
bel tanda istirahat sudah berbunyi, seluruh siswa siswi berhambur keluar untuk sekedar mengisi perut mereka yang sudah berdemo..
suasana kelas sudah lumayan sepi, menyisakan Ara bersama Dira dan Putri..
"Ara, apakah kamu mau ikut kami ke kantin?? "
Nadira bertanya pada Ara yang dijawab gelengan kepala oleh Ara..
"tidak, kalian pergilah..nanti aku akan menyusul, aku mau ke toilet dulu"
"baiklah kalau begitu..kami tunggu di kantin" lanjut Nadira
"apakah kamu mau aku pesankan sesuatu Ara??"
"tidak perlu Putri, nanti aku akan memesannya sendiri saat sudah sampai disana. Kalian pergilah dulu.."
" baiklah..kami pergi dulu" Dira dan Putri pergi meninggalkan Ara didalam kelas sendiri.
Setelah Putri dan Dira pergi, Ara bangkit dan berjalan menuju toilet. Saat sudah selesai, Ara mencari letak kantin sekolah.
Saat sudah menemukannya Ara mengerutkan keningnya saat melihat banyak anak berkerumun ditengah kantin.
Saat melihat dari kejauhan Ara terkejut karena Dira dan Putri sedang terduduk dilantai dan didepannya ada 3 gadis yang berdiri dan terlihat sedang memaki Putri dan Dira.
"ada apa sebenarnya??" batin Ara.
Karena penasaran, Ara berjalan mendekat kearah Dira dan Putri, mata Ara membulat sempurna saat melihat salah seorang diantara 3 gadis yang sedang berdiri hendak menyiram tubuh Dira dan Putri dengan 2 gelas jus jeruk.
Tanpa pikir panjang Ara berjalan cepat mendekat ke arah kerumunan orang sambil melepaskan hoodie yang dia pakai, saat sudah dekat dengan teman sekelasnya, Ara sengaja mengibaskan hoodienya ke arah 3 gadis yang hendak menyiram Dira dan Putri
Dan
"byuuuurrrr.."
Jus yang hendak dipakai untuk menyiram Dira dan Putri pun mengenai 3 gadis itu.
Tanpa mempedulikan teriakan 3 gadis itu, Ara membantu Dira dan Putri berdiri sambil membantu membersihkan seragam mereka yang sedikit kotor.
__ADS_1
"kalian nggak apa-apa?" tanya Ara, dan hanya dijawab gelengan kepala oleh keduanya.
Keduanya masih gemetar ketakutan, karena 3 gadis yang mengganggunya adalah senior mereka yang memang sudah lama melakukan aksi bully terhadap keduanya.
" HEEEEHH LO!!! "
Sebuah teriakan keras membuat Ara memutar tubuhnya, dia menaikkan sebelah alisnya sambil menunjuk kearah dirinya seolah bertanya "gue??"
Seluruh murid yang menyaksikan hanya bisa bengong karena selama ini tidak ada yang berani melawan ketiga senior tukang bully itu..dan sekarang dengan santainya Ara seperti menantang mereka.
"Loooo..berani-beraninya lo bikin gue basah kaya gini!! lo udah bosen sekolah disini hahhh!!!" Clara berbicara dengan nada tinggi.
Yaa..3 gadis itu adalah Clara, Sesil dan Bella. Anak-anak orang kaya yang selalu berbuat sesukanya.
Ara masih memasang wajah datar dan tenang seolah tidak terjadi apapun.
Semua murid sudah gemetar ketakutan karena Bella adalah orang yang cukup hebat dalam bela diri.
Bella maju dan hendak melayangkan pukulan ke wajah Ara..semua sudah menahan nafas memikirkan yang akan terjadi selanjutnya, namun semua dibuat melongo dengan apa yang terjadi.
"gue ga ada urusan ama lo lo semua..jangan ganggu temen gue kalo lo bertiga juga gamau berurusan ama gue. Ngertii???"
