Cinta Kinara

Cinta Kinara
keributan berlanjut


__ADS_3

Bel tanda masuk sudah berbunyi..Ara dan kedua temannya pun sudah berada ditempat duduknya masing-masing menunggu guru pelajaran selanjutnya datang.


Pelajaran terakhir hari ini adalah bahasa indonesia..semua murid di dalam kelas memperhatikan semua materi yang dijelaskan oleh guru, setelah 90menit lamanya akhirnya bel pulang sekolah berbunyi.


Semua murid Sekolah Nusa Bangsa berhambur keluar.


Saat ini Ara sudah berganti memakai celana panjang, karena motor yang ia kendarai adalah motor laki-laki sehingga tidak memungkinkan jika memakai rok, Ara pun sudah mengenakan hoodie kesayangannya.


Saat sedang berjalan menuju parkiran bersama kedua temannya, Ara dicegat oleh Clara dan teman-temannya..rupanya mereka masih belum bisa menerima kalau ada yang berani melawan mereka bertiga.


Ara memandang ketiga manusia yang berdiri angkuh didepannya saat ini sambil membuang nafas kasar karena mereka benar-benar membuang waktu Ara.


Saat hendak melewati ketiganya, tangan Ara dicekal oleh Sesil dan didorong hingga Ara terhuyung ke belakang beberapa langkah.


Ketiganya berjalan mendekat ke arah Ara.


Putri dan Dira hanya bisa diam melihat teman barunya harus menjadi korban juga karena membela mereka.


Karena sudah malas berbasa basi Ara pun memecah ketegangan diantara mereka.


"Lo bertiga mau apa?? kalo ga ada yang penting Lu pada minggir deh. Gue mau pulang..laper gue" Ara berkata tanpa beban


"Cihhh..gede juga nyali lo bocah" Bella berkata dengan sinis


" Dia belum tau siapa kita rupanya, anak baru berani nyari gara-gara sama kita" Clara ikut menimpali.


Ara yang sudah merasa lelah hanya menghela nafas kasar kemudian berkata.


"Lu pada kalo mau ngomong gausah muter-muter deh ya, langsung aja mau lu pada apaan??? Ara sudah mulai habis kesabaran karena baru hari pertama sekolah dia sudah dihadapkan dengan nenek sihir menyebalkan.


Bella maju satu langkah lalu berkata


" Lu anak baru gausah sok cantik dan gausah sok berani sama kita-kita. Atau......lu mau jadi kaya mereka berdua ini yang cuma jadi sampah disekolah elite ini???!!" nada bicara Bella sudah naik satu oktaf dan benar-benar memancing amarah Ara dengan ucapannya mengenai kedua teman barunya itu.


Ara pun tidak mau mengalah..dia maju beberapa langkah mengikis jarak antara dia dam Bella..sambil tersenyum sinis Ara berkata


"Bukannya sampah dsini itu lu bertiga ya??" kata-kata Ara bagaikan bensin yang dituang diatas api..muka Clara dan kedua temannya langsung memerah menahan amarah.

__ADS_1


Melihat Clara dan kedua temannya yang sudah terpancing emosi Ara pun tersenyum melihat ke sudut tembok.


Bella yang sudah terbakar amarah hanya karena sedikit ucapan Ara langsung maju dan melayangkan tamparan keras kewajah Ara sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah, Bella tersenyum puas begitupun Clara dan Sesil. Tanpa mereka sadari, mereka baru saja membangunkan singa betina yang sedang nyenyak tidur.


Ara maju selangkah lagi dan berkata


"Lu bertiga yang mulai ini..jangan salahin gue kalo lu bertiga nerima akibatnya" setelah mengucapkan itu tanpa memberi jeda, Ara langsung melayangkan tamparan kewajah Bella dengan kekuatan penuh.


Melihat keberanian Ara dan melihat kondisi Bella yang tersungkur kelantai hanya karena tamparan Ara membuat mereka terkejut bukan main.


Perkelahian mereka tak luput dari pandangan para murid yang memang belum sepenuhnya membubarkan diri, masih banyak yang menyaksikan aksi berani seorang Kinara Maheswari.


Dari kejauhan Devano bersama dua temannya, Samuel dan Kevin hanya memandang takjub pada seorang Kinara.


Mereka benar-benar tidak habis pikir dengan keberanian gadis itu melawan tiga perempuan pembuat masalah.


Senyum tipis terukir diwajah tampan Dev melihat gadis pemberani yang pagi tadi melindungi adiknya Dira.


