Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
ep 62


__ADS_3

"Kan sudah aku katakan untuk tidak mengantarku pulang." Nika kesal dengan tingkah Alvin yang semakin tidak jelas.


"Aku ingin mengantarmu Nika." jelasnya.


"Jangan bilang ini untuk menebus kesalahanmu."


"Tidak, aku hanya ingin mengantarmu, tapi sebelumnya kita makan malam dulu di kafe Hendra" ujar Alvin lalu dia menarik Nika kedalam mobilnya, menyalakan mesin , menarik pegas dan membelah jalanan yang ramai.


"Hen beri aku dan Nika sarapan" Alvin datang dan meminta makanan dari Hendra saat tiba di kafe. padahal disana ada beberapa karyawan, tapi entah kenapa setiap datang dia selalu meminta pada Hendra, tapi tetap saja yang melayani nya adalah karyawan nya.


"Ambil saja di dapur,minta Sinta menyiapkan untukmu" jawab Hendra tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang ada di depannya.


"Kamu ketus sekali ada temanmu mampir ke kafe mu" keluh Alvin kemudian nyelonong ke dapur mencari chef andalan kafe Hendra.


Lima belas menit kemudian makanan siap di santap.


"Kenapa setiap kali makan harus di kafe Hendra sih Al" tanya Nika yang ingin tau.


"Tidak ada, hanya ingin saja" tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.


"Jawaban mu selalu saja sama" Alvin hanya mengangkat bahunya dan melanjutkan makannya. dia juga tidak tau apa alasannya dia selalu ingin makan di kafe Hendra, padahal di sana pun dia tidak bisa melihat Sarah. Hanya menatap Hendra sejenak rasa rindunya pada Sarah terobati walau ini terkesan agak aneh.


" Kamu tidak ada tujuan lain kan selain mengantarku sampai dengan selamat" tanya Nika sambil melirik Alvin yang sedang serius membaca pesan di ponselnya "ada apa?" lanjut Nika.


"Sebaiknya kita bergegas Nika" ucap Alvin