Setelah mengatakan itu Ara menghempaskan tangan Bella dengan keras sampai Bella terhuyung hampir jatuh kalau saja tidak ditahan oleh kedua temannya..
Setelah melakukan itu, Ara berbalik badan ke arah dua temannya yang masih mematung melihat keberanian Ara melawan 3 manusia kejam di sekolah elite itu.
"Kalian udah pesen makanan??" tanya Ara kepada dua temannya dan dijawab gelengan kepala oleh keduanya.
Ara menghela nafas kemudian berkata lagi
"ayo kita pesan makan dulu, bentar lagi bel masuk akan berbunyi, sebaiknya kita cepat kalau tidak ingin kelaparan saat belajar nanti"
Ara berkata sambil berlalu meninggalkan kerumunan siswa diikuti oleh Dira dan Putri..
Tanpa mereka sadari..sedari tadi ada 3 pasang mata yg memperhatikan mereka sambil mengepalkan tangannya menahan amarah melihat putri dan adiknya kembali ditindas disekolah mereka sendiri.
Mereka adalah orang tua Nadira, tuan Aryo dan Nyonya Anika Natakusuma pemilik sekolah Nusa Bangsa sekaligus orang tua Dira yang kebetulan sedang datang untuk melihat aktivitas disekolah mereka sebagai kunjungan rutin setiap bulan.
__ADS_1
Serta Devano Praja Natakusuma, kakak dari Nadira..
Ya, disekolah itu tidak ada yang tahu bahwa Nadira dan Devano adalah putri dari pemilik sekolah tersebut, karna memang permintaan kedua buah hatinya untuk merahasiakan identitas mereka.
Di tempat Ara dan Dira serta Putri, mereka saat ini masih menjadi pusat perhatian semua orang..termasuk ketiga orang penting dalam hidup Nadira.
Ara dengan santainya memakan soto yang tafi sudah ia pesan..sedangkan kedua orang dihadapannya masih memperhatikan Ara..merasa diperhatikan Ara pun berhenti mengunyah dan meletakkan sendoknya kemudian menatap kedua orang dihadapannya..
"kenapa kalian melihatku seperti itu?? apakah ada yang salah dengan penampilanku?? atau caraku makan aneh??" kata Ara sambil menaikkan sebelah alisnya.
Keduanya pun kompak menggeleng.
Ara menghembuskan nafasnya kemudian berkata
"Lalu kenapa kalian diam dan tidak memakan makanan kalian?? sebentar lagi sudah masuk..apa kalian tidak lapar??" kata Ara
"Terima kasih Ara" Dira berkata dengan mata yang berkaca-kaca, begitupun dengan Putri.
Ara mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya "terima kasih?? untuk apa??"
Dira menghela nafas kemudian berkata
"kami sudah menjadi sasaran bully mereka lebih dari 6 bulan lalu, kami juga tidak tahu kenapa mereka begitu membenci kami. Padahal kami tidak pernah mengganggu mereka" Dira berhenti sambil menghela nafas lagi.
"selama ini tidak ada yang berani membela kami karena takut akan menjadi korban mereka juga, tapi kamu....kamu bahkan tidak memikirkan dirimu saat menolong kami" Dira menunduk menyembunyikan air matanya.
Putri menepuk bahu Dira pelan.
"Terima kasih Ara, terima kasih telah mau menganggap kami temanmu walaupun kita baru beberapa jam kenal". Ucap Putri sambil tersenyum tulus.
Ara tersenyum tipis sambil berkata
"Sejak kalian ingin menjadi temanku saat didalam kelas tadi, kalian sudah aku anggap temanku..mulai saat ini tidak akan ada yang berani mengganggu kalian. Jika mereka mengganggu kalian lagi...maka aku yang akan membalas mereka" Ara berkata dengan mantap sambil menatap kedua teman baru nya..
hai teman-teman reader semua, bantu like, komen sama vote nya yaa..
maafkan kalo masih banyak kesalahan, ini karya pertama jadi masih harus banyak belajar🙏🙏😁
__ADS_1