita langsung melayangkan tangannya.


" Apa yang kau lakukan . Kenapa kau terus menampar putriku ? " protes Riska yang tidak terima Mila di tampar.


Pak Rangga tersenyum melihat apa yang di lakukan Jelita, pun demikan dengan Angga. Mereka berdua percaya bahwa Jelita saat ini sudah tahu bagaimana dia menyelesaikan masalahnya.


" Kamu ! " Mila memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras dari kakaknya.


" Kenapa ? Sakit ? Hatiku jauh lebih sakit dari tamparan itu ! Tolong berhenti mengganggu kehidupanku . Aku tidak ingin membela diri saat ini karena aku yakin keluarga baruku lebih tahu mana yang harus mereka percaya. Kamu pikir mereka orang-orang bodoh yang langsung percaya begitu saja dengan rekaman menjijikan seperti ini ! Anda salah, " ucap Jelita dengan suara yang cukup keras.


" Mila, aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum karena kamu sudah memfitnah istriku dengan rekaman video hasil editan seperti ini. Aku tahu apa tujuanmu melakukan ini semua. Kamu berharap keluargaku membenci Jelita dan mengusirnya. Setelah itu kamu ingin mendekatiku," tebak Angga dengan sangat yakin.

__ADS_1


__ADS_2