Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 83


__ADS_3

"Sarah bisa keruangan saya sebentar." Ujar dokter Devan saat Selesai memeriksa Arvan.


"Baik dok." Sarah mengikuti Devan dengan perasaan yang tidak menentu. Takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Silahkan duduk." Devan mempersilahkan Sarah duduk di hadapannya. Kemudian dia duduk di kursinya dan membuka laci lalu mengambil map berwarna biru. "Ini." Devan menyodorkan map biru itu pada Sarah.


"Apa ini dok?" Tanya Sarah saat menerima map tersebut.


"Buka lah!" ujar dokter Devan,lalu Perlahan Sarah membuka map itu dengan ragu, dia mendapati selembar kertas yang dia hafal itu adalah tulisan tangan Arvan.


"Maksudnya?" Suara Sarah bergetar membaca isi surat itu, dengan menahan air mata yang memaksa untuk keluar "A-apa ini dok?" tanya Sarah seakan tidak percaya.


"Kamu sudah membacanya Sarah, sekarang tergantung kamu mau ambil tindakan seperti apa."


Sarah hanya menggeleng.


"Tidak dok, itu tidak mungkin? Biar kan saja Arvan seperti itu hingga dia sendiri yang menyerah, aku tidak akan melakukan apa yang dia tuliskan!" Suara Sarah parau mengatakan itu pada Devan.


"Apakah tidak sebaiknya kamu bicara dengan ibu mertua dan keluarga dulu."


"Bawa saja dia pulang, agar aku bisa merawatnya sendiri." Ucap Sarah kesal. "Bagaimana bisa dia memikirkan diri sendiri tanpa mempedulikan aku dan Arsa." kini lepas sudah pertahanan Sarah, kepalanya tertunduk dan menangis sejadi-jadinya di hadapan Devan.


.

__ADS_1


.


"Bu apa tidak sebaiknya kita temani mbak Sarah di Jakarta?" Tanya Hendra saat ibu Fatma sedang menonton tivi di ruang keluarga. Bu Fatma hanya menoleh dan tidak menjawab. "Ibu ini kenapa to?" Tanya Hendra lagi.


"Ibu bingung sama mbak mu Hen, bagaimana bisa dia tidak mau ibu temani bahkan hanya menjenguk saja tidak boleh!" Ucapnya lesu.


"Bagaimana dengan ibunya mas Arvan?"


"Mungkin juga sama saja le, mbak mu itu angel banget di kandani ( susah sekali di bilangin)."


"Hendra khawatir Bu, mbak Sarah lagi hamil sekarang, takutnya tambah stres dan terganggu kandungannya." Jelas Hendra.


"Jadi menurut mu ibu harus bagaimana?"


"Kamu juga ada bayi, masak iya ibu tega ninggalin Silvia sendirian le "


"Nanti Hendra cari baby sitter dan pembantu untk sementara Bu." Jelas Hendra. "Emm.. atau ibu naik pesawat saja biar di jemput Alvi disana." tambahnya.


"Nak Alvin ada di Jakarta?"


"Iya Bu, dia buka resto baru disana, masih tahap awal, jadi dia lebih sering di sana dari pada disini."


"Apa menurutmu na Alvin itu masih suka sama mbak mu le?"

__ADS_1


"Sepertinya masih Bu, dia belum nyerah dari dulu." jelas Hendra pada ibunya. "dulu dia menghindar dari mbak Sarah bukan dia sudah tidak suka, cuma berusaha menutup hatinya untuk wanita lain, alias gencatan senjata untuk mbak Sarah, dan saat ini mas Arvan tidak berdaya, juga mendapat lampu hijau dari mas Arvan saat masih sehat, maka cinta itu pasti akan tumbuh lebih subur." batin Hendra tanpa di ketahui ibunya.


"Ya udah begitu saja, ibu biar di jemput nak Alvin." Jawab ibu Fatma.


"Iya Bu, nanti yg tak hubungi Alvin biar jemput ibu kalau sudah sampai."


"Iya Hen, besok saja ibu berangkat nya, ibu coba hubungi ibu Sinta dulu."


"Iya Bu, semoga saja Bu Sinta mau ikut sekalian." sambung Hendra.


"Kamu Ndak papa to ndok ibu tinggal?" tanya Bu Fatma pada Silvia yang sedang menggendong bayinya."


"Ndak papa Bu, mbak Sarah lebih membutuhkan ibu saat ini." jawab Silvia bijak.


.


.


BERSAMBUNG.


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


MAMPIR Di Chat story Author yuk "MAK COMBLANG RUSUH" seru lho...

__ADS_1


__ADS_2