Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 88


__ADS_3

"Oma....." Teriak Arsa dari atas. membuat kedua neneknya panik dan langsung berlari menghampiri nya .


"Ada apa nak?" tanya Bu Fatma panik dan masuk ke kamar Sarah.


"Mommy Oma...." tunjuk Arsa pada kamar Sarah yang terbuka.


"Sarraaaahh..... "teriak kedua wanita separuh baya itu berlari mendekat pada tubuh Sarah yang sudah lemas terbaring di lantai.


"Bu Fatma tolong hubungi dokter Devan." ucap Mami Shinta dan menyerahkan ponselnya.


"Halo dokter Devan..."


.


.


"Untung saja mami, Sarah segera membawanya kesini, kalau tidak bisa membahayakan anak yang ada di dalam kandungannya." ujar dokter Intani di dampingi Devan.


"Terimakasih kalian masih mau membantu mami." mami Shinta meraih tangan Intani.


"Apa Sarah akhir-akhir ini tidak mau makan sesuatu mam?karena terlihat anak dalam kandungannya kekurangan nutrisi." jelas dokter Intani. lalu mami Shinta pun menceritakan semuanya sejak kematian Arvan.


"Sebaiknya ada yang menjaga Sarah dua puluh empat jam mam, takutnya setelah dia sehat dia akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan." saran dokter Intani." sebenarnya itu saran dari dokter Haris mam."lanjut nya.


"Bagaimana cara agar bisa menjaganya, dia tidak mau bertemu siapapun kecuali Arsa, sedangkan mami dan ibu Fatma tidak sanggup kalau harus menjaga selama dua puluh empat jam." keluh mami Sinta pada dokter Intani dengan lemas.


"Sebenarnya ada yang ingin Intani katakan mam, tapi Intani takut mami tersinggung." dokter Intani mengatakan dengan ragu.


"Apa itu?"tanya mami Sinta.


"Mungkin Nanti Devan yang bisa menjelaskan dengan baik." Intani dan Devan sangat terbebani dengan permintaan terakhir Arvan, karena ini menyangkut dua keluarga besar, sehingga mereka harus sangat berhati-hati untuk menyampaikan nya.


Saat semua bertemu Devan dan Intani diruang kerja Devan.


"Jadi apa yang kalian punya untuk saya?" tanya mami Sinta to the point saat bertemu dengan kedua sahabat anaknya itu barengan pada saat mereka baru saja duduk di sofa.


"Begini mam...." Devan menceritakan semua kemauan Arvan tanpa di tambah dan dikurangi, termasuk keinginan nya untuk menikahkan Alvin dan Sarah. Apa yang di ceritakan membuat mami Sinta kaget dan juga bingung, bagaimana bisa anaknya merencanakan kematian nya sendiri dan membuat istrinya harus mengikuti kemauan bahkan saat dia sudah meninggal.


"Apa semua yang kalian ceritakan ini benar?"ucap mama terbata karena sangat shock mendengar penuturan Devan dan Intani. pertanyaan itu di jawab anggukan oleh Devan dan Intani. "lalu mami harus bagaimana, Sarah akan marah jika rencana itu sampai terjadi, dan mami juga keberatan." sambungan nya dengan nada kesal, tak percaya semua ini adalah permintaan anaknya sebelum meninggal.


"Tapi ini solusi terbaik mam!" Ucap Devan. "Hanya dia yang bisa menjaga sarah." jelas Devan.


"Sepertinya Sarah tidak begitu?" mami mencoba mempertimbangkan Sarah.


"Dengan seiring waktu berjalan dia akan paham dan menerima nya mam." Devan mencoba menenangkan mami Shinta.


"Dan lagi keluarga Bu Fatma tidak akan mudah menerima ini semua."

__ADS_1


"Mami tolong bujuk keluarga Bu Sarah, karena hanya sampai disini kami dapat membantu mewujudkan keinginan Arvan." mohon Intani pada mami Sinta.


.


.


"Bagaimana keadaan mbak Sarah Bu?" tanya Hendra melalui telepon selulernya.


"Masih belum sadar Hen, " ucap Bu Fatma sambil terisak.


"Apa perlu Hendra kesana?"


