
"uhuk..uhuk.."
Ara berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Setelah melihat siapa yang memanggilnya Ara menaikkan sebelah alisnya.
"ada apa lagi??" Ara bertanya dengan nada datar.
"gue kalah taruhan sama elo, gue mau nepatin kata-kata yang udah gue ucapin tadi sebelum kita tanding". Seseorang yang memanggil Ara ternyata adalah Digo.
Ara tersenyum sinis dan berkata
"gue ga butuh lu sujud didepan gue, gue cuma mau buktiin kalo elo ga lebih baik dari gue".
Setelah mengatakan itu Ara langsung menarik tangan Dira dan Putri meninggalkan lapangan tempat bertanding tadi.
Digo tersenyum melihat gadis yang baru saja bertanding dengannya meninggalkan lapangan basket, dia terus memperhatikan punggung Ara sampai tak terlihat lagi.
Saat ini Ara dan kedua sahabatnya sedang duduk disebuah kafe, Dira dan Putri masih saja heboh membicarakan bagaimana hebatnya Ara melawan dan mengalahkan Digo serta ketidaksengajaan Ara berpelukan dengan Dev tadi.
Sejak ketiganya sampai di kafe ini, Dira dan Putri tidak henti-hentinya menggoda Ara.
"Lu pada kenapa sih seneng banget godain gue. Kenapa hm??? Gue aja lupa siapa itu nama kakak kelas, kenapa lu pada yang heboh sendiri??" Ara bertanya karena sudah lebih dari setengah jam ia dijadikan sasaran godaan kedua sahabatnya itu.
"Lo nggak sadar Ra kalo lo berdua keliatan cocok. Gitu kan Put??" Dira masih terus menggoda Ara, sedangkan yang digoda sama sekali tidak menunjukkan respon berlebihan.
"yaaa..bahkan kalau orang yang tidak tahu pasti mengira kalian adalah pasangan kekasih." Putri juga dengan semangatnya masih menggoda Ara.
Belum sempat Ara membalas godaan kedua sahabatnya, handphone nya berdering..Ara melihat ponselnya dan nama Bapak tertera dilayar ponselnya, segera Ara mengangkat telpon bapak sebelum bapaknya kembali mengomel.
"assalamualaikum..ada apa bapak?"
"wa'alaikumsalam, kamu dimana neng? sudah pulang? atau masih menonton pertandingan basket??" Seperti biasa bapak selalu bertanya tanpa memberi jeda.
Ara menghela nafas sejenak sebelum berkata
"Kenapa bapak selalu bertanya begitu panjang. Ara bingung mau menjawab yang mana dulu. huft..
__ADS_1
Ara masih berada di kafe dengan teman Ara pak, apa bapak sudah pulang?" Ara balik bertanya kepada bapak.
"Bapak sebentar lagi pulang neng, kamu pulang ya. Kita makan malam bersama. Sudah lama kita tidak makan bersama". Bapak berkata dengan semangat.
"Beneran?? Bapak bisa pulang cepet hari ini?? Ara pulang sekarang pak. Assalamualaikum". Ara menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari bapak..dia terlalu bersemangat karena dalam 3bulan ini bapak terlalu sibuk mengikuti majikan yang harus ia jaga ke luar kota.
Ara berdiri kemudian segera memakai hoodie dan tas selempangnya.
"Lo mau kemana Ra??" Putri bertanya dengan alis yang menyatu.
"ah sorry..gue nyampe lupa ama lu berdua. Gue mau balik duluan, kayanya hari ini gue bisa makan bareng ama bapak. Bapak udah mau pulang". Ara berkata dengan semangat, kedua sahabatnya tersenyum bahagia melihat sahabatnya bahagia.
"hati-hati dijalan Ara, sampai bertemu besok di sekolah" Dira berkata sambil melambaikan tangan kearah Ara dibalas dengan anggukan kecil oleh Ara.
Sepanjang perjalanan Ara merasa sangat senang bisa makan bersama bapak setelah lama tidak bisa makan bersama, bapak selalu pulang saat Ara sudah terlelap dan berangkat pagi sebelum Ara pergi sekolah.
