Cinta Kinara

Cinta Kinara
Asalkan ada kalian


__ADS_3

Raisya pergi meninggalkan pesta yang sempat tersendat karena ulahnya yang memalukan.


Ia memutuskan untuk meninggalkan pesta setelah meminta maaf pada mama Anika dan papa Aryo serta bapak atas segala tindakan yang ia lakukan.


Kedua orang tua Raisya juga memutuskan untuk pulang, begitupun dengan Rayhan. Mereka cukup malu dengan apa yang sudah putri mereka lakukan.


Saat ini Raisya tengah duduk dibangku taman yang tidak jauh dari komplek perumahan Dev. Gadis itu masih terus menangis, bukan menangisi Dev yang akan menjadi milik Ara. Namun menangis karena begitu malu dengan apa yang baru saja ia perbuat.


Raisya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Menangis tanpa suara hingga membuat dadanya terasa sesak.


Raisya membuka kedua tangannya saat merasa ada yang duduk disebelahnya. Ia menoleh untuk melihat siapa yang duduk disampingnya.


Setelah melihat siapa yang duduk disampingnya, Raisya memalingkan wajahnya. Rasa malu benar-benar menguasai dirinya. Tindakan bodoh yang ia lakukan tanpa berpikir panjang benar-benar telah mempermalukan dirinya sendiri.


Seseorang yang duduk disampingnya menyodorkan sapu tangan membuat Raisya kembali menoleh. Pria yang tak lain adalah Sam mengangguk memberi isyarat agar Raisya menerima sapu tangannya.


Dengan ragu Raisya mengambil sapu tangan yang disodorkan oleh Sam.


"Makasih". Ucap Raisya pelan.


Sam hanya mengangguk, kemudian menoleh, memandang wajah gadis yang terlihat berantakan karena terus menangis.


Raisya menerawang kedepan, ia kembali mengingat pertemuannya dengan Sam diatap gedung kampus saat Ara memergoki dirinya tengah memeluk Dev.


flasback on


Setelah kepergian Dev mengejar Ara, Raisya terduduk dilantai. Hatinya sakit berkali-kali lipat. Bukan hanya karena Dev yang sudah tidak peduli dengannya. Namun karena tanpa sengaja ia juga melukai hati Ara..gadis yang sudsh seperti adik bagi dirinya.


"Susah payah Dev coba ngelupain elu. Dan saat dia udah berhasil, elu balik lagi bareng ama semua kenangan yang emang pengen Dev lupain".


Raisya mendongak ketika mendengar suara dingin Sam.


"Harusnya lu makasih ama si Ara, tu bocah kaga kaya cewe lain yang cuma ngincer Dev gara-gara hartanya. Tapi kaga ama tu bocah, dia rela ngorbanin nyawanya buat Dev ama keluarganya. Kaga sepantesnya lu ngelakuin hal konyol kaya gini. Kalo kaga ada tu bocah, mungkin sekarang lu kaga bakal liat Dev lagi".


"Ke..kenapa?" Tanya Raisya dengan suara bergetar.


"Ara pernah hampir sekarat buat nyelamatin Dev dari tembakan. Mungkin kalo elu yang ada diposisi tu bocah. Elu kaga bakal bisa ngelaluin semuanya sekuat dia". Sam menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Gue kaga tau alesan lu dulu ninggalin si Dev karena apa. Yang gue tau, elu udah bikin Dev jadi manusia es semenjak elu pergi. Dia udah balik kaya manusia biasa lagi setelah ketemu Ara".


"Jadi, kalo elu emang sayang ama Dev. Lu kudu ikhlasin dia bahagia ama Ara. Karena kebahagiaan Dev sekarang cuma ama Ara. Bukan elu". Selesai mengucapkannya, Sam beranjak pergi meninggalkan Raisya yang semakin terisak mendengar pengorbanan Ara untuk Dev.


"Tapi aku masih cinta sama kamu Dev". Lirih Raisya.


Sam menghentikan langkahnya tanpa menoleh pada gadis yang tangisannya semakin terdengar menyayat hati.


"Jangan jadi orang bodoh dengan ngelakuin hal konyol yang bakal lu sesalin seumur hidup lu". Sam benar-benar meninggalkan Raisya seorang diri, meratapi nasibnya yang tidak lagi bisa memiliki lelaki pujaannya.


Raisya bangkit, berjalan perlahan meninggalkan kampus. Setelah kejadian itu, ia menghindar dari Ara. Sengaja tidak datang ke kampus, dan mematikan ponselnya. Malu rasanya bertemu kembali dengan Ara.


Hingga kejadian saat pesta pertunangan Ara terjadi, Raisya tidak mampu menahan diri melihat Dev bersama Ara.


Untung saja ia masih ingat apa yang Sam katakan. Hingga dirinya tidak terlalu jauh berbuat kebodohan.

