Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
bonus part 1


__ADS_3

Alvin tidak mempedulikan bunyi klakson yang ada di belakang mereka, dia merasa dunia hanya milik berdua saja, ada yang bersorak memberi semangat ada juga yang kesal karena perjalanan mereka terhambat oleh tingkah Alvin dan Sarah.


"Huuuu.....lanjut lanjut....Ngamar ngamar" salah satu suara yang riuh dan disambut dengan suara-suara lainnya yang semakin bikin jalanan menjadi semakin ramai.


"Enggak ada tempat ya kalian ini?" suara kesal lainnya. Karena hal itu menjadi tontonan orang banyak maka Bara pun turun dari kendaraan nya.


"Lo gila Al, minggir Lo, lihat jalanan jadi macet bege." kesal Bara pada Alvin sambil menunjuk keadaan jalanan saat itu. namun Alvin bukannya kesal dapat umpatan dari Bara, tapi dia hanya tersenyum yang seolah senyum itu tidak akan hilang. "Al, Lo denger gue kagak?" sambung Bara yang semakin kesal karena ucapannya tidak di tanggapi oleh Alvin.


"Iye, gue denger." Tanpa melihat Bara Alvin menarik tangan Sarah keluar dari jalan yang sudah penuh dengan kemacetan. Setelah Alvin pergi Bara kembali ke masuk ke mobilnya, yang tadinya Alvin yang pegang kendali mau tidak mau sekarang dia. sebelum itu ada dua orang polisi lalu lintas yang hendak mencari tau permasalahan kemacetan yang terjadi, tapi usaha mereka sia-sia, Saat mereka sampai di lokasi, kendaraan mulai berjalan walau masih melambat.


"Hahahaha ." tawa Alvin puas saat sudah jauh dari jalan raya. Sedangkan Sarah hanya memandang Alvin yang terbahak tanpa melepas genggaman tangannya.


"Kamu senang?" Tanya Sarah menghentikan tawa Alvin tapi senyumnya tidak pernah pudar lalu memeluk Sarah lagi .

__ADS_1


"Apa Bu Sarah tidak lihat di wajahku?" Tapi Sarah mengerutkan dahinya. "Aku senang sekali, aku bahagia, Terlihat jelas di wajah ku bukan?" jawab Alvin melepas pelukannya lalu meraih tangan Sarah yang lainnya. "Aku harap pertemuan kita tidak akan terpisah lagi." Harap Alvin dan mengecup punggung tangan sarah.


"Apa kamu masih sama seperti dulu Al, enggak berubah?" ucap Sarah.


"Aku masih sama Bu Sarah, masih bocah yang menyukai gurunya sampai saat ini." ucap Alvin dengan menatap Sarah, tapi Sarah tidak percaya dengan bualan Alvin hingga ia mengerutkan dahi." Bu Sarah enggak percaya?" lalu Alvin menari tangan kanan Sarah dan di letakan di dada kirinya." Bu Sarah tau kan arti detakan itu?" tangan Sarah merasakan detakan jantung yang berpacu cepat, lalu menarik tangan nya. "Aku masih Alvin yang sama, masih mengharap agar hatimu terbuka untuk ku." Kini wajah Alvin berubah serius.


"Dan sekarang kamu sudah bukan bocah lagi al." ucap sarah menyadarkan Alvin bahwa kini sudah pria dewasa dan usianya sudah lebih dari tiga puluh tahun. "Lebih baik kita pesan minuman dulu Al." Sarah mengalihkan topik pembicaraan mereka, karena Sarah terlalu dini untuk melakukan hal tersebut. " Seperti AGB saja." Batinnya.


"Hah om?" ucap Alvin spontan. sedangkan Sarah hanya tersenyum melihat kekagetan Alvin di panggil om. "Apa saya sudah kelihatan tua banget ya mbak?" tanya Alvin dengan nada kesal dengan menunjuk wajahnya itu.


"Ah maaf kak?" ucap pramusaji itu merasa bersalah tapi juga kesal karena memang Alvin kali ini terlihat berantakan tidak terawat, beda dengan Sarah yang selalu rapi dan cantik, wanita berumur tiga puluh delapan tahun itu terlihat bak anak kuliahan, yang memakai baju kasual, kaos oblong dan celana jeans di ta.bah dengan sepatu kets. Alvin hendak membalas kalimat pramusaji itu tapi Sarah memegang tangannya tanpa mengatakan apapun. Alvin hanya melihat jari jemari itu di atas tangannya itu dan tidak berniat melanjutkan perdebatan nya dengan pramusaji dia kembali ke mode smooth dengan menatap Sarah lekat-lekat tanpa berkedip, takut jika ia berkedip maka itu hanya mimpi.


"Mbak saya pesan ini, ini , ini dan ini." Sarah menunjuk tulisan yang ada ke menu lalu di catat oleh pramusaji, dan dia membaca ulang pesanan Sarah dan pergi meninggalkan meja mereka.

__ADS_1


"Bu Sarah enggak tanya aku makan apa?" Sarah melirik Alvin, dan tersenyum saja.


"Nanti makanan datang baru boleh protes kalau tidak suka..oke." jawab Sarah ringan.


"Oh ya ..Bu Sarah punya hutang menjelaskan padaku!" Ucap Alvin.


.


.


BERSAMBUNG.


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰

__ADS_1


__ADS_2