Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 99


__ADS_3

"Nasib-Nasib..." ujar Alvin saat dia sedang mengemudi melihat kemesraan Bara dan Dinda dari kaca spion.


"Makanya cepet nikah!" Ujar Bara sambil terkekeh.


"Lo tu ya, nikah Mulu, enggak ada saran lain apa?"


"Bener kata Bara Al, Lo harus cepet nikah." Ujar Dinda membenarkan ucapan Bara, Bara pun hanya mengangguk mendapat dukungan dari istrinya.


"Kalian ya, kalo ngebully gue kompak banget," di sambut tawa lepas oleh keduanya.


"Siapa tu Al, pelanggan Lo yang kek Tante-tante?" emmm Mona iya Mona" ujar Dinda dengan menutup mulutnya merasa geli sendiri . Mona adalah salah satu pelanggan tetap Alvin yang sebenarnya masih terbilang muda, tapi dia berdandan tidak sesuai dengan usianya, dia dengan jelas menunjukkan bahwa dia sangat menyukai Alvin, tapi tau sendiri siapa wanita yang disukainya.


"Itu buka selera Alvin beb." ujar Bara pada Dinda. "Sama Berta aja Al, seksi "


"Gila Lo bar, Lo lupa apa yang di lakuin Berta? Dia hampir bikin usaha kita bangkrut gara-gara dia kagak gue respon."


"Sadis juga Berta." Tukasnya. "Untung aja Lo dapet peringatan dari Nisa sebelumnya." sambung Bara. " dan sekarang dia merasakan akibatnya ." sambungnya." Apa kabar Nisa sekarang Al?"


"Enggak tau gue, dia ilang sama dengan...." pikiran Alvin melayang pada sosok yang diam-diam ia rindukan. "Sama dengan Sarah yang sama sekali tidak memberi kabar tentang keberadaan nya." Batin Alvin.


"Kok jadi serius amat sih ngobrolnya?" sela Dinda yang mulai bosan karena di kacangin.


"Alvin tu."


"Kok gue? Kan kalian yang alay, pake jodoh-jodohin gue."


" Kita kasian ma Lo Al, tiap malam lo main pake sabun."


"Anjir Lo." Gelak tawa bara pecah saat mengucapkan kalimat absurt pada Alvin.


Ooeekkkkk...


Tiba-tiba baby mungil menangis kencang.


"Rasain Lo, makanya jangan ngejahatin gue, anak kalian aja belain gue, tau kan Lo." mendengar tangisan yang tiba-tiba Alvin merasa ada yang mendukungnya.


"Dia buka ngebela Lo Al, tapi dia mendukung kita berdua."


"cih..."Alvin mendecih saat pembelaan keluar dari mulut Bara. jelas-jelas anaknya nangis bukan ketawa..hedeecchh.


"anak Lo nangis bege, buka ngakak." kesal Alvin, dan Ciiittt, Alvin mengerem mendadak saat seorang melintas tanpa melihat kanan dan kiri.


"Apa-apaan sih Lo Al?" keluh Bara kesal, karena mengira Alvin sedang mengganggu nya. tapi saat Alvin terpaku melihat seseorang yang ada didepan mobil mereka, Bara Pun menepis kekesallnya.

__ADS_1


*Flash Back on*


Saat tiba di rumah Bu Sarah terdengar ada keributan juga suara tangisan anak kecil.


"Arsa, itu suara Arsa." Gumam Alvin dan segera berlari masuk kedalam.


Disana terlihat beberapa orang dengan berpakaian serba hitam, berbadan besar dan lumayan menyeramkan.


"Jangan om, " Ujar Arsa sambil menangis. "Ampun om, ampun...."


Braakkk....


"Lepaskan mereka." ujar Alvin. Namun bukannya mereka takut tapi malah senyum menyeringai. "Atau kalian menunggu polisi datang?" sambung Alvin membuat mereka semakin kesal. salah satu dari mereka maju dan menyerang Alvin, tapi Alvin menghindar dengan gesit.


