
Setelah sampai di rumahnya, Riska lalu mencari Andi di kamarnya, namun suaminya tidak ada di sana. Dia lalu pergi ke kamar Ibu mertuanya. Dia sangat yakin kalau suaminya saat ini sedang menemani Ibu mertuanya.
Dan ternyata dugaannya memang benar. Saat ini Andi sedang memijat kaki Ibunya. Riska berdiri di depan pintu sambil menatap suaminya yang yang sedang memijat kaki Ibu mertuanya . Bahkan Andi tidak menyadari ke hadirannya , sedangkan Ibu mertuanya sedang fokus menatap ponselnya
" Assalamualaikum,"ucap Riska mengucapkan salam
" Waalaikumsalam," balas Andi sembari menoleh ke belakang.
" Bagaimana keadaan Ibu,Pa ?"tanya Riska pada suaminya.
" Ibu baik-baik saja. Baru saja selesai minum obat. Lalu bagaimana ? Apa Tio ada di rumahnya ? " tanya Andi sembari menatap istrinya.
" Ada , Pa," sahut Riska sembari duduk di samping suaminya.
" Lalu bagaimana ? Apa Tio mau bertanggung jawab dengan semua yang terjadi ? " tanya Andi lagi dengan raut wajah yang begitu penasaran. Dia berharap Tio mau mempertanggungjawabkan semua yang telah terjadi.
Riska menghela nafas sambil meletakkan ponselnya di atas nakas. Entah bagaimana reaksi Andi jika tahu kalau Tio tidak mau mempertanggungjawabkan semuanya.
" Tio tidak mau mempertanggungjawabkan semuanya. Dia bilang padaku ,mungkin ini karma karena Mila pernah merebut calon suami Jelita," sahut Riska seraya menyandarkan punggungnya di kursi.
" Apa ?" ujar Andi dengan raut wajah yang sangat terkejut. Kenapa Tio bisa tahu masalah itu ?
__ADS_1
" Iya ,Pa. Sepertinya Tio sangat mencintai Jelita. Bahkan dia juga tahu kalau kita selama ini tak pernah peduli dengan Jelita. Dia sengaja tidak datang ke acara pernikahannya sendiri karena ingin balas dendam dengan kita. Dia ingin balas dendam karena kita selama ini selalu menyakiti Jelita . Hanya karena gadis pembawa sial itu dia rela melakukan semua ini," terang Riska dengan raut wajah sedih.
" Dia memang pria gila. Hanya karena gadis murahan seperti itu dia rela melakukan semuanya," umpat Nenek Anggi dengan bibir mengerutuk.
" Aku sangat yakin pasti Jelita yang menceritakan semuanya. Pasti Jelita sengaja menceritakan semua itu pada Tio," ucap Andi seraya menatap Riska dengan hidung kembang kempis.
" Pasti gadis pembawa sial itu berselingkuh dengan Tio , makanya Tio mau melakukan apapun demi Jelita. Angga memang pria yang sangat bodoh. Bahkan istrinya selingkuh dia tidak tahu," sahut Nenek Anggi.
"Kalian salah. Bukan Jelita yang menceritakan semuanya, tapi Tio sendiri yang mencari tahu semua yang berhubungan dengan Jelita," ucap Riska seraya memijat kepalanya yang terasa sakit. Kepalanya mendadak sakit karena memikirkan Mila. Wanita itu dari tadi menghubungi Mila, tapi putrinya sama sekali tidak bisa di hubungi. Entah apa yang di lakukan putrinya di rumah Gilang .
" Dia memang sudah tidak waras. Karena tergila-gila dengan Jelita dia bahkan sampai mencari tahu mengenai masa lalu gadis pembawa sial itu," gerutu Nenek Anggi dengan penuh emosi.
Wajah Andi terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaan Riska. Akan tetapi istrinya tidak menyadari ekspresi wajahnya, karena Riska hanya fokus dengan ponselnya.
" Kau ini bagaimana sih, tentu saja Jelita adalah putri kandung Andi. Kami sangat membencinya karena dia adalah gadis pembawa sial. Bukankah kau juga tahu semua itu ? Tapi kenapa kau menanyakan hal seperti ini ? " tanya Nenek Anggi seraya menaikkkan sebelah alisnya.
" Aku hanya ingin memastikannya saja ,Bu. Soalnya Tio bilang padaku kalau Jelita bukanlah putri kandung Andi. Bahkan Tio juga memiliki banyak bukti. Hanya saja aku belum melihat bukti-buktinya," ucap Riska dengan santainya. Dia memang tidak percaya dengan ucapan Tio . Apalagi dia sudah mengenal keluarga Andi cukup lama.
"A_apa ? " sahut Nenek Anggi dengan kedua mata yang terbelalak lebar. Dia menatap putranya yang hanya hanya diam saja . Andi terlihat ketakutan saat dia menatapnya. Apakah ucapan Tio benar ? Kalau memang iya, berarti Andi sudah membohonginya selama ini. Dulu saat Andi dan almarhum Siska menikah, almarhum Siska memang hamil duluan, tapi Andi mengatakan kalau anak yang di kandung oleh Siska adalah anaknya sendiri. Apakah Andi waktu itu membohonginya ? Wanita tua itu lalu menatap tajam putranya yang hanya diam saja.
" Andi ? Apakah kau selama ini membohongi ibu ? Apakah yang dikatakan oleh Tio benar ? " ujar Nenek Anggi sembari menatap tajam putranya.
__ADS_1
Akan tetapi Andi hanya diam saja dan tak berani menatap wajah ibunya. Riska juga melihat kalau Andi tampak ketakutan. Apakah yang dikatakan oleh Tio memang benar ? Karena ucapan Tio memang sedikit masuk akal. Jika Jelita adalah darah daging Andi, pasti pria itu peduli pada gadis itu. Tapi selama ini Andi tak pernah peduli pada Jelita dan bahkan begitu membencinya.
" Andi ? Kenapa kau malah diam saja ?" teriak Nenek Anggi dengan tatapan yang menyiratkan api kemarahan. Diamnya Andi menandakan kalau putranya itu sedang menyembunyikan sesuatu.
" Andi ? " teriak Nenek Anggi lagi.
"Ma_maafkan aku,Bu. Sepertinya memang sudah saatnya aku mengungkapkan semuanya. Ucapan Tio memang benar , Bu. Jelita bukanlah darah dagingku," sahut Andi yang masih menunduk.
Bagai disambar petir di siang bolong, Riska dan Nenek Anggi sangat terkejut mendengar ucapan Tio. Ternyata selama ini dia telah dibohongi oleh putranya sendiri. Pantas saja Jelita berbeda dengan Mila.
" Kalau Jelita bukan putri kandungmu, lalu siapa Ayah kandung Jelita ? " tanya Riska dengan raut wajah yang sangat penasaran. Dia tak menyangka kalau semua yang dikatakan oleh Tio memanglah benar.
" Andi , tolong kau jelaskan semuanya pada ibu ! " ucap Nenek Anggi dengan pembuluh darah yang berdenyut , dan wajah yang memerah. Awalnya dia memang tidak setuju Andi menikah dengan almarhum Siska , tapi Andi malah mengatakan kalau Siska sudah mengandung anaknya , jadi dia terpaksa merestui hubungan mereka.
" Jelita memang bukan putri kandungku. Dulu aku sangat mencintai almarhum Siska. Aku mencintainya sejak dia SMA. Berkali-kali aku menyatakan cinta padanya tapi dia selalu menolak cintaku. Hingga akhirnya aku tahu Siska hamil. Dan dia di hamili oleh mantan kekasihnya, tapi saat itu mantan kekasihnya sedang pergi ke luar negeri. Awalnya Siska ingin memberitahu mantan kekasihnya mengenai kehamilannya , tapi aku melarangnya. Saat itu aku menyatakan cintaku lagi, dan meminta Siska agar menikah denganku. Aku berjanji pada Siska akan menganggap anak yang ada di dalam kandungannya seperti anakku sendiri. Setelah itu aku berbohong pada Ibu dan mengatakan kalau Siska sedang mengandung anakku," terang Andi sembari menatap Ibunya yang terlihat sangat terkejut.
" Kau memang keterlaluan. Kau tega membohongi kami selama ini. Kau memang begitu bodoh," ucap Nenek Anggi dengan amarah yang meledak-ledak.
" Lalu siapa Ayah kandung Jelita ?" tanya Riska dengan mata membulat. Ternyata Andi begitu mencintai almarhum Siska , bahkan hingga rela melakukan semua itu. Pantas saja pria itu hingga sekarang masih mencintai almarhum Siska.
" Aku tidak tahu siapa Ayah kandung Jelita. Karena aku sendiri tidak tahu mantan kekasih Siska," ungkap Andi.
__ADS_1