Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 20


__ADS_3

aku gak tau ini di mana, tadi aku jalan gak tau arah, nyari taksi pun gak ada, Hp pun mati" keluh sarah dengan kesal bukan hanya kesal dengan dirinya yang tidak tau jalan tapi juga kesal dengan arvan yang sekali keluar sudah bawa gandengan. sedangkan sarah?dimas mendekatinya hampir dua tahun tapi tidak ada rasa sama sekali.


selama perjalanan keduanya diam membisu tanpa sadar sudah sampai apartemen arvan.


"turun" titah arvan


"hah, dimana ini, kan belum sampek rumah van"


"jalanan macet, tambah lagi hujan, kamu basah lebih baik kamu ganti baju dulu di dalam" sarah masih terdiam, tapi lagi-lagi ditarik tangan sarah menuju apartemennya


"pakai kamarku, bersihkan tubuhmu"


"tapi"


"apa perlu aku yang memandikan mu?" mata jail arvan membuat sarah gugup dan berlari ke kamar mandi.


sarah keluar menggunakan Bathrobe, di atas ran***g sudah ada kemeja besar. sarah rasa ini milik arvan. dengan ragu sarah memakainya.


cklek


pintu kamar terbuka, arvan membawakan nampan berisi susu dan seporsi nasi goreng.


"makan dulu, isi perutmu dengan ini" titah arvan, sarah mendekat dan duduk di sofa dekat arvan. belum sempat sarah duduk ditarik tubuh sarah hingga berada dipangkuannya.


"arvan lepas" sarah berusaha memberontak saat kedua mata mereka bertemu dan terkunci.


cup


cup


cup


"arvan apaan sih" sarah berdiri agak menjauh dari arvan tapi lagi dan lagi arvan menarik tubuh mungil itu. kali ini arvan memeluk sarah


"aku kangen, biarkan saja seperti ini sebentar" keduanya diam dengan pikiran masing-masing, jantungnya saling bertautan berlomba dengan kecepatan tinggi. ah kenapa tidak bisa kompromi


setelah dirasa puas memeluk perempuan yabg di cintai itu, arvan meletakan sarah di sofa tepat di sampingnya.

__ADS_1


"ayo makan lah, kamu pasti lapar" arvan menyodorkan susu hangat pada sarah, dan sarah menerimanya dan dalam sekejap makanan di depannya tandas tak tersisa.


"laper banget ya?" ledek arvan dengan tersenyum jahil " sekarang ceritakan kenapa kamu tadi sampai di situ? jelas-jelas itu bukan jalan pulang"


"gak papa, aku ca nyasar aja"


"dimas gak jemput kamu??


"kok kamu tau??


"kalian sekongkol kan mainin perasaan aku?"


"kok gitu? emang dia bilang apa"


"ya gak bilang apa-apa, cuma perlakuan kalian bikin aku muak tau" sarah duduk membelakangi arvan


"muak apa muak, ada dua cowok keren menghampiri kamu" arvan memeluk sarah dari belakang, kali ini sarah diam saja


"maafin aku karena pergi tanpa kabar lagi, aku janji ini yang terakhir" arvan meng****s leher sarah


"aku tau kamu marah, maafin aku ya?" arvan mengeratkan pelukannya


"arvan sakit, lepasin aku, aku gak marah, dan aku gak punya hak marah sama kamu" jawab sarah bikin pelukan arvan merenggang dan membalikkan badan sarah


"aku mencintaimu sarah, aku berharap kita kembali seperti dulu, Seperi yang aku katanya, disini hanya ada kamu"


"van, hubungan bukan hanya karena di sini ada satu sama lain, tapi harus ada komitmen dan komunikasi jika memang mengharap bisa bersama, tapi seperti apa hubungan yang kita jalani? sama sekali bukan ini yang aku harapkan"


"sarah, please beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya, dari awal hingga akhir"


"kamu kan sudah cerita saat nyulik aku kemaren, masih ada yang kurang"


"sarah bukan itu"


"jadi apa? kamu sering ghosting? atau perempuan yang tadi?"


"perempuan yang mana"

__ADS_1


"ya yang di jalan tadi"


"jadi kamu cemburu karena itu"


"gak juga"


"tapi cemburu kan"


" enggak, aku bilang gak ya enggak" ucapan sarah bukan bikin arvan kuatir tapi malah terkekeh. kamu tuh ya bikin gemes tau makin sayang


"arvan lepasin, dari tadi cium peluk terus"


"tapi kamu suka kan"


"gak"


"ayo lah sarah, sudah ya marahnya"


"aku gak marah"


"arvan kamu tega ya ninggalin aku di jalanan karena perempuan gak jelas itu" tiba-tiba seorang perempuan masuk ke kamar arvan dengan marah-marah


"livi" ngapain kamu disini


"aku yang harus nya tanya kenapa ada perempuan itu disini, dan pakaian apa itu" ucap livi saat melihat sarah menggunakan baju arvan


"sebaiknya kamu pulang liv, kamu ganggu waktu aku dengan calon istri aku" arvan menarik bahu sarah dalam pelukannya.


"van, itu gak bener kan, kamu bercanda kan??


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2