"Lo berani maju?" Tanya seseorang yang ada di belakang pria gempal tersebut dengan sedikit mencekik leher Arsa. Alvin pun terdiam karena takut Arsa akan terluka. Saat orang gempal akan menyerang Alvin kembali tiba-tiba dari luar terdengar derapan kaki berlari menerobos masuk dan mulai membekuk satu persatu orang yang ada didalam.


"Jangan mendekat atau..."


BUKKK


Rico sudah duluan memukul tengkuk pria itu dari belakang dan jatuh tersungkur, sedangkan Arsa hampir saja jatuh juga jika tidak ditangkap oleh Alvin.


"Dimana arsi?"


"Dia sudah aman." jawab Rico lalu mengambil Arsa dari pelukan Alvin. dan melangkah keluar rumah megah tersebut.


"Lebih baik lo tidak menemui Sarah lagi Al." Jawab Rico dan berlalu.


"Kenapa?" Alvin mencoba mencegah Rico.


"Itu lebih baik untuk kalian saat ini." jawab Rico tanpa menghentikan langkahnya.


"Beri gue alasan." Rico menghentikan kembali langkahnya dengan kesal.


"Dan beri gue alasan kenapa gue harus kasih tau Lo?" Balas Rico. Alvi. terdiam dia tidak tau harus berkata apa, karena dia pun tau ada hubungan apapun dengan Sarah. mereka sempat berhubungan hanya karena Sarah hilang ingatan, setelah itu tidak ada lagi.


"Cukup Lo inget kata terakhir gue buat Lo Al, Kalo Lo mau Sarah dan anak-anaknya selamat, lebih baik sekarang Lo diam." Jawab Rico lalu masuk mobil hitam dan melaju dengan kecepatan tinggi.


Itu adalah hari terakhir dia melihat Arsa, dan mendengar suara Sarah dari sambungan telepon. Janji ketemu yang berakhir menyedihkan, janji bersua yang tak kunjung datang juga, itu sangat membuat Alvin kembali terpuruk, kembali ke memory tujuh tahun yang lalu, saat Sarah memutuskan menikah dengan Arvan tanpa mempertimbangkan perasaannya. Hal itu membuat Bara putus asa yang kesekian kali.


Harapan dapat memiliki Sarah seutuhnya ternyata hanya harapan semu, hal yang membuat nya bahagia ternyata hanya sesaat. seperti mimpi baginya.


Entah bagaimana dia bisa bangkit lagi, Rasa penasaran yang menggelayut di pikiran nya selama tiga tahun terakhir tak mampu di bendungnya.

__ADS_1


*Flash Back Off*


Tatapan mereka bertemu dan saling mengunci, saling menyapa dalam diam. terpaku dengan jantung berdetak kencang, Seolah ini adalah panggilan untuk perang. Tak ada tanda-tanda kaki akan melangkah yang ada hanya hembusan napas yang tertahan, takut untuk di lepaskan, karena jika dilepaskan dia takut itu hanya mimpi atau halusinasi saja. satu dua dan tiga, masih dalam keadaan yang sama. diam dan membisu.


Satu dua dan tiga, lagi-lagi Alvin menghitung, jika mimpi maka jangan bangunkan aku, jika nyata maka mendekatlah.


Satu dua dan tiga, Alvin membuka pintu dan turun dari kendaraan nya. melangkah kan kakinya lebar-lebar dan kini dia sudah berada di depan wanita itu. Wanita yang selalu hadir dalam mimpinya.


Alvin menatapnya lekat-lekat mengamati nya setiap inci dari wajah ayu nya, menatap indah bola matanya dan yakin inilah cintanya.


Alvin meraih tangan nya, di kecilnya jari jemari itu, lalu mata mereka kembali saling menatap, mengunci , kini Alvin tersenyum lalu memeluk wanita itu pelukan erat yang tak ingin ia lepaskan lagi, Sarah Amalia, ya dia akhirnya menemukan pujaan hatinya.


pelukan itu di iringi lagu yang sayup-sayup terdengar.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


....


TAMAT


kalau namanya jodoh gak akan kemana kok. semangat

__ADS_1


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


jangan lupa baca karya baru author ya *AYAH UNTUK TARA*


__ADS_2