
Dari kamar, Olivia dapat mendengar kalau ada suara mobil keluar dari rumah. Olivia sudah menduga kalau itu adalah Bram ( ya iya lah mau siapa lagi.. )
Olivia yang menunggunya di dalam kamar tanpa seseorang yang tahu, Olivia tidur saat dia sudah mendengar mobil Bram kembali dan memastikan kalau Bram sudah masuk ke kamarnya.
***
Setelah 5 hari berlibur, akhirnya hari ini Bram telah bekerja seperti biasanya. Suasananya rumah sama seperti
hari kemarin, tak ada yang beda. Keheningan yang terjadi, yang berbeda hanya dia tidak melihat Olivia membersihkan sisa-sisa makanannya.
Ternyata Olivia sudah pergi dari pagi sebelum Bram bangun, begitulah pemberitahuan yang diberikan oleh bik
Sarmi. Tetapi, Olivia tak melupakan tanggung jawabnya dengan memasakkan Bram nasi goreng untuk dia sarapan sebelum dia kerja.
Olivia mendapatkan telepon dari tempat dimana dia melamar kerja, jadi pagi hari dia harus sudah sampai di
kantor tersebut untuk interview.
Sekitar 30 menit, Olivia sudah sampai di kantor tersebut. Olivia cukup kagum dengan besarnya perusahaan
tersebut. Akhirnya Olivia menanyakan ke resepsionis tempat yang dia maksud.
Lebih dari 1 jam lamanya, Olivia berada di kantor itu. Entah ini memang rejekinya atau bagaimana, Olivia
langsung diterima di kantor itu.
Saat makan siang, Olivia bertemu dengan Keysia di sebuah cfe tak jauh dari kantor tersebut. Olivia menjelaskan
kalau hari ini dia sudah di terima di kantor tersebut dan ternyata Keysia mengetahui itu.
Olivia sudah tak sabar untuk besok, karena akhirnya besok dia sudah memiliki aktifitas sehingga dia tak lagi selalu
dirumah.
Dirumah seperti biasa, sore hari, Olivia memasakkan Bram makanan untuk dia makan malam hari dengan harapan hari ini Bram pulang untuk sekedar makan malam.
Setibanya Bram di rumah, tak ada aktifitas yang istimewa. Bram dan Olivia saling menghindar, tepatnya Olivia
yang selalu berada di kamarnya jika Bram berada di lantai 1 rumah itu. Olivia akan kembali ke luar kamar jika dia mendengar jika Bram sudah berada di lantai 2 atau Bram sudah berada di wilayahnya.
***
__ADS_1
Pagi pun tiba, hari yang di harapkan Olivia pun datang. Sama seperti hari kemarin, Olivia sudah pergi lebih pagi
ketimbang Bram. Olivia sangat berharap jika di tempat kerjanya yang baru Olivia tidak bertemu dengan makhluk-makhluk yang suka bergosip atau menggunjing tentang dirinya.
Bahagia di dalam rasakan Olivia setelah dia terkurung selama beberapa hari di rumah yang bagi Olivia seperti
neraka. Walau kemarin-kemarin Olivia dapat keluar tapi hari ini berbeda, selain dia sudah mendapatkan kerjaan, setidaknya dia dapat di luar rumah lebih lama dari hari-hari kemarin.
Dia tidak bisa membayangkan jika dia harus selalu berada di rumah dan yang dia kerjakan hanya memasak untuk Bram dan menunggunya pulang kerja, sedangkan Bram sama sekali tidak merasakan hal itu, membuat Olivia yang meningatnya kesal . Sudahlah! Aku tidak perduli lagi sekarang! Dengus Olivia dalam hati.
Setidaknya dia sudah mulai tidak perduli dengan makhluk kasar seperti Bram. Bisa-bisa dia sakit hati, jika
berharap lebih dari pria itu.
Berbicara tentang Bram, Bram yang tengah sarapan dengan begitu banyaknya pikiran yang berada di dalam pikirannya. Cerita tentang Olivia yang diam-diam menunggunya, membuat dia merasakan sesuatu yang mengganjal. Dia berharap jika Olivia berperilaku tak acuh seperti yang dia duga, setidaknya dia bisa
mempertahankan kebenciannya terhadap Olivia.
Tiba-tiba dia seperti melihat reka adengan dimana Olivia menunggunya setiap malam, sama seperti yang di katakan bibik padanya. Apa aku terlalu kejam padanya?
Tak mau rasa ini selalu melayang dipikirannya. Bram memutuskan untuk pergi ke kantor untuk bekerja.
Semua karyawan di kantor mengetahui kalau bosnya ini sudah menikah, tetapi mereka semua tak mengetahui siapa wanita yang telah meluluhkan hati seorang Bram yang terkenal playboy. Banyak yang menduga jika wanita itu bukan kalangan biasa, memiliki pesona yang luar biasa sampai dapat mengambil hati Bram sepenuhnya.
tersebut. Olivia hanya seorang wanita biasa dan dari kalangan biasa yang masuk dalam perangkap yang dinamakan PERJODOHAN.