"Tidak perlu Hen, kamu kan baru pulang juga, masak mau kesini lagi." jawab Bu Fatma." kasihan Silvia kalau kamu aja mondar-mandirnya, dan bawa celin juga." sambungnya." biar ibu yang jaga mbak mu."


"Ya wes Bu, kalau ada apa-apa sekiranya perlu Hendra ibu bilang saja ."


"Iya...emmm Hen apa kamu tau kabar tentang Alvin?"tanya Bu Fatma tiba-tiba.


"Tentang apa to Bu?"


"Apa saja yang kamu tau Hen."


"Maksud ibu tentang Alvin dan mbak Sarah?"


"Apa mungkin?"


"Iya ibu tau, Arvan pernah bilang seperti itu, ibu pikir Arvan sudah melupakan keinginan nya itu,"


"Ibu sabar saja, apapun yang terjadi kita hanya bisa menjaga dan mendukung mbak Sarah ." Nasihat Hendra pada Bu Fatma." dan Alvin itu baik lho Bu, bertanggung jawab, jadi enggak salah kalau mas Arvan menginginkan Alvin yang menjaga mbak Sarah dan Arsa saat dia sudah tidak ada." jelasnya lagi.


"Embuh Hen, ibu bingung, karena mbakmu tidak mau bicara selain dengan Arsa."


"Seng sabar Bu, mbak Sarah itu masih shock di tinggal mas Arvan."


"Iya, untung teman-temannya nak Arvan baik-baik sama Sarah."


"Karena mas Arvan juga orang baik Bu "


"Ya wes kalau begitu ibu tutup dulu, jaga anak dan istri mu, kalau kerja jangan terlalu,"


"Inggih Bu, ibu yang hati-hati disana."


"Iya.... Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


.

__ADS_1


.


"Hati-hati Al, " ucap mami saat Alvin mendudukkan Sarah di kursi roda.


"Baik Bu." setelah Sarah duduk dengan baik, Alvin mengambil selimut tipis untk menyelimuti kakinya . "Kita pulang ya Bu?" Ucap Alvin lalu mendorong kursi roda itu. sedangkan Bu Fatma dan mami Sinta mereka membawa barang-barang kedalam mobil. kendaraan mereka terpisah antara sarah dan ibunya.


Saat ini Alvin dan Sarah berada di mobil yang sama.


" Van kita makan bebek Jawa ya." ucap Sarah pada Alvin. sedangkan Alvin yang di ajak bicara merasa bingung, biasanya Bu Sarah hanya memanggilnya dengan nama Al. "Bebek Jawa milik Alvin itu lho mas, kita sudah lama enggak mampir kesana." sambung Sarah.


"Ya tuhan..." batin Alvin.


"Van kok diam aja sih?" keluh nya tanpa melihat wajah Alvin.


"Iya kita makan bebek Jawa." jawab Alvin.


"Van nanti kalau anak kita lahir mau dikasih nama siapa? tanya Sarah kembali.


"Arsi? bagaimana?"


"Arsa dan arsi..., tapi arsi itu singkatan dari apa Van? kalau Arsa kan nama kita berdua, sedangkan Arsi?" Alvin pun berfikir keras dengan arti nama itu.


"Arvan dan Sarah Amalia, Bagaimana?"


"Enggak nyambung tau honey." keluhnya sambil senyam-senyum sendiri.


"Ya tuhan apa yang harus aku lakukan jika Bu sarah benar-benar menganggap nya pak Arvan." keluh Alvin dalam hati. walau ada senangnya ada sedihnya.


"Van kenapa diam saja sih?" tanya Sarah heran melihat perubahan sikap Arvan.


"Enggak papa, sebentar lagi sampai." Sarah lalu mengedarkan pandangannya dan memang benar , resto bebek Jawa milik Alvin sudah kelihatan.


.


.


Sabar ya Al, Bu Sarah lagi amnesia ringan. nanti ke dokter lagi ya Bu Sarah...hehhe


BERSAMBUNG.


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


maaf reader cerita agak membosankan ya... kasih saran dong harus gimana... trimakasih 🙏


mampir juga ya di novel aku * KETULUSAN CINTA CACA*


"

__ADS_1


__ADS_2