__ADS_1


flashback off


Setelah puas menumpahkan segala kesedihan dan air matanya, Raisya memutuskan pulang. Ia tak ingin menambah kekhawatiran kedua orang tuanya.


"Gue anter". Tanpa menunggu jawaban, Sam menggandeng tangan Raisya dan membawanya memasuki mobil yang terparkir ti,dak jauh dari keduanya.


Tidak ada penolakan dari Raisya karena ini memang sudah cukup larut jika ia harus mencari taksi atau kendaraan lain.


******


Sudah 1minggu sejak acara pertunangan Ara, tidak ada seorangpun teman kampus Ara ataupun Dev yang tahu bahwa kini keduanya sudah berstatus tunangan.


Ara juga tidak pernah menunjukkan sikap berlebihan saat dirinya bertemu dengan Dev dilingkungan kampus.


Saat ini Ara dan Salsa sedang duduk dimeja kantin untuk makan siang. Sementara Putri dan Dira sedang pergi ke toilet.


Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Digo datang dan duduk tepat disebelah Ara membuat Ara mendengus kesal.


"Disana masih banyak kursi kosong. Lu hobinya deket-deket gue. Heran". Ketus Ara


Digo mengendikkan bahunya acuh dan malah memakan makanan yang ada didepan Ara sehingga membuat Ara melototinya.


"Jangan pelit-pelit napa sih lu bocah. Ntar gue beliin. Gue mah sultan, orang kaya ini". Sombong Digo


"Mana ada sultan nyari makan gratisan. Gemblung". Sinis Ara membuat Digo terkekeh.


"eh..ada neng Salsa cantik. Udah dari tadi neng". Goda Digo ketika matanya tak sengaja bersirobok dengan mata Salsa.


Kata-kata rayuan yang keluar dari mulut Digo berhasil membuat wajah Salsa bersemu merah.


Digo melotot mendengar Ara memanggilnya kadal buntung dihadapan Salsa.


"Mata lu dimana sih hah. Buset dah ah..ni orang dari tadi duduk disini, elu baru liat. Periksain sana mata lu". Sembur Ara


"Lu tuh Ra, jadi cewe kalem dikit kaya si Salsa napa sih. Jangan galak-galak, macan juga lewat ama galaknya elu". Gerutu Digo dan berhasil mendapat toyoran keras dari Ara.


"Ya Allah..sabar-sabarin Digo ya Allah. Punya temen begini amat si ah". Ucap Digo sambil mengelus kepalanya.


Memang semenjak Digo mengungkapkan perasaannya pada Ara dan berhasil mendapat penolakan, Digo berusaha membunuh rasa cintanya pada Ara. Meskipun sulit pada awalnya, namun Digo tetap berusaha dengan menganggap Ara adalah adik yang harus ia lindungi, hingga perlahan perasaan cintanya berganti dengan rasa sayang sebagai seorang kakak.


Sementara Salsa hanya tersenyum geli melihat bagaimana pertemanan yang terjalin antara Digo dan Ara yang justru lebih seperti anjing dan kucing itu.


"Ada juga gue yang kudu punya banyak sabar ngadepin manusia setengah kadal kaya elu".


"Ck ck ck..orang gantengnya kaya dewa gini lu katain kadal. Bener-bener lu cewe somplak". Sontak saja apa yang Digo ucapkan membuat mata Ara melotot tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut lelaki yang pernah menyatakan cinta padanya.


"Wah wah wah..kayanya seru nih. Gabung bisa lah ya". Tiba-tiba suara Angel membuat perhatian Ara dan Digo serta Salsa beralih padanya.


Ara memutar bola matanya, malas rasanya harus kembali berhadapan dengan rubah betina seperti Angel.


"Kok diem aja sih. Berarti boleh ya gabung". Tanpa menunggu persetujuan siapapun, Angel langsung mendudukkan dirinya disebelah Digo.


Tanpa rasa malu, gadis itu terus menempel pada Digo membuat pria tampan itu risih dan memilih pindah kesebelah Salsa.

__ADS_1


"Kok lo pindah sih. Gue kesini kan buat elo". Ucap Angel dengan nada manja membuat Digo bergidik.


"Geli gue denger suara lu dimanja-manjain gitu. Kaga pantes sundelbolong". Jawab Digo tanpa beban yang membuat Angel mengetatkan rahangnya menahan amarah dengan penolakan Digo.


Sementara Ara hanya tersenyum geli melihat Digo yang terkenal karena playboy seperti takut dengan adanya seorang Angel.


"Ngapain lo senyum-senyum. Nggak usah sok cantik lo ya". Angel berkata sambil menunjuk wajah Ara yang tampak tenang-tenang saja melihat lawan bicaranya sudah mulai emosi.


"Bukan sok cantik dia mah, emang cantik". Bela Digo yang membuat Angel melotot tak percaya.


Sementara Ara sudah tidak bisa lagi menahan gelak tawanya mendengar pembelaan Digo yang semakin menyulut amarah Angel.


