Cinta Kinara

Cinta Kinara
pertandingan basket


__ADS_3

"Araaa.." suara yang tidak asing memanggilnya


saat dia berbalik badan sudah ada 2 sahabatnya dengan senyum sempurnanya, Ara mulai curiga kepada sahabat-sahabatnya ini.


"Apa yang kalian berdua inginkan, tidak mungkin muka kalian secerah ini tanpa menginginkan sesuatu?". Ara bertanya penuh kecurigaan.


Dira langsung mengapit lengan Ara dan berkata


"Hari ini ada pertandingan basket antara sekolah kita dan sekolah Harapan Jaya, kita nonton ya?? ya ya ya???".bDira menampilkan puppy eyes yang sangat menyebalkan menurut Ara, karena jika sahabatnya ini sudah seperti sekarang artinya dia akan sulit menolaknya.


"Baiklah baiklah..jam berapa pertandingannya?? Gue musti balik dulu, kalo engga bisa-bisa gue digeprek ama bapak"


"Nanti jam 4, sekarang kita pulang dulu..nanti kita ketemu di lapang basket aja..gimana??" Putri bertanya dengan semangat.


"Gimana lu pada deh. Gue ngikut aja". Ara berjalan meninggalkan sahabatnya yang langsung bertos ria dan tersenyum penuh makna.


***


Jam menunjukkan pukul 15.20


Ara sudah bersiap-siap dan sudah meminta ijin pada bapak walaupun harus berkhotbah dulu sebelum mengijinkan. Ara tampil cantik dengan kaos putih serta celana jeans sobek kesayangannya, benar-benar tidak ada kata feminim melekat padanya.


Kaos putihnya dibalut dengan hoodie hitam kesukaannya kemudian memakai tas selempang kecil untuk memasukkan hp dan dompetnya. Dirasa siap Ara segera meluncur ke lokasi sebelum ada yang membombardir hpnya dengan chat dan telpon yang tiada henti.


Sampai ditempat pertandingan ternyata sudah sangat ramai, Ara melihat sekeliling mencari sahabatnya.


Saat membalik badan Ara terkejut karena mendapati Devano berdiri tepat didepannya.


Merasa gugup, Ara mundur selangkah, Dev tersenyum tipis melihat reaksi gadis cantik didepannya ini. Kemudian dia berkata


"Teman-temanmu sudah ada dibangku penonton sebelah sana". Kata dev sambil menunjuk tempat Dira dan Putri.


Saat sudah mengetahui dimana sahabatnya berada, "makasih bang" setelah mengatakan itu Ara langsung pergi dari hadapan Devan.


Ara sudah bergabung dengan kedua sahabatnya, pertandingan juga akan segera dimulai.

__ADS_1


Peluit dibunyikan pertanda pertandingan dimulai..skor pun saling mengejar. Saat pertandingan berjalan setengah, lawan melakukan kecurangan namun wasit tidak melihat, salah seorang anggota tim devan terluka dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, semua bingung karena memang pemain pengganti tidak ada yang datang, karena dipikir ini hanya pertandingan kecil..sedangkan lawan tersenyum licik setelah melakukan kecurangan. Itu semua tidak lepas dari penglihatan Ara.


"Gimana ini Dev, mereka main curang..tapi wasit ga liat. Kita kalah jumlah" Samuel berkata dengan wajah bingung.


"Coba hubungin rudi, kita bisa minta waktu sebentar, toh ini bukan pertandingan resmi antar sekolah." Dev menanggapi dengan santai walau sebenarnya dia ingin menghajar kapten tim lawan yang curang.


"Ga bisa dihubungin semua, terlalu mendadak mereka juga belum tentu siap Dev". Kini giliran Kevin yang panik.


Saat para pemain sedang panik, tiba-tiba Ara melepas tasnya dan menitipkan pada Dira, kemudian dia berjalan turun menemui Dev.


"Gue bisa jadi pemain penggantinya kalo diijinin. Toh bukan pertandingan resmi kan??" tiba-tiba ada suara merdu yang membuat semua pemain mengalihkan perhatiannya pada pusat suara.


Semua terdiam sesaat sampai suara menyebalkan terdengar


"Ciihhh..cewe bisa apa lu kalo ikut main, udah ga punya stok pemain lu pada nyampe cewe jadi pemain pengganti, ntar jatoh nangis lu..". Suara itu benar-benar membuat Ara ingin menghadiahi bogem ke wajah menyebalkan itu.


"Kenapa? lu takut ngadepin gue?? bukannya ini bukan pertandingan resmi??". Ara maju selangkah berhadapan dengan Digo kapten tim lawan.


