Cinta Kinara

Cinta Kinara
terluka


__ADS_3

Mata Dev dan Dira membulat sempurna melihat mobil yang dikendarai ibunya dikepung oleh enam pria berpakaian hitam dengan badan besar, sedang pak Tono sang sopir sedang berusaha melawan para pria itu.


Dev berniat turun untuk membantu pak Tono melawan pria-pria itu, namun sebelum Dev membuka pintu dia melihat seorang pria itu memegang kepalanya sambil menolehkan kepala ke belakang, Dev dan Dira pun mengikuti arah pandang pria itu.


Betapa terkejutnya mereka melihat gadis yang baru saja menjadi bahan pembicaraan mereka berdiri tenang disamping motor kesayangannya sambil melempar-lempar batu ke udara.


Saat pria-pria berbadan besar itu semua mengalihkan perhatiannya pada gadis yang berani melempar salah satu dari mereka dengan batu, semua mata membola melihat gadis itu mengacungkan jari telunjuknya dan menggerak-gerakkan seolah menantang mereka semua. Para pria itu menyeringai melihat keberanian gadis itu.


"Lu pada, kalo berani jangan keroyokan..badan aja lu kaya setup, ama babe-babe lu beraninya keroyokan. Lu punya burung apa apem di dalem celana" Ucapan gadis cantik itu bagaikan bensin yang menyirami api. Semua pria itu berdiri menghadap Ara seolah ingin menelannya hidup-hidup.


"SERAAAAAANG!!" Tanpa menunggu lama kata-kata itu menggema menandakan mereka benar-benar ingin menghabisi gadis yang sudah berani menghina mereka.


Pertarungan tidak bisa dihindari..mau tidak mau Ara harus memeras tenaganya siang ini.


"Apes banget ya Allah hari ini..tadi di sekolah ketemu rombongan lampir, ini dijalan ketemu ama orang-orang banci. Lindungi hamba ya Allah..bismillah" Ara terus menggerutu sambil berdoa karena hari ini dia harus menguras tenaganya.


Perkiraan para pria bengis itu salah besar, dibalik tubuh dan wajah yang elok milik Ara tersimpan tenaga besar yang mampu membuat mereka terjungkal ke belakang beberapa kali.


Tiga dari enam orang sudah tidak mampu berdiri akibat tendangan maut Ara langsung pada masa depan mereka๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Tiga lainnya masih berusaha melumpuhkan Ara.


Karena tenaganya sudah terkuras banyak untuk melawan enam pria dewasa dengan badan seperti kulkas 2 pintu, Ara mulai terdesak.


Nyonya Anika yang sedari tadi melihat bagaimana gadis yang sedang bertarung demi menolongnya hanya bisa berdoa sambil terus menghubungi suami dan pengawal setianya yang sedang mengawal suaminya saat ini.


Dev yang sedari tadi hanya jadi penonton karena tiba-tiba dia menjadi seperti orang bodoh menyaksikan bagaimana lihainya Ara melawan pria-pria itu. Sampai suara Dira menyadarkannya dari lamunan.


"Kakak ih..itu temen aku gimana?? bukannya ditolongin malah bengong gimana sih". Ucap Dira kesal sambil memukul bahu kakaknya.


Dev tersadar dan segera turun dari mobil untuk membantu Ara.


Tepat saat Dev berdiri dibelakang Ara, gadis itu terkena tendangan yang cukup kuat sehingga membuatnya terhuyung ke belakang, dengan sigap Dev menangkap badan Ara.


Sesaat tatapan mata keduanya bertemu. Namun dengan cepat Ara sadar dan memutus pandangan matanya.


Belum sempat Ara berdiri sempurna, serangan datang dari arah depan dan belakang mereka.


Ara hanya berteriak

__ADS_1


"TAHAAAN" kemudian dia bertumpu pada punggung Dev yang sedikit membungkuk saat menangkap Ara tadi dan segera memutar membagi tendangannya kepada lawan-lawannya.


Setelah lawannya sedikit mundur Ara segera menegakkan badannya, belum sepenuhnya Dev berdiri tiba-tiba Nyonya Anika berteriak dari dalam mobil


"DEEEEVVV, AWAAAAASSS".


Sebelum Dev sadar dengan alasan teriakan mamanya Ara sudah berlari memeluk.tubuh Dev dari belakang dan


"sreeettt"


"aakkhh" Ara sedikit berteriak merasakan lengannya terluka oleh sabetan pisau yang tajam.


