Cinta Kinara

Cinta Kinara
05


__ADS_3

"kaaakk" Dira memandang kakaknya dengan mata berkaca-kaca


"temanmu akan baik-baik saja, percayalah". Seolah tahu apa yang sedang dikhawatirkan oleh adiknya, Dev mencoba menenangkan adiknya walaupun dia sendiri sedang mengkhawatirkan gadis penolong ibunya.


"ya Allah..mau ngeluh takut dosa ya Allah. Tapi kok sial amat si hari ini aku..ketemu lampir ketemu preman bayaran masih kena sabet pisau". Mulutnya terus saja menggerutu sedang tangannya sibuk mengolesi lukanya dengan bethadine dan menutupnya dengan perban.


"Ini kalo bapak tahu bisa-bisa aku dijadiin perkedel ama bapak. Mudah-mudahan hari ini sampe 1minggu bapak ga pulang. Bisa digeprek aku kalo bapak tahu". Bahkan saat membereskan kotak obatnya dia terus berbicara sendiri, sampai dering ponselnya mengalihkan perhatiannya.


Tubuhnya tiba-tiba membeku melihat ID pemanggil, orang yang baru saja ia sebut sedang menelponnya. Dengan gemetar dia mengangkat telponnya.


"Assalamualaikum pak". Ucapnya setenang mungkin


"Wa'alaikumsalam neng, kamu udah pulang neng? Udah sampe rumah? Nggak keluyuran dulu kan kamu??" pertanyaan tanpa jeda langsung ia terima


Menghela napas sejenak sebelum menjawab


"Terus eneng harus jawab mana dulu atuh bapak?? Nanya mah satu-satu atuh." mode anak galak ON


"Iya maaf, bapak takut kamu kelapayan..kamu kan baru 1minggu disini. Bapak takut kamu kesasar". Ucap Bapak lembut.


"Eneng udah gede bapak, da moal kesasar atuh si bapak mah ih". Lanjut ngomel ke bapaknya🤦


"Aku udah drumah ini, ini lagi mau makan dulu". Terpaksa bohong sama bapak, masa mau bilang lagi ngobatin luka, bisa-bisa planet mars dipindah kedepan rumah sama bapak😂


"Alhamdulillah kalo udah sampe rumah, jangan lupa shalat neng." bapak menjeda ucapannya sambil menghela nafas.


"Bapak kenapa?? Lagi ada masalah??" Mode anak sholeha ON.


"Maafin bapak ya neng, kayanya bapak ga bisa pulang 3 hari ini." Bapak kembali menghela napas panjang kemudian mengeluarkannya.


"Alhamdulillah ya Allah." Tanpa sadar Ara mengucap syukur siap-siap bapak singa mode ON.


"Heeehhh..apa neng?? Alhamdulillah?? Kamu seneng bapak gak pulang-pulang neng?? Kamu mau ngapain hah kalo bapak gak pulang".


Ara menepuk jidatnya keras seolah berkata bo*oh nya aku yang keceplosan.


"Eh eh..bukan gitu, bapak mah suka suudzon aja sama anak..gak boleh pak suudzon".


"Terus maksudnya apa alhamdulillah tadi??" bapak masih mode garang😂😂😂


"Alhamdulillah..ini tugas neng udah selesai pak".

__ADS_1


"maafin Ara ya pak bohong lagi". Batin Ara.


"Bapak kira kamu seneng bapak gak pulang". bapak sudah mulai melembut.


"yasudah..bapak gak bisa lama-lama telponnya, bapak harus kerja lagi. Kamu hati-hati drumah ya neng, kabari kalo ada apa-apa. Ngerti kan??"


"Siiiiap bapakku sayang..bapak hati-hati kerjanya"


"Kqmu juga hati-hati, jangan bikin ulah neng di sekolah, bapak gak mau nanti dipanggil..kamu juga gak mau kan beasiswa kamu dicabut??"


"Iya bapaaaaakk..eneng inget"


"Yaudah bapak kerja dulu, assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam pak". Telepon terputus. Ara bisa menghela nafas lega mendengar bapak tidak akan pulang dalam 3 hari. Itu artinya lukanya sudah akan lebih baik saat bapak pulang.


Setelah membersihkan diri dan menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim, Ara menuju ke dapur untuk memasak makan siangnya.


Ara adalah anak yang mandiri, ditinggalkan ibu sejak masih SD menjadikan Ara gadis yang mandiri dan juga tangguh.


Selama ditinggal bapak bekerja jauh, Ara diasuh oleh neneknya. Sejak kecil Ara sudah dilatih segala ilmu bela diri, jadi tidak mengejutkan jika sekarang ia benar-benar menjadi gadis tangguh.