"Assalamualaikum bapaaaakk..Ara pulang". gadis itu sedikit berteriak ketika sampai didepan rumahnya.
"wa'alaikumsalam, kamu ini anak gadis kenapa suaramu begitu keras, bagaimana kalau pak RT datang memarahimu karena berisik". Bapak mengomel saat sudah membukakan pintu untuk anak gadis yang sangat ia sayangi itu.
"yasudah ayo kita makan, bapak sudah memasak makanan kesukaan kamu".
Sepanjang acara makan malam antara ayah dan anak itu hanya diisi dengan canda tawa dan cerita Ara tentang sekolahnya.
Malam sudah larut saat Ara merebahkan tubuhnya setelah selesai membersihkan diri dan shalat isya..karena sudah sangat lelah dengan kegiatannya hari ini, dengan cepat Ara tertidur.
---***---
Ara meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku setelah kemarin dia bermain basket, mungkin karena dia sudah lama tidak berolah raga sehingga badannya terasa sakit semua.
Dengan sedikit malas Ara beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk sekolah. Seperti pagi-pagi sebelumnya, bapak sudah berangkat bekerja saat Ara masih bersiap-siap.
skip perjalanan ke sekolah
Sampai diparkiran Ara segera memarkirkan motor kesayangannya, setelah itu dia menuju ke toilet untuk mengganti celananya dengan rok seragamnya.
__ADS_1
Saat sampai di kelas, tidak seperti biasanya. Kedua sahabatnya tidak ada dikelas, padahal tas mereka sudah ada di kelas.
Karena penasaran Ara keluar untuk mencari kedua sahabatnya, setelah bertanya kepada beberapa orang tentang keberadaan Putri dan Dira akhirnya Ara tahu kedua temannya sedang berada di kantin.
Namun belum sampai Ara dikantin, ia sudah melihat kedua temannya sedang diseret ke tengah lapang oleh manusia jelmaan lampir.
Ara menghela nafas kasar, setelah 2 bulan lebih para nenek sihir itu tidak mengganggunya, kini mereka mulai mengganggu teman-temannya. Bisa Ara lihat dengan jelas bahwa Putri dan Dira berontak ingin melepaskan diri, namun sepertinya kekuatan mereka masih kalah dibanding ketiga nenek lampir itu.
"YAAAAAAA!!!"
Ara berteriak kepada tiga gadis menyebalkan yang menganggu teman-temannya.
Saat semua berbalik mata Ara bahkan hampir melompat melihat seragam kedua temannya sudah tak berbentuk.
Amarah Ara benar-benar berada dipuncak saat melihat kondisi sahabatnya yang berantakan.
"Lepasin temen-temen gue". Ara berkata berusaha menahan amarahnya.
Namun bukannya melepaskan Dira dan Putri, ketiganya justru menarik baju Dira sampai beberapa kacing bajunya terlepas. Dira berteriak kencang
"aaaaakkkkkhhh...!!"
Melihat hal tersebut Ara langsung maju dan menghempaskan Bella dan Sesil yang memegang kedua temannya.
Matanya memerah memancarkan kemarahan yang teramat besar. Tatapan tajamnya sebenarnya membuat nyali ketiga mak lampir itu sedikit menciut, Ara mendekat ke arah Dira dan melepaskan jaket yang masih ia kenakan kemudian memakaikan kebadan Dira.
Melihat Dira menangis Ara mencoba menenangkannya, saat Ara berjongkok didepan Dira untuk menenangkan sahabatnya itu, tiba-tiba rambut Ara ditarik kencang oleh Sesil..sampai Ara terjungkal ke belakang.
Ara segera bangkit dan mendekati Sesil kemudian tanpa banyak kata dia melayangkan tamparan keras ke wajah Sesil.
Bella yang tidak terima temannya ditampar kemudian maju dan mulai menghajar Ara.
Perkelahian tidak dapat dihindari, mereka bukan hanya saling jambak tapi juga memukul bahkan menendang. Beberapa kali wajah Ara terkena pukulan dan cakaran dari Bella yang dibantu dua temannya.
Tidak ada yang berani melerai sampai terdengar suara yang membuat semua orang mematung.
__ADS_1
"KALIAN SEMUA BERHENTIIIIII.!!!"