Tidak ingin membuang waktu, Ara segera berbalik badan dan menghajar sisa orang yang masih berdiri tanpa membiarkan Dev membantunya sedikitpun.


Setelah semua musuhnya tumbang, Ara berjongkok didepan salah satu pria itu.


"Seragam baru gue sobek gara-gara elu".


Setelah mengatakan itu Ara meninju muka orang itu sampai pingsan kemudian dia berdiri dan menghampiri pak Tono.


"Bapak tidak apa-apa?? apakah ada yang terluka??"


Bahkan Ara lupa pada luka sobek di tangannya yang terus mengeluarkan darah.


"Saya yakin bapak ini tidak kenapa-kenapa, saya rasa kamu yang harus dibawa ke rumah sakit"


Dev merasa ngilu sendiri melihat luka gadis itu.


Nyonya Anika segera keluar dari mobil dan mendekat kearah Ara dan Dev.


"oh ya Allah nak..kamu terluka. Ayo kita kerumah sakit, lukamu perlu diobati". Nyonya Anika benar-benar khawatir melihat keadaan gadis yang sudah menyelamatkan hidupnya itu.


"Saya tidak apa-apa nyonya. Saya akan mengobati luka saya dirumah. Sebaiknya anda segera pergi dari sini. Saya rasa mereka bukan perampok biasa. Kalau bisa mungkin bawa pengawal lebih aman untuk anda. Saya yakin anda bukan orang biasa. Saya permisi dulu nyonya".


Setelah mengatakan itu, Ara langsung kembali naik kemotornya tanpa bisa dicegah, padahal Dev sudah memaksa membawanya ke rumah sakit.


Ara melajukan motornya menuju rumah kontrakan ayahnya.


Dira hanya diam dimobil, bukan dia tidak peduli pada Ara, tapi dia belum siap jika Ara tahu siapa dirinya yang sesungguhnya.

__ADS_1


Berulangkali dia meminta maaf walaupun Ara tidak mungkin bisa mendengar kata maafnya.


"Apakah mama ada yang luka" Dev menanyakan keadaan ibunya setelah kepergian Ara.


Nyonya Anika menggeleng lemah


"Mama baik-baik saja Dev, tapi gadis itu.." Nyonya Anika masih mengkhawatirkan keadaan gadis penolongnya.


"Semoga dia baik-baik saja ma" Dev berkata pelan sambil mengusap pundak ibunya.


"mamaaaaaaa...." Dira berteriak sambil berlari mendekati ibunya.


"Mama..apakah mama terluka??" dia bertanya sambil membolak balikkan tubuh ibunya.


"Mama tidak kenapa kenapa sayang, mama baik-baik saja" nyonya Anika tersenyum untuk meyakinkan putri kesayangannya itu.


Dira memeluk ibunya erat takut kehilangan ibu yang begitu ia cintai.


Saat sedang berpelukan datang sebuah mobil mewah yang sangat mereka kenali.


yaa..itu mobil tuan Aryo suami nyonya Anika.


Tuan Aryo turun dengan terburu buru dari mobilnya dan langsung memeluk istri yang sangat ia cintai saat sudah didepannya.


Tuan Aryo melihat kondisi istrinya


"Apakah kamu baik-baik saja ma?? apakah ada yang terluka??" kemudian pandangannya tertuju pada enam pria yang sudah babak belur dihajar oleh Ara.


"maafkan aku, seharusnya aku tidak membawa rahmat,harusnya rahmat menjagamu. Hal-hal seperti ini pasti akan terjadi, harusnya aku dengan Tono saja tadi". Tuan Aryo berkata penuh penyesalan.


"Sudahlah pa..yang terpenting aku baik-baik saja dan tidak terluka sama sekali". Nyonya Anika tersenyum menenangkan suaminya.


Perlahan tuan Aryo mendekat kearah enam pria yang sedang diintrogasi oleh rahmat.


"Bawa mereka semua mat, kita harus tahu siapa yang memerintahkan mereka untuk menyakiti keluargaku, tidak akan pernah ak ampuni" tuan Aryo berkata penuh amarah.


"Baik tuan, saya akan tangani mereka semua" Pak Rahmat menunduk didepan tuannya.


"kita pulang sekarang ma.."

__ADS_1


"kalian juga, ikuti mobil papa..jangan sampai jauh dari mobil papa". Tuan Aryo berucap sambil berjalan menuntun istrinya.


"kaaakk"


__ADS_2