
Sarah memperhatikan kepergian adik semata wayangnya itu dan.....
"Pagi bu Sarah". Sarah menoleh kebelakang melihat siapa yang menyapanya.
"Eemmm pagi." wajah Sarah berubah jadi pusat pasi.
"Kok kamu gitu, kamu masih takut sama kau, atau masih ingat kejadian mengesankan kita dulu, kamu pasti rindu aku kan"suara itu bayangan itu mulai bermunculan di pelupuk mata, keringat dingin mengalir di pelipis sarah, (kamu bisa sarah, kamu kuat, kamu bisa menghadapi ini seperti sebelum nya:batin sarah).
"Maaf pak Dika, saya mau gabung sama ibu-ibu lainnya." pamit Sarah.
"Eh Sarah, kalau kamu kangen sama aku bilang aja, aku siap memberimu lakukan hangat" Sarah mengabaikan ucapan dika dan berlalu berkumpul sama ibu guru lainnya.
"Kok tumben di antar adeknya bu, kemana mas dimas nya?" tanya salah satu guru yang ada di sana.
"Ya dirumahnya bu, masak sama saya" jawab Sarah kalem.
"Biasanya siap siaga, kok tumben gitu lo"
" hHeem iya, jawab Sarah sekenanya.
"Tumben hendra yang antar bu?" tanya bu Siska teman dekat sarah di sekolah.
"Kamu juga ikut-ikutan kayak ibu-ibu yang lain sis." bisik Sarah.
"Kan tadi belum ada jawaban, makanya aku tanya lagi." jawab bu siska ceplas ceplos.
"Resek kamu."
"Biarin." Sarah mencubit siska dan mengaduh "sakit.."
"Kapok, makanya jangan resek." wajah jutek sarah di pasang.
"Kamu gak pantes tau muka jutek, pantes nya tu muka melas" ejek Siska.
"Bu siska mulai ya" Sarah sok wibawa pada siswa.
Perjalanan yang di tempuh lumayan lama, lebih dari 3 jam, tepat jam 12 siang mereka baru sampek di penginapan.
"Lumayan penginapannya dengan budget yang ada" ujar siska pada Sarah.
__ADS_1
"Bukanya yang survey kemaren bu Siska?" tanya Sarah.
"Iya juga sih" hahahhahaha
"Dasar kamu, bisa aja kalo mau memuji diri sendiri."
"Oya kamu belum jawab kenapa tadi diantar Hendra?" pertanyaan berulang dari Siska.
"Kenapa emangnya??kan gak perlu Dimas yang antar aku sis?"Sarah balik tanya.
"Enggak papa sih, tapi kan sayang ada cowok seganteng pak dimas di anggurin" ceplos Siska.
"Naksir ya sama mas dimas"goda Sarah.
"Eiitt... maap ya, Siska pantang ngerebut gebetan orang"
"Enggak kok sis, cuma kok rasanya aku kurang cocok aja sama mas Dimas"
"Masih inget mantan?"
"Heemmmm,. belum bisa move on?"
"Sudah ku coba Siska, tapi kejadian ya malah lebih buruk"
***Flashback on****
Ingatannya kembali kepada dika permana 2 tahun yang lalu, sarah mencoba membuka hati untuk pria yang seprofesi dengan ya sebagai seorang guru, namun ternyata kelakuannya lebih buruk dari arvan, kejadian itu terjadi ketika dika apel di rumah sarah dan kebetulan di rumah sedang kosong, hendra sibuk dengan pekerjaan ya di kafe sedangkan ibu sibuk di rumah tetangga yang punya acara, dan aku yah di rumah saja.
Pikiranku tidak pernah buruk tentang nya, kami baik baik saja, ngobrol tentang pekerjaan yang memang sehari-hari kami lakukan bersama. tertawa seperti pasangan kekasih lainnya.
" Dek mas boleh minta air dingin?"tanya Dika dengan sopan.
"Haus ya mas, kebanyakan ketawa sih" goda ku masih belum tau niat yang sebenarnya.
Aku Pun masuk dapur untung mengambil minuman dingin tapi Anehnya dika mengikuti ku dari belakang.
"mas kok ikutan masuk, nih udah sarah buatin minuman dingin" Sarah menyodorkan minumannya pada Dika, karena tidak memiliki pikiran buruk Dika mengambil minuman itu namun tidak meminumnya tapi diletakan kembali di atas meja.
"Aku gak haus itu dek, aku mau kamu"wajah Dika mulai berubah aneh dan membuat sarah bergidik.
__ADS_1
"Mas Dika kenapa sih"Sarah berusaha mendorong Dika, namun dika tidak bergeser sedikitpun, tangan dika mulai beraksi, menyentuh pipi sarah, kemudian bibir.
" Mas Dika kenapa" dilepas tangan Dika dari wajahnya, tapi dika semakin mendekatkan wajahnya.
"Mas lepas" Dika tidak menggubris perkataan Sarah dia semakin beringas. ditahan tubuh Sarah hingga tubuh berdoa saling berdekatan dika mencium bibir sarah dengan paksa seperti orang kerasukan, di tendang kaki dika dan sarah berusaha lagi keluar, tapi pintu sudah dikunci.
"Mas, sadar mas dika, ini sarah" tapi Dika yang sudah di penuhi hawa napsu tidak mengindahkan ucapan Sarah, dika semakin menjadi, tubuh sarah di tindih di lantai sarah hanya bisa teriak, tapi sepertinya usahanya sia-sia, karena tidak ada seorangpun di luar sana dika semakin bernafsu melihat Sarah yang ketakutan.
Tiba-tiba
Braaakkk....
"Hendra." tidak menunggu lama tendangan dan pukulan mendarat di tubuh dika, teriakan sarah mengundang banyak orang datang dan berusaha memisahkan dika dan hendra. hingga akhirnya dika lemas di di seret keamanan di perumahan setempat.
Urusannya panjang waktu itu hingga Dika di pindahkan di sekolah lain yang terpencil. Hendra tau betul kejadian itu. karena itu Sarah masih menutup hati untuk siapapun.
**** FLASBACK off****
"Yang sabar ya, kalau jodoh gak akan kemana, kalo dia sabar dia pasti nunggu" Siska mencoba membesarkan hati sahabatnya itu.
"Emmmm"
Semua Guru berkumpul di aula untuk memberikan jadwal kegiatan selama mereka camping (katanya)
"kan ini acaranya camping, tapi ini kita sudah di penginapan lho, terus camping itu gimana ceritanya pak" protes salah satu guru yabg sudah bener-bener siap camping.
"Maap terjadi kesalahan, kita hanya melakukan kegiatan keakraban saja, tidak ada kemah-kemahan, kegiatan full dilakukan di penginapan ini" jelas salah satu guru panitia.
"Untung aku gak jadi panitia, bisa di protes banyak orang" gumam Sarah.
.
.
.
Bersambung
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰
__ADS_1