Di tempat lain, yaitu dimana Olivia bekerja. Olivia bekerja sebagai seorang asisten dari seorang bos yang bernama
Thomas. Olivia pun cukup bingung kenapa dia bekerja sebagai asistennya, setahu Olivia, dia melamar bekerja tidak sebagai asisten bos.
Siapa yang menduga, ternyata bosnya Olivia seorang pria tampan dan gagah, usianya pun masih muda sekitar 32 tahun, usia yang sama dengan suaminya Bram. Saat pertama bertemu, Olivia sangat terpanah dengan paras wajah sang pimpinan. Dan ternyata bosnya adalah anak dari pemilik dari perusahaan tersebut.
Olivia dengan telaten belajar dengan Bima, sektretaris dari Thomas. Dari Bima pun dia pengetahui apa saja yang harus dia lakukan. Olivia termasuk seorang karyawan yang rajin, dia mencatat semua hal yang harus dia lakukan bahkan Olivia pun mencatat makanan dan minuman apa saja yang dapat diberika oleh Olivia pada Thomas.
Olivia cukup beruntung, karena dia hanya memiliki 2 teman di kantornya yaitu Bima dan Ketrin, Bima dan Ketrin pun orangnya ramah dan baik pada Olivia. Karena itu Olivia sangat beruntung tidak bertemu dengan orang-orang yang suka bergosip.
Hari ini Olivia bekerja masih dalam pantauan Bima, dan itu akan di lakukan selama seminggu sampai akhirnya Olivia dianggap mampu untuk bekerja sebagai asisten Thomas seorang diri.
Dengan kesibukannya hari ini, Olivia pulang ke rumah dengan tak lupa memasakan Bram makan malam, setelah semuanya beres. Olivia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan dia akan keluar setelah Bram makan malam dan kembali ke kamarnya, Bibik yang dengan hati-hati mengetuk pintu Nyonyanya dan memberitahu kalau Bram sudah makan malam. Dengan begitu, Olivia keluar dan makan malam.
Dan semua hal itu tak diketahui oleh Bram atau memang Bram pura-pura untuk tidak mau tau dengan hal itu.
__ADS_1
Yang terpenting bagi Bram adalah dia tidak ingin melihat wanita itu berada di rumah tersebut saat Bram berada di
rumah.
***
Pagi ini, seperti biasa. Olivia bangun lebih pagi untuk memasakkan sarapan untuk suaminya dan setelah itu dia
kembali ke kamar untuk bersiap-siap untuk bekerja.
Bram yang kini sudah berada di ruang makan untuk menyantap sarapan yang sudah tersedia. Saat makan, Bram
kembali teringat dengan apa yang pernah dia lihat dan yang pernah dia ceritakan bibiknya mengenai wanita yang tinggal bersama dengannya.
Bayangan wanita yang selalu menunggunya dan bahkan seorang Olivia yang rela jam makan malamnya berubah demi dirinya membuat Bram seakan tak enak hati dengannya, tetapi Bram selalu berusaha untuk menguatkan hatinya dan pendiriannya dari awal yaitu tetap membenci dengan Olivia.
Bram menghelakan nafas beratnya sambil menggeleng kecil. Bahkan sekarang bayangan Olivia kini berada didepannya juga ikut menggangu. Olivia yang kini memakai kemeja biru hendak berpamitan untuk kerja, tanpa sadar Bram tersenyum melihatnya, dan hal itu membuat Olivia terpesona dengan apa yang dia lihat, karena ini hal pertama dia melihat Bram tersenyum padanya.
Tetapi hal ini justru membuat Olivia takut, karena Bram tersenyum dengan muka yang datar serta Olivia kini
sadar pasti Bram tersenyum bukan untuk dirinya atau bahkan Bram tengah merencanakan hal yang untuk Olivia.
“Bram,”panggil Olivia, karena panggilan ini pun senyuman Bram hilang dari wajahnya.
Kedua mata Bram melebar kala orang yang ada di bayangannya hadir tepat berada di hadapannya.
“Apa?!” ketus Bram.
Dengan sedikit tersentak, akhirnya Olivia memberanikan diri untuk mengatakan,” Aku pamit, pamit pergi,”
“Pergi? Pergi dari hidupku?”
“Bu..bukan, aku pamit kerja,” jawab Olivia dengan menuduk.
“Aku tidak perduli,” ucap ketus Bram.
Olivia terdiam sesaat. Membuat dia yang mendengarnya menjadi kesal.
Nyesel gue pamit ama tuh orang, ucap gerutu Olivia sambil meninggalkan Bram.
Memang ini kali pertama, Olivia berpamitan pada suaminya. Karena dia tak menduga jika Bram sarapan sepagi ini.
__ADS_1
Bersambung ^^
***