Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Meminta maaf.


__ADS_3

Jelita menghentakan kakinya menuruni anak tangga dengan cukup kuat. Air matanya menetes dari sudut matanya. Merutuki kebodohannya karena membiarkan bibirnya di sentuh oleh Angga.


" Dasar pria brengsek ! " umpat Jelita untuk yang kesekian kalinya.


Jelita pergi ke ruangan Angga untuk mengambil tasnya. Dia ingin pergi meninggalkan kantor tersebut . Amarah bercampur malu kini menjadi satu. Rasanya tak sanggup menampakkan wajahnya di depan Angga.


" Jelita, kamu mau kemana ? " tanya Angga seraya menarik tangan gadis itu.


" Ini sudah jam pulang kantor, jadi aku mau pulang. Memangnya kenapa ? " tanya Jelita dengan nada ketus


" Bukankah kamu sudah berjanji akan datang ke apartemenku ? " tanya Angga seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Untuk hari ini aku tidak bisa. Aku di minta pulang cepat oleh Papaku," terang Jelita.


Mendengar hal itu Angga sudah dapat menebak kalau calon suami Jelita pasti datang ke rumahnya karena ingin membatalkan pernikahannya dengan Jelita.


" Jelita, aku mohon putuskan hubunganmu dengan calon suamimu itu. Dia bukan pria baik-baik," terang Angga seraya menatap punggung gadis itu.


Setelah mengetahui kalau Jelita akan di sakiti lagi oleh calon suaminya , Angga merasa tidak tenang memikirkan gadis itu.


" Apa maksudmu bicara seperti ini ? Aku yakin kamu pasti sengaja bicara seperti ini agar rencanamu tidak gagal ," tuduh Jelita seraya menatap Angga dengan penuh kebencian.


" Kamu memang keras kepala," balas Angga dengan raut wajah kesal. Dia terpaksa membiarkan Jelita pergi karena saat ini gadis itu tidak akan percaya dengan ucapannya. Namun pria itu sudah menyuruh seseorang agar mengawasi Jelita. Dia takut Jelita melakukan hal-hal aneh setelah mengetahui kebenaran tentang calon suaminya.

__ADS_1


Ketika tiba di depan kantor , Jelita begitu terkejut melihat Dion ada di depan kantornya. Pria itu menatap Jelita yang saat ini berdiri di depannya.


Dengan langkah cepat , Dion menghampiri Jelita.


" Hai ,Jelita. Aku kemari karena ingin bicara denganmu," ucap Dion seraya menatap Jelita dengan rasa kagum. Dia begitu kagum dengan kecantikan gadis itu. Bahkan dia merasa menyesal karena kemarin sudah mengkhianati gadis itu. Dia baru sadar ternyata Jelita lebih cantik dari Mila.


"Untuk apa dia mencariku dan bahkan sampai datang ke kantor," pikir Jelita seraya menatap Dion . Gadis itu bingung kenapa Dion tiba-tiba mencarinya.


" Bicara ? Memangnya mau bicara apa hingga kau darang kemari ? " tanya Jelita seraya menaikkan alisnya.


" Lebih baik kita pergi ke restoran yang ada di dekat sini. Agar bisa bicara dengan nyaman," ajak Dion yang terus menatap gadis itu.


" Aku sedang buru-buru. Kalau kau ingin bicara , katakan saja di sini," jawab Jelita dengan tegas. Dia tidak ingin bicara terlalu banyak pada Dion , karena sebentar lagi dia akan menikah.


" Jelita , tolong maafkan aku karena sudah mengkhianatimu . Saat ini aku dan Mila sudah bercerai. Aku merasa tidak cocok dengannya. Mamaku juga tidak menyukainya. Maukah kau memaafkan aku dan kembali padaku ? Aku janji akan setia dan membahagiakanmu," terang Dion dengan wajah memohon.


" Kau kira aku wanita apaan ? Asal kamu tahu , bagiku hal yang lebih buruk dari pada kematian adalah pengkhianatan. Kau tahu, aku bisa memahami kematian , tetapi aku tidak bisa membayangkan pengkhianatan. Pengkhianatanmu dulu mungkin adalah satu di antara jalan agar aku bisa melihat wajahmu yang sesungguhnya. Aku memang sudah memaafkanmu , tetapi aku tidak bisa percaya denganmu lagi apalagi kembali denganmu. Dan satu lagi, aku sudah memiliki calon suami dan sebentar lagi aku akan menikah jadi tidak usah mencariku," kata Jelita yang langsung meninggalkan pria itu di sana.


Dion masih diam mematung. Dia kira Jelita masih mencintainya dan mau kembali padanya , tapi ternyata dugaannya salah. Gadis itu menolaknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di rumah

__ADS_1


Jelita memasang wajah cemberut sepanjang perjalanan menuju rumahnya.


Wajahnya masih di tekuk, kesal dengan apa yang terjadi hari ini. Kesal karena Dion mencarinya dan kesal dengan Angga yang memaksanya untuk berciuman. Padahal itu ciuman pertamanya. Selama pacaran dengan Dion dia bahkan tidak pernah berciuman bibir. Dia hanya mengizinkan mantan kekasihnya itu mencium kening dan pipinya saja.


Dia kembali bergidik ngeri mengingat bibirnya ikut membalas ciuman Angga.


" Sungguh menjijikan ! " umpat Jelita dengan perasaan dongkol lalu mengusap bibirnya dengan kasar.


Jelita lalu pergi ke kamar mandi , selesai mandi dia pergi ke dapur. Di sana ada pembantunya yang sedang memasak.


" Bik, orang rumah kemana ? Kenapa sepi sekali ? " tanya Jelita seraya menatap pembantunya.


Gadis itu merasa bingung melihat rumah tampak sepi. Biasanya keluarganya berkumpul di ruang tamu, tapi sekarang tumben mereka tidak ada.


" Mereka sedang berkumpul di taman belakang ,Non."ucapnya


" Lalu di depan itu mobil siapa ? " tanya Jelita seraya menaikkan sebelah alisnya. Tadi saat masuk ke dalan rumah Jelita melihat mobil mewah di depan rumahnya , dan dia sama sekali tidak tahu siapa pemiliknya


" Itu mobil Den Raka, Non. Saat ini dia juga ada di taman belakang ," sahut pembantunya.


Mata Jelita langsung membulat mendengarnya. Dia sama sekali tidak tahu kalau Raka sudah ada di rumahnya.


" Raka ? Raka sudah ada di rumah ? Kenapa Papa tidak menghubungiku ? " pikir Jelita dengan wajah terkejut.

__ADS_1


Dengan buru-buru gadis itu pergi ke kamarnya untuk mengganti baju dan menggunakan make up. Dia harus bersiap terlebih dahulu karena takut Papanya tiba-tiba memanggil untuk datang ke taman belakang rumah.


Sudah dua puluh menit menunggu tapi tidak ada yang memanggilnya untuk datang menemui Raka. Karena merasa penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, Jelita lalu keluar dari kamarnya dan diam-diam mengintip pembicaraan mereka.


__ADS_2