Salsa yang duduk disebelahnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Aneh rasanya melihat tingkah Digo dan Ara yang setiap kali bertemu akan bertengkar, namun akan saling membela jika ada salah satunya tersakiti atau dihina.


"Diem lo cewe miskin. Lo nggak pantes tau nggak ada disini. Dasar miskin!!" Bentak Angel membuat tawa Ara terhenti berganti dengan senyum sinisnya.


Sudah sejak tadi Dev mengawasi kekasih hatinya yang masih terus diam semenjak kedatangan Angel. Ia sudah geram mendengar cacian yang keluar dari mulut teman smp nya itu pada sang tunangan.


"Syuh..syuh, sono lu jauh-jauh. Ganggu kita aja tau kaga lu tuh". Bukan Ara, namun Digo yang terus membalas setiap ucapan Angel hingga membuat gadis itu semakin kesal dan membenci Ara.


Ara hanya tersenyum melihat dan mendengar Digo yang selalu ada untuk membela dirinya saat ada orang yang merendahkannya.


Tanpa aba-aba, Angel bangkit dan menjambak rambut panjang Ara hingga membuat Ara meringis karena kerasnya tarikan Angel pada rambutnya.


"Heh kuntilanak!! Lepasin itu rambut si Ara. Kalo ada yang liat bisa dibotakin lu!!" Peringat Digo ketika melihat wajah Dev sudah tidak bersahabat.


Dev sudah tidak bisa diam melihat perlakuan Angel pada Ara, ia bangkit dan berjalan mendekat. Namun langkahnya kembali terhenti saat melihat Raisya datang dan mencengkeram kuat tangan Angel yang masih setia menjambak rambut Ara.


"Lepasin tangan kotor kamu dari rambut adik saya!!" Bentak Raisya membuat Angel terkejut dan melepaskan tangannya.


Raisya menghempaskan tangan Angel dengan kuat setelahnya, kemudian ia berbalik menghadap Ara yang kini tengah tersenyum manis dihadapannya.


"Kamu nggak kenapa-kenapa dek??" Tanya Raisya khawatir.


Ara menggeleng dengan senyum masih terpatri indah diwajahnya. Raisya kembali menghadap pada gadis yang sempat membuat sang adik meringis kesakitan.


"Jangan pernah ganggu adik saya..atau saya akan melakukan hal yang bahkan tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya!!" Peringat Raisya penuh penekanan.


"Lo nggak tau kalo j*lang ini udah ngerebut Dev dari elo sya?! Dan lo masih ngebelain cewe s*alan ini? Bodoh!!" Hardik Angel dengan senyum meremehkannya.


"Yang kamu sebut j*lang s*alan itu adalah adik saya. Dan urusan Dev mau memilih siapapun, itu adalah hak yang dia miliki. Dan perlu kamu tahu, saya memang sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Dev sejak lama!!". Tegas Raisya membuat senyum dibibir Ara semakin nampak.


"Sejak kapan lo punya adik Raisya?! Lo tuh anak bungsu, jadi mana mungkin gadis rendahan kaya gini jadi adik lo". Angel terus menghina Ara membuat semua yang mendengarnya semakin marah.


Sementara Ara, ia sama sekali tidak mempedulikan semua cacian dan hinaan yang keluar dari mulut Angel. Baginya, semua yang Raisya ucapkan sudah menjadi obat sakitnya penghinaan yang dilontarkan Angel.


"Dan sejak kapan kamu terlalu mencampuri urusan saya. Mau saya anak bungsu, mau saya punya adik atau apapun, itu bukan urusan kamu! Ngerti?!!". Melihat ketegasan Raisya, tangan Angel mengepal kuat melihat begitu banyaknya orang yang membela dan menyayangi Ara.


Inilah mengapa Angel begitu membenci Ara sejak duduk dibangku smp, Ara selalu mendapat perhatian dari semua orang, guru, teman dan semua orang selalu memuji kepintaran dan kecantikan Ara, meskipun hanya 1tahun berada satu sekolah dengan Ara, semua yang Ara dapatkan sudah memupuk kebencian yang begitu besar pada diri Angel.


"Lo bakal nyesel ketemu sama gue lagi KINARA!!". Ucapan Angel yang terdengar penuh ancaman tidak dihiraukan Ara, meski dalam hatinya ia cukup takut jika apa yang menjadi ketakutannya selama ini akan dimanfaatkan oleh seorang Angel.


Setelah mengucapkan kalimat ancamannya, Angel berlalu dari hadapan Ara dengan kebencian yang semakin besar. Padahal kalau dipikir, selama ini Ara tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat dirinya dirugikan. Namun karena rasa iri, kebencian itu tumbuh dengan sendirinya.

__ADS_1


"Bahkan gue nggak peduli apapun yang bakal gue lewatin setelah ini, asalkan ada kalian". Batin Ara tersenyum memandangi semua orang yang selalu ada disetiap kesulitannya.


__ADS_2