
dari kejauhan Reno mengamati Sarah dan Alvin yang mengekor di belakangnya, sepertinya memang benar yang dikatakan Alvin jika Sarah memang wanita super cantik namun sederhana.
"Bu Sarah" Reno memanggil dari kejauhan
Sarah menemukan sumber suara dan dan melihat siapa, Reno melambaikan tangan, mau tidak mau diapun menghampirinya
"pak Reno ada disini juga?" sapa Sarah
"iya, di undang masak gak Dateng" jawab Reno dan melirik Alvin yang masih membuntuti Sarah
"itu bodyguardnya Bu" Reno menunjuk Alvin sambil senyum jahil
"ah ini Alvin pak, murid saya di sekolah" jawab Sarah polos namun hal itu di sambut gelak tawa Reno dan teman-temannya dan Sarah bingung kenapa mereka tertawa
"murid ibu tua banget ya" sambungnya dengan jelas melihat Alvin
"maaf pak Reno gak baik kalo terlalu jujur" sambung Sarah dan itu membuat Reno semakin Terkekeh sedangkan Alvin memasang muka kesal.
"ayo Bu naik" ajak Alvin, Sarah menyadari kekesalan Alvin, diapun pamit pada Reno dan kawan-kawan dan mengikuti Alvin dari belakang
Sarah berjalan beriringan dengan Alvin yang cemberut. "kamu kenapa?marah?" Alvin tidak menjawab dan hanya melirik Sarah. Sarah hanya tersenyum melihat brondong ganteng di sampingnya ngambek
"maaf DECH" namun Alvin masih tidak bergeming
"cepet tua kalo ngambek terus" goda Sarah lagi
"kan emang sudah tua" sahut Alvin " Bu Sarah lupa tadi bilang apa"
"duh marah beneran nih, jangan marah lah jadi jelek"
"emang aku ganteng"
"iya"
"jadi bu sarah mau jadi istri aku"
"kok bisa jadi istri?"
"terus bu Sarah mau jadi apa?"
"jadi guru kamu saja sudah cukup"
"Bu Sarah gak asik"
"yang asik gimana?" goda Sarah pada Alvin namun tak di hiraukan
__ADS_1
"Bu Sarah masih jalan sama pak Arvan? kemarin aku lihat di hadeline tentang dia" ucap Alvin "emm Bu Sarah gak papa?" ucap Alvin ragu
"duh panjang benget kamu bicaranya bikin pusing" ,Sarah meninggalkan kan Alvin yang terdiam. "kamu pasti gak baik-baik saja kan Bu? kamu sakit kan Bu? aku siap menggantikan nya" gumam Alvin sendirian
*****
acara belum juga selesai tapi Sarah sudah capek dan rasa kantuk mulai menyerang.
"hend, masih lama acaranya, mbak sudah ngantuk nih" bisik Sarah
"bentar lagi mbak, gak enak sama Alvin kalo di tinggal, karena selanjutnya dia yang bakalan ngurusin yang disini" jawab Hendra. Sarah pun pasrah dengan jawaban itu.
"yud aku pinjam kunci mobilnya, aku istirahat di mobil ya, ngantuk aku" pinta Sarah
"mau Yuda temenin mbak" jawab Yuda dengan menyerahkan kunci mobilnya
"gak usah, kamu nikmati aja pestanya sama yang lain" Sarah pun berlalu berjalan keluar dari kafe itu
"mau kemana?" Alvin menghentikan langkah Sarah dengan memegang tangannya
"mau ke mobil, kenapa?"
"aku ikut"
"ada Hendra" tanpa menunggu jawaban Sarah Alvin membawa saran keluar kafe.
"kenapa ada rasa yang aneh di dadaku" batin Sarah gak mungkin kan aku ada rasa sama Alvin" Sarah memandang Alvin dari belakang"dia memang gak cocok jadi anak Sekolahan, dia sudah dewasa, tinggi dan tampan" menyadari isi hatinya Sarah memukul kepalanya dengan karena pikirannya ya yang sudah tidak realistis
"aku memang ganteng Bu Sarah, pesonaku jelas bisa memikat mu" gumam Alvin pelan namun masih bisa didengar oleh Sarah
"iya, kamu ganteng" jawab Sarah dengan memutar bola matanya karena kesal dengan Alvin yang sok ganteng, walaupun memang demikian adanya
drrrttt drrttt
Sarah melepas tangan Alvin dan mengangkat benda pipih dalam tas mininya
"iya"
"dimana"
"kafe Hendra"
"share Lok"
"untuk apa"
__ADS_1
"Sarah aku perlu bertemu denganmu, banyak yang harus aku jelaskan"
"Van, aku ingin sendiri, tolong biarkan aku memikirkan ini nanti"
"oke, aku akan menemui mu besok, jangan menghindari ku"
Tut Tut Tut
Sarah kembali memasukan benda pipih itu
"pak Arvan?" Sarah tidak menjawabnya, hanya memandang alvin dengan malas.
"mau keliling Jogja di malam hari" tawar Alvin
tanpa menunggu jawaban Alvin mengambil kunci mobil ditangan Sarah dan membawa sarah pergi dari tempat itu
Alvin mengemudi kendaraannya dengan tenang, semakin lama jalanan semakin sepi jauh dari keramaian.
"kamu mau bawa aku kemana Al"
"ketempat yang indah"
"jangan nyulik aku ya"
"aku tau Bu Sarah, tenang aja sama Alvin semua aman"
"gaya mu Al, kayak orang besar aja"
"Bu Sarah masih ragu sama aku" Sarah tidak menjawab dan hanya tertawa yang dipaksakan
Alvin tau perasaan wanita yang dia cintai itu, dia masih memikirkan pria lain, ada rasa yang mengganjal didalam dan susah untuk di keluarkan. Alvin begitu mencintai Sarah, hingga ide gilanya muncul saat melihat Sarah mengajar di salah satu sekolah ternama di Surabaya.
.
.
.
bersambung
penasaran gak nih siapa sih si Alvin?
ide gila macam apa yang dia lakukan.
terus baca karya ku ya gengs ... semoga suka🥰🥰
__ADS_1