Sejenak Digo termenung memandang wajah cantik didepannya, kemudian ia tersenyum licik.


Digo menjeda ucapannya.


Ara menatapnya tajam kemudian berkata "Bilang aja apa mau lu, gue yakin lu orang licik.." Ara tersenyum miring.


"Pinter juga lo..kalo tim lo kalah, lo harus kencan ama gue nanti malem". Setelah mengucapkan itu Digo tersenyum penuh kemenangan, karna skor sekarang timnya lebih unggul.


Ara tersenyum miring kemudian


"Cuma itu syarat lu?? Kalo elu yang kalah??". Ara balik menantang.


"Kalo gue kalah, gue bakal sujud didepan elu ama kapten tim elu". Digo berucap lantang.


Tanpa pikir panjang Ara langsung berkata "DEAL"


Dev menarik tangan Ara sampai Ara berbalik kearahnya kemudian menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya "apa??".

__ADS_1


"Kamu ga perlu terima tantangannya, dia orang licik pasti bakal ngelakuin segala cara supaya menang. Kamu mundur aja, kita kalah ga papa bukan pertandingan resmi juga". Dev seolah tak rela jika sampai timnya kalah dan Ara harus berkencan dengan Digo.


Ara menggeleng lalu tersenyum


"Jangan pesimis bang". Setelah mengatakan itu Ara mendekat ke arah Dira lalu melepas hoodie yang ia pakai kemudian mengikat rambutnya tinggi. Bahkan semua pemain seolah sudah tidak fokus pada pertandingan melihat perut putih Ara yang sedikit terlihat saat melepas hoodienya serta leher jenjang nan berkilau miliknya membuat semua pemain tidak fokus.


"Oke..ayo kita mulai. Awas lu kalah.." Ara berbicara mebuyarkan lamunan para lelaki yang mengagumi kecantikannya.


"Gue pastiin lu kalah, lu harus kencan ama gue..". Digo berkata mantap, sepertinya lelaki playboy itu sangat tertarik dengan kecantikan Ara.


Peluit dibunyikan tanda pertandingan dimulai, 5 menit awal Ara masih memantau seperti apa pola permainan lawan, baru setelah itu Ara merangsek maju menyerang pertahanan tim lawan, tim lawan benar-benar dibuat kewalahan dengan keahlian gadis cantik yang sedang ada dihadapan mereka ini.


"go Ara.. go Ara ..go" teriakan teriakan terdengar menggemakan nama Ara terutama dari 2 gadis yang berada paling depan mendukung sahabatnya.


Dev benar-benar dibuat takjub oleh gadis yang ada didepannya saat ini, benar-benar luar biasa hebat.


Waktu menyisakan 5menit dan tim Dev unggul cukup jauh dari tim Digo.


Digo terlihat sangat kesal saat mengetahui ia akan gagal memenangkan taruhannya dengan gadis incarannya itu.


Peluit dibunyikan tanda usainya pertandingan, akhirnya tim Dev menang atas tim Digo. Dev berlari mendekat kearah Ara kemudian memeluk Ara secara reflek, karena tidak sadar Ara membalas pelukan Dev hingga terdengar riuh penonton dan sahabt-sahabatnya yang menggoda mereka.


"Sorry..aku ga sengaja tadi reflek saking senengnya". Dev berkata dengan kikuk karena merasa tidak enak.


"gapapa bang, gue juga ga nyadar. Yaudah gue balik ke temen-temen dulu bang". Ara langsung kabur kearah Dira.


Dari jauh Digo mengepalkan tangannya menahan amarah, gadis yang ia sepelekan ternyata cukup tangguh..dia jadi penasaran seperti apa gadis yang bernama Ara itu.


"gue pasti bisa dapetin elo, ARA..". Seringai licik terbit di bibir Digo.


Untuk beberapa saat tatapan mata Ara bertemu dengan Digo, Ara hanya tersenyum tipis kemudian mengalihkan pandangannya. Namun senyum tipis itu mampu membuat hati Digo berdesir hebat, jantungnya berdetak tak beraturan, ternyata Digo jatuh dalam pesona seorang Kinara Maheswari. Sepertinya Digo benar-benar jatuh cinta pada gadis galak bernama Ara..


Ara mengambil minuman yang disodorkan oleh sahabatnya kemudian segera meneguknya hingga menyisakan setengahnya, saat ia sedang melanjutkan minum tiba-tiba ada yang memanggilnya sambil menepuk bahunya hingga ia tersedak.


"uhuk uhuk.."

__ADS_1


__ADS_2