
"tutup mulutmu yud" Hendra menoyor Yuda yang memperhatikan Sarah tanpa berkedip dengan mulut terbuka
"makanya cario pacar" sambung Hendra, tanpa menghiraukan ucapan Hendra Yuda maju dan mengulurkan tangannya pada Sarah. Sarah hanya tersenyum dan menyambutnya
"mbak Sarah jadi pasanganku malam ini, biar gak ada yang godain mbak Sarah"
"apa sih yud, pengen banget punya pacar ya?"
"hehehe mbak bisa aja" Yuda dan Sarah berjalan menuju ke kendaraan mereka
"sil ayo buruan" kini Hendra meneriaki kekasihnya yang lama tidak keluar-keluar setelah Sarah sudah di luar kamar nya.
"bentar Hen, pengen pipis dulu"
"ampun deh sil, kita gak mau ngapa-ngapain, santai aja"
karena Hendra tau kalau Silvia grogi di ajak di acara-acara resmi.
"gak lama kan yud nanti acaranya" tanya Sarah
"mbak Sarah cantik banget sih" ucap Yuda tanpa menghiraukan ucapan Sarah
plok
Sarah menggaplok lengan Yuda. "kayak gak pernah liat cewek cantik aja yud. makane cario Pacar" ucap Sarah dan meninggalkan Yuda menuju mobil
semua sudah siap berangkat, Sarah Silvia memakai baju yang senada namun Silvia agak terbuka sedangkan Sarah lebih tertutup.
"mbak Sarah jangan cantik-cantik dong kalo dandan, aku kan jadi ke banting" ucap Silvia sambil cemberut
"ke banting apanya Sil, orang aku gak pegang kamu kok" jawab Sarah bingung
"maksudnya Silvia mbak Sarah lebih cantik" jelas Hendra
"aku gak dandan hen, cuma pake bedak seperti biasanya kok, kamu itu sil kebanyakan alat make up jadi bingung kan mau gimana" jelas Sarah
"tapi tetep cantik kok, iya kan hen" sambung Sarah
"iya cantik, kalo gak mana mau aku"
"ih...ayang" Silvia cemberut lagi
"udah ah, nanti bedaknya retak" sahut Yuda dan di sambut gelak tawa Hendra dan Sarah.
__ADS_1
"ih ..kak Yuda, bikin Silvia kesel" Silvia merajuk dengan gurauan Yuda
perjalanan menuju kafe tidak terlalu jauh, cukup memakan waktu 40 menit dari penginapan yang disewa hendra.
"nih tempatnya kita dah sampe" ucap Yuda sambil dan mematikan mesin mobil nya
Sarah keluar terlebih dahulu, disusul Silvia, Hendra dan Yuda yang turun sekalian mengunci mobilnya.
"dah siap yuk langsung aja" lalu Yuda menawarkan lengannya pada Sarah dan Sarah mengikuti kode Yuda.
"gak berasa jalan sama tante-tante kan yud" goda Sarah sambil terkikik
"mbak Sarah biasa aja" jawab Yuda menjeda "aku tuh malah berasa jalan sama primadona"
"alah gombal mu"
"mbak Sarah gak percaya, emang mbak ngerasa tua gitu"
"ya gak juga, cuma kasian aja sama kamu"
"kasian atau mbak Sarah takut ada yang lihat"
"maksudnya opo to"
"ah mbak Sarah pura-pura lupa" percakapan merekapun di hentikan oleh Hendra yang langsung berjalan terlebih dahulu
"yuk masuk" Hendra dan Silvia lebih dulu menuju tempat peresmian.
brugg
"aduh" Sarah mengaduh karena tiba-tiba Sarah tabrak seseorang mengenakan kemeja putih dengan badan yang tegap.
"maa-f"suara itu terhenti "Bu Sarah" suara itu tidak asing dan sangat familiar malah. Sarah mendongak melihat pemilik suara itu.
baru beberapa Minggu tidak melihatnya kenapa dia berubah jadi pria dewasa dan tentu tampan
"Alvin, kok disini? tanya sarah
"kenapa mbak" menoleh mendengar suara Sarah
"Hay bro. " sapa Hendra pada Alvin
"Yoo... nih yang aku tunggu yuk langsung ke atas" ajak Alvin
__ADS_1
"ah ya, kenalin ini kakak aku, Sarah dan ini Silvia" Hendra mengenalkan Sarah pada Alvin
"aku kenal kakakmu, dia guru di SMA kan"
"kok bisa tau" saat di tanya Alvin malah salah tingkah
"ya udah naik yuk" ajak Alvin mendahului mereka berempat
"mbak kenal Alvin dimana" tanya Hendra
"di sekolah" jawab Sarah singkat dan mereka sudah tiba dimana Alvin menunjukan tempatnya. Hendra dibuat bingung oleh teman dan kakaknya, di sekolah??ngapain Alvin kesekolah? namun pertanyaannya di tunda dan mengikuti Alvin yang berjalan terlebih dahulu
acara peresmian berlangsung meriah, ada sambutan, nyanyian, stand up comedi ala kafe mereka semakin menghibur dan memecahkan malam mereka.
gelak tawa pengunjung dan keseruan berjoget membuat semakin meriah.
" hen toilet di mana" tanya Sarah
"di bawah mbak, mau Hendra anterin" tawar hendra
"gak usah sendiri saja" Sarah meninggalkan tempat itu dan menuju toilet yang di tunjukan Hendra dan di lihat oleh Alvin dan mengikutinya.
Alvin Sarah menunggu di depan pintu toilet
"mau kedalam juga?" tanya Sarah yang sudah ada di depannya Alvin
"gak Bu, cuma mau lihat Bu Sarah aja" jawab Alvin enteng
"ada-ada kamu, yuk balik" Sarah melangkah meninggalkan Alvin dengan senyum simpul namun belum beberapa langkah ada tangan yang memeluknya dari belakang
"Alvin" Sarah berusaha melepas pelukan Alvin
"biarkan seperti ini sebentar Bu" suara Alvin lirih "aku kangen" akhirnya Sarah membiarkan Alvin sejenak. ada perasaan aneh saat Alvin mengatakan itu, tapi akal sehat Sarah masih berfungsi dan tidak mungkin ada sesuatu yang tak pantas untuk ini.
"Bu Sarah"
"hemmm"
"nikah yuk" akhirnya Sarah melepaskan pelukan alvin dan berbalik, Sarah tidak ambil pusing dengan ucapan Alvin, dia hanya menoyor kepala Alvin dan pergi meninggalkan sendiri disana dengan senyum miring kemudian mengejarnya
.
.
__ADS_1
.
bersambung