***


"Dira..sampai kapan kamu akan merahasiakan bahwa Dev adalah kakakmu?? Setidaknya mereka tidak akan berani mengganggumu kalau tau kau adalah adiknya Dev..." Tuan Aryo menghela nafas berat, bingung dengan jalan pikiran putrinya itu.


"Benar sayang, setidaknya kakakmu bisa menjagamu dengan leluasa". Nyonya Anika ikut bersuara.


"hahhh". Terdengar helaan panjang dari Dira.


"Bukan aku tidak mau ma..pa..


hanya saja kalau mereka tahu aku adalah adik dari seorang idola sekolah Nusa Bangsa mereka hanya akan mau berteman denganku karna kakak."


"Aku tidak mau seperti itu maaa.." Sedikit mengeluarkan jurus manjanya saat merayu kedua orang tuanya.


"Kalau tadi tidak ada gadis yang menolongmu mungkin papa dan kakakmu sudah menyeret 3 gadis tidak tau diri itu." Amarah tuan Aryo terpancing saat mengingat putrinya direndahkan dihadapannya.


"Apa papa dan mama tahu?? gadis yang menolong mama tadi siang dari orang-orang asing itu adalah gadis yang sama yang menolongku di sekolah". Dira bercerita penuh semangat.


"Gadis?? gadis penolong yang mana maksudmu dira??". Tuan Aryo bertanya dengan alis yang menyatu.

__ADS_1


Dia bingung..gadis mana yang sedang diceritakan putrinya, bukankah saat dia datang tidak ada siapapun disana kecuali para penjahat yang terkapar.


"Ohh ya Allah..mama sampai lupa pada gadis penolong itu. Apakah dia akan baik-baik saja nak??". Nyonya Anika bertanya pada Dev.


"Aku yakin dia akan baik-baik saja ma, sepertinya dia gadis yang sangat tangguh." Dev tersenyum tipis saat mengingat keberanian gadis penolong dua wanita berharganya itu..bahkan dia bebas dari sabetan pisaupun karena gadis itu.


"Kalian membicarakan seorang gadis, gadis yang mana yang kalian bicarakan ini?? kenapa papa tidak tahu apapun??". Tuan Aryo semakin penasaran.


"Saat tadi pak Tono sudah tidak sanggup melawan, kepala salah satu penjahat itu ada yang melempari batu pa, dia seorang gadis yang sangat cantik.." nyonya Anika bercerita sambil mengingat wajah ayu gadis penolongnya itu.


"Apa papa dan mama tahu, gadis itu juga yang tadi pagi menolongku." Dira bercerita dengan semangat menggebu.


"Benarkah??" Pertanyaan yang sama keluar dari mulut kedua orang tua Dira.


Dira mengangguk mantap sebagai jawaban.


"Ahh..keluarga kita benar-benar berhutang nyawa pada gadis itu pa." Nyonya anika benar-benar merasa berhutang budi pada Ara.


"Siapa nama gadis itu Dira??" nyonya Anika kembali bertanya.


"Ara.." bukan Dira yang menjawab tapi Dev yang menjawab sambil tersenyum tipis.


Dira tersenyum jahil melihat kakaknya seperti mengagumi Ara.


"Apakah dia sangat cantik kak?? sepertinya kakak mengaguminya??" Dira benar-benar menggoda kakaknya.


Dev tersadar dan memasang tampang biasa lagi, Dira hanya tersenyum penuh arti melihat kakaknya.


"Jadi apakah dia bersekolah di sekolah kita juga nak??". Tuan Aryo bertanya pada Dira.


"iya papa..bahkan dia bersekolah karena mendapatkan beasiswa dari sekolah kita, dia sangat pandai, bukan pandai lagi dia benar-benar jenius.." Dira benar-benar terus memuji teman barunya itu.


"Siapa nama lengkapnya nak?? papa tidak akan membiarkan siapapun bisa mengeluarkan gadis itu dari sekolah kita." tuan Aryo tak kalah bersemangat.


"Benarkah?? Papa janji dia tidak akan dicoret dari daftar penerima beasiswa?? namanya Kinara Maheswari D pa.."


"tapi ak juga tidak tahu kepanjangan D nya itu apa". Kata Dira masih dengan semangat menggebu.


"Papa akan datang besok untuk memastikan gadis baik itu tidak bisa dkeluarkan tanpa persetujuan papa langsung". Tuan Aryo begitu bersemangat karena melihat reaksi lain dari anak lelakinya ketika membicarakan gadis bernama Ara ini, dia tersenyum penuh makna.


Karena waktu sudah malam semua penghuni rumah kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.

__ADS_1


Di dalam kamar papa dan mama Dev masih membicarakan gadis bernama Ara itu.


"Apa mama juga merasa Dev sedikit berbeda saat membicarakan gadis itu???"


__ADS_2