Clara dan Sesil berjongkok hendak membantu Bella untuk berdiri, sebelum sempat mereka berdiri Ara sudah berjongkok didepan mereka..menampilkan senyum smirknya Ara berkata


Saat sampai diparkiran Dira dan Putri langsung membalikkan tubuh Ara dan melihat luka bekas tamparan Bella..mereka meringis seolah merasakan ngilu yang dialami oleh Ara.


"Ara..apakah kita perlu ke rumah sakit untuk mengobati luka dibibirmu itu??" Dira berucap dengan khawatir disusul anggukan kepala oleh Putri.


"Tidak perlu..apa yang harus diperiksakan?? bahkan luka ini tidak sedikitpun terasa" Ara menjawabnya dengan tenang.


Kemudian dia berkata


"Sudahlah ayo kita pulang, apa kalian tidak akan pulang?? kalian pulang naik apa??" Ara bertanya tanpa jeda membuat kedua temannya tersenyum manis pada teman baru mereka itu.


"Tentu kami juga akan pulang, kami akan dijemput oleh supir kami" Dira menjawab pertanyaan Ara.


"Baiklah kalau seperti itu..aku pulang dulu ya, aku takut sebentar lagi akan ditelpon oleh komandanku jika belum sampai rumah" setelah mengatakan itu Ara pergi meninggalkan kedua temannya yang masih memperhatikan Ara sampai hilang dari pandangan mereka.


"mau sampai kapan kalian melamun diparkiran seperti ini??" sebuah suara yang sangat dikenal oleh keduanya menyadarkan mereka.


"Kakak?? apakah tidak bisa jika tidak mengejutkan seperti ini??" Dira mengomel kepada kakak lelakinya.

__ADS_1


ya, di sekolah ini hanya Putri yang tahu bahwa seorang Nadira adalah adik dari Devano Praja Natakusuma, karena Putri adalah sahabat Dira sejak SD.


Dev hanya tersenyum melihat adiknya marah-marah karena terkejut. Setelahnya dia mengusap kepala adiknya dan berkata


"Hari ini kamu pulang sama kakak ya, pak Tono sedang mengantar mama arisan" Dev berkata dengan lembut kepada adiknya


"Kenapa mama sama pak Tono kak?? bukankah biasanya mama selalu diantar pak Rahmat?? apa mama aman hanya bersama pak Tono??" raut khawatir terlihat jelas dari wajah Dira saat ini.


Dev kembali tersenyum kepada adik kesayangannya


"Mama akan baik-baik saja, kamu tenanglah. Pak Tono juga bisa diandalkan" ucap Dev menenangkan adiknya


Akhirnya Dira menurut untuk pulang bersama Dev..setelah pamit kepada Putri dan kedua sahabat kakaknya merekapun pulang.


Jauh dari mereka berdiri wajah Clara terlihat memerah, tangannya mengepal kuat melihat lelaki pujaannya yang selalu dingin padanya tersenyum kepada gadis yang selama ini ia bully. Clara sangat cemburu melihat Dev begitu akrab dengan Dira, tanpa ia tahu ada hubungan apa antara keduanya.


"awas kamu Dira..aku akan semakin menyiksamu bersama dua temanmu itu" Clara mengepalkan tangannya menahan amarahnya. Inilah alasan kebencian Clara terhadap Dira..dia pikir Dira adalah kekasih Dev( ampun deh🙈 )


Saat didalam mobil Dev sesekali melirik adiknya yang tersenyum bahagia..akhirnya Dev memecah keheningan bertanya pada adiknya


"Apa yang membuat dirimu sebahagia itu hmm??? kakak lihat dari tadi kamu selalu tersenyum??"


Dira menoleh masih dengan senyum bahagianya


"Apa kakak tadi melihatnya??" Dira bertanya dengan semangat.


Dev mengangkat sebelah alisnya seakan bertanya "melihat apa maksudmu"


Dira mendengus kesal melihat reaksi kakaknya.


"Maksudku teman baruku, murid baru yang satu kelas denganku. Kakak pasti sudah tau karena pasti satu sekolah sudah membicarakan keberaniannya melawan wanita penggila kakak itu" bibirnya tak henti-hentinya berbicara membuat Dev gemas dan akhirnya mengacak rambut adiknya itu.


Tiba-tiba Dev menginjak rem mobil secara mendadak sampai kepala Dira hampir terbentur. Sebelum Dira melayangkan protes, mata keduanya membola melihat kearah depan.


"MAMA...!!!"


hai hai..akunya lagi semangat banget nulis karena ini karya pertama aku. Jangan lupa Like, komen sama vote nya ya reader🙏

__ADS_1


__ADS_2