Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 57


__ADS_3

"Ayo Al" tarik Hendra membuat Alvin kaget karena dia sedang melamun yang tidak-tidak.


"I-iya bentar" jawab Alvin gugup dan akhirnya mengikuti Hendra.


****


"Sarah, Sarah kamu dimana sayang ." Suara Arvan menggema di semua sudut ruangan dan membuat beberapa orang muncul di hadapan Arvan.


"Ada di dapur mas, mbak Sarah nggak akan kemana-mana kok." jawab Hendra yang lagi asik nonton dengan Alvin. tanpa menanggapi jawaban Hendra Arvan langsung ke dapur mencari istrinya sesuai petunjuk dari Hendra.


"Sayang" sapa Arvan yang langsung memeluk Sarah dari belakang.


"Hem" jawab Sarah yang masih fokus pada pekerjaan nya.


"Duh iya, iya pengantin baru, nggak bisa apa lepas sebentar saja." sindir Silvia menyadarkan Sarah dan Arvan.


"Honey, lepasin ih, malu" tapi Arvan tidak menanggapi ucapan Arvan dia malah asik bermanja.


"Kamu kok nggak bilang mau masak" tanya arvan.


"Kan kamu lagi sibuk tadi"jawab Sarah tanpa melihat Arvan. "Lepasin dulu honey, nanti Silvia pengen." ucap Sarah menggoda calon adik iparnya.


"Ih mbak Sarah kalau ngomong suka bener deh." ucap Silvia dengan ketawa "pengen tau mas Hendra mesra kayak gitu" rajuknya.


"Jadi kamu udah ngapain aja sil sama Hendra" tanya Arvan to the point.


"Honey, kok gitu tanya-nya? lihat tu, wajahnya udah kayak kepiting berjemur." kini ganti Sarah yang menggoda.


"Ya kalau sudah dalam kan langsung di nikahkan saja sayang, biar ibu ada temannya." jawab arvan singkat namun tidak melepas pelukannya, sedangkan di sudut lain ada sepasang mata memandang dengan mata memerah. Ya dia adalah Alvin yang tadi pamit sama Hendra mau ke kamar mandi, tapi dia malah berhenti dan memperhatikan wanita pujaannya di peluk suaminya. haduh sungguh menyedihkan bukan. Rasanya panas terbakar cemburu.


"Nak Alvin ngapain di situ, mau bantuin masak?" tiba-tiba ibu Fatma menegur Alvin hingga dia salah tingkah karena sekarang semua mata memandang nya.


Arvan hanya melirik Alvin, sengaja dia mempererat pelukannya dan mencium pundak Sarah berkali-kali.


"Ini Bu, tadi dari kamar mandi"jawab Alvin gagap "saya ke Hendra dulu Bu, permisi"


"Van lepas" bisik Sarah, Arvan perlahan melepaskan pelukannya setelah Alvin melihatnya dan pergi. karena Arvan memang mengetahui bagaimana perasaan Alvin pada istrinya itu.


Makan malam kali ini sangat ramai di rumah ibu Fatma, karena biasanya hanya dia sendiri atau berdua sama Hendra, sesekali Silvia di ajak main ke rumah untuk menemani ibunya. terlihat sekali wajah bahagia Bu Fatma saat melihat anak-anaknya, bercanda dan tertawa bersama, sesekali Sarah dan Hendra adu mulut karena tidak setuju akan sesuatu, seperti biasa Arvan sebagai penengah diantara mereka.


Lagi dan lagi, Alvin selalu memperhatikan Arvan dan Sarah, bahagia nya Arvan selalu di layani oleh Sarah, dari mengambil makanan bahkan air minum.


"Seandainya itu aku" batinnya lalu menggeleng kan kepalanya.


"Kenapa?" masih pusing?" tanya hendra yang melihat tingkah Alvin.


"Eggak, cuma masih capek"

__ADS_1


"Oh, kirain pusing mikirin yang di apartemen." goda Hendra seketika semua memandang Alvin, dan Alvin pun menjadi salah tingkah.


berbeda dengan Hendra, dia malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi partner nya itu.


"Apaan sih Hen" ucap Alvin kesal lalu melanjutkan makannya.


"Punya pacar kamu Al?" tanya Silvia


"Enggak, belum ada" jawab Alvin sambil melirik Sarah, tapi lirikan itu tertangkap oleh Hendra.


"Cari lah Al yang cocok, dan seumuran" sambung Hendra.


"Sial, bisanya Hendra berbicara seperti itu" batin Alvin.


"Yang seumuran bikin bosen Hen, seru kalau lebih dewasa"jawabnya sambil senyum sinis yang melihat kemesraan Arvan dan Sarah dan lagi-lagi Hendra memperhatikan gerak gerik Alvin.


"Ternyata bocah ini masih belum bisa move on dari mbak Sarah" batin Hendra. "dasar bocah tengil"


"Saya duluan ya semuanya, sudah kenyang" tiba-tiba Alvin menyudahi makannya "saya duluan ibu, mau istirahat dulu" pamit Alvin pada Bu Fatma.


"Kok sedikit makannya? kurang enak ya?" tanya Fatma merasa bersalah kalau Alvin hanya makan sedikit. bagaimana Alvin bisa makan banyak, melihat orang bermesraan di depannya membuatnya kenyang lebih duluan juga hatinya terasa panas.


"Enak kok Bu, cuma saya masih capek, nanti kalau lapar saya cari sendiri di dapur"


" Bener ya, anggap saja rumah sendiri!"


"Sayang aku malam ini mau kekantor dulu, mungkin agak malam baru kembali" ucap Arvan pada Sarah.


"Tumben"


"Iya, ini Rico baru kasih kabar katanya ada beberapa file yang perlu di bahas" jelasnya.


"Iya hati-hati, habiskan dulu makanannya" lalu Arvan melanjutkan makannya.


Setelah selesai semua Sarah dan Silvia membereskan meja dan mencuci piring. Setelah semua rapi Sarah ke kamar melihat suaminya yang sedang beberes, sedangkan Silvia menuju ruang keluarga, di sana ada Hendra dan ibu Fatma.


"Sayang aku berangkat dulu ya, kamu langsung istirahat, jangan menunggu ku"


"Kamu yakin mau balik kesini, lumayan agak jauh Lho honey kalau dari kantor" ucap Sarah kuatir.


"Iya, mana bisa aku jauh dari kamu"


"Apa perlu aku ikut"


"Jangan, ibu pasti kangen sama kamu, kalau ikut kan sama saja enggak nginep namannya"


"Ya sudah, terserah kamu saja" jawab Sarah lalu merapikan pakaian suaminya dan berc****n beberapa saat.

__ADS_1


"Love you" ucap Arvan "too" jawab Sarah


"Kok gitu" protes arvan


"Love you too my honey." cup Sarah kembali memberi kecupan singkat, namun seakan tak rela meninggalkan istrinya ia pun menautkan kembali bibir mereka yang semakin dalam.


"Aku pergi"


"Emmm hati-hati" Sarah mengantar suaminya.


"Maaf Bu, saya harus kembali kekantor sebentar" ucap Arvan dengan nada sesal.


"Tapi kembali kan nak"


"Iya Bu"


"Ya wes yang hati-hati." jawab ibu Fatma dan akhirnya Arvan pergi.


Sarah duduk di samping ibunya ikut nonton acara kesukaan ibunya "mas Aldebaran" hahaha


Mereka mengobrol ringan hingga akhirnya Hendra berpamitan mau mengantar Silvia.


"Enggak nginep disini saja sil?" tanya Sarah.


"Enggak boleh" jawab Hendra to the point.


"Alah, gayamu Hen" canda Sarah sedangan Silvia tersenyum malu.


"Ya sudah sana antar nak Silvia, nanti di cariin orang rumah." ucap ibu Fatma. "salam sama ibumu ya nak, dan kamu Hen hati-hati jangan ngebut-ngebut sudah malam" pesan ibu.


"Iya Bu, saya pergi dulu, ada mau nitip sesuatu?" tanya Hendra.


"Enggak ada, cepet pulang, jangan nginep" ucap Sarah.


"Siap bos" akhirnya mereka tinggal berdua eh bertiga dengan Alvin yang ada di kamar.


.


.


.


Hem... ada kesempatan yang tak terencana sepertinya,..


Hayo tebak apa


Happy reading kesayanganku 😘

__ADS_1


__ADS_2