Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Memaafkan mereka


__ADS_3

William yang berdiri di tangga pun menangis saat mendengar cerita sang adik. Pria itu berkali-kali menghapus air matanya. Mulai sekarang dia berjanji akan selalu membahagiakan Jelita. Tak akan dia biarkan orang lain membuat Jelita menderita lagi. Walaupun dia dan Mila terlahir dari rahim yang sama , tapi dia begitu membenci wanita itu. Sampai kapanpun dia tak akan mau memaafkan keluarga Andi.


" Kau benar . Kami memang sangat jahat padamu , tapi sekarang aku tulus meminta maaf. Tuhan saja maha pemaaf , masa kau tak mau memaafkan adikmu ini ? " ujar Mila yang terus memohon. Dia tak akan menyerah hingga Jelita memaafkannya. Kalau Jelita tak memaafkannya maka semua rencana yang sudah di buat akan gagal total. Dia tak ingin semua rencananya gagal. Dia ingin rencananya kali ini berhasil.


Tiba-tiba Tio membisikkan sesuatu di telinga Jelita hingga wanita itu mau memaafkan Mila dan Nenek Anggi.


" Kau memang benar. Tuhan saja maha pemaaf masa aku tidak. Kalau begitu aku memaafkan kalian," kata Jelita sambil pura-pura tersenyum ke arah Mila dan Nenek Anggi.


" Benarkah ? Kakak serius mau memaafkan kami ? " tanya Mila lagi dengan wajah berbinar-binar. Setelah Tio membisikkan sesuatu ke telinga Jelita wanita itu langsung memaafkannya . Dia sangat yakin pasti Tio yang  membujuk Jelita agar mau memaafkan dia dan keluarganya.


" Tentu saja aku serius. Bukankah dari dulu aku selalu memaafkan kalian ? " tanya Jelita seraya tersenyum .


" Terima kasih ya , Nak. Kamu memang wanita yang sangat baik," sahut Nenek Anggi yang juga ikut tersenyum. Dia merasa senang karena sebentar lagi rencananya pasti akan berhasil.


" Sama-sama , Nek, " sahut Jelita


" Kak Jelita , sebagai ucapan terima kasihku karena kakak sudah mau memaafkan kami maka kami ingin mengundang kakak makan malam. Aku yakin Mama dan Papa pasti sangat senang sekali jika mereka tahu kalau kakak mau datang ke rumah. Mama dan Papa juga ingin minta maaf dengan kakak , tapi mereka malu bertemu dengan kakak," tutur Mila yang bercerita panjang lebar.

__ADS_1


Sebenarnya sebelum datang ke rumah Tio , Mila dan nenek Anggi sudah minta izin pada Riska dan Andi, tapi Mila hanya mengatakan kalau dia datang ke rumah Tio karena ingin minta maaf pada Jelita.


Mila dan nenek Anggi sama sekali tak menceritakan tentang rencananya yang ingin membunuh Jelita pada Riska dan Andi. Jika mereka tahu kalau Mila dan nenek Anggi sedang merencanakan sesuatu maka mereka pasti akan menggagalkan rencananya.


" Baiklah, kalau begitu aku janji akan datang ke rumah kalian nanti malam," sahut Jelita.


" Kalau begitu kami permisi dulu. Kami sudah tak sabar ingin memberitahu kabar bahagia ini pada Papa dan Mama ," kata Mila yang kemudian beranjak dari tempat duduknya. Dia juga membantu Nenek Anggi berdiri.


Ketika nenek Anggi dan Mila sudah meninggalkan rumah Tio, William kemudian menghampiri Jelita dan Tio yang sedang bicara dengan serius.


" Papa yang memintanya agar Jelita memaafkan mereka," sahut Tio. William langsung menoleh ke arah Papanya dengan mata yang membulat sempurna. Kenapa Papanya malah meminta Jelita agar memaafkan mereka ? Apa dia tak tahu kalau mereka adalah orang yang begitu berbahaya. Bagaimana kalau nanti terjadi sesuatu pada Jelita ?


" Sebenarnya aku juga tak ingin memaafkan mereka. Tapi saat ini Papa sudah punya rencana dalam menghadapi mereka ," balas Jelita seraya menatap William yang terlihat begitu marah.


" Kenapa Papa malah meminta Jelita memaafkan mereka ? Dan untuk apa lagi kita berhubungan dengan orang jahat seperti mereka ? Seharusnya kita tak usah berhubungan dengan mereka lagi," kata William lagi yang terlihat emosi dengan Tio. Saat ini dia sama sekali tak mengerti dengan jalan pikiran Papanya. Sebenarnya apa yang sedang Papanya rencanakan ? Kenapa dia begitu yakin dengan rencananya tersebut ?


Tio menghela nafas pelan sambil menatap putranya yang terlihat begitu emosi. Pasti William tak ingin terjadi sesuatu dengan Jelita lagi. Dia sangat mengerti dengan apa yang ada di pikiran William saat ini. Pasti William begitu membenci keluarga Andi karena selama ini dia juga melihat sendiri bagaimana mereka memperlakukan adiknya. Tapi dia juga melakukan ini untuk menghentikan kejahatan Mila dan neneknya. Kalau dia tidak memaafkan mereka maka Mila dan neneknya pasti akan terus berusaha menyusun rencana untuk mengganggu kehidupan Jelita. Dia tak ingin itu semua terjadi.

__ADS_1


" William , lebih baik tenangkan dirimu dulu. Papa juga tak ingin terjadi sesuatu dengan adikmu. Papa melakukan ini untuk kebaikan kita semua. Kalau kita tidak memaafkan mereka maka Mila dan neneknya pasti akan terus berusaha mengganggu Jelita. Jadi untuk menghentikan kejahatan mereka maka kita harus melawan mereka dan mengikuti semua rencana mereka. Papa janji setelah ini tak akan ada lagi yang mengganggu Jelita. Percayalah pada Papa ! " ucap Tio yang berusaha membujuk putranya agar percaya dengan dirinya.


" Memangnya apa yang sedang Mila rencanakan saat ini ? " tanya William seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia begitu penasaran dengan rencana wanita jahat itu.


" Mila dan nenek Anggi sengaja mengundang Jelita untuk makan malam ke rumahnya. Mereka berencana ingin membunuh Jelita dengan menaruh racun ke dalam minuman Jelita," tutur Tio. Dia juga menceritakan semua rencananya dalam menghadapi mereka.


Kedua mata William terbelalak lebar mendengar rencana Papanya.


" Pa , aku tak setuju dengan rencana Papa . Aku tak setuju jika Papa menjadikan Jelita sebagai umpan. Bagaimana kalau rencana mereka berhasil ? Kalau rencana mereka berhasil maka kita akan kehilangan Jelita. Aku tak ingin itu semua terjadi," tolak William dengan raut wajah yang berapi-api.


" Jelita , lebih baik tak usah turuti rencana Papa. Kakak tak ingin terjadi sesuatu denganmu," ucap William dengan raut wajah memohon pada adiknya.


" Tapi apa yang diucapkan oleh Papa ada benarnya juga, Kak, " sahut Jelita.


" Kamu dan Papa memang sama-sama keras kepala," balas William dengan raut wajah yang terlihat kesal. Tidakkah adiknya memikirkan rasa khawatirnya ? Dia hanya takut kalau nanti rencana Mila berhasil.


" Kalau begitu terserah kalian saja. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Jelita , maka aku juga tak akan memaafkan Papa. Dan aku juga akan membunuh Mila dengan tanganku sendiri," ancam William yang kemudian pergi meninggalkan Tio dan Jelita.

__ADS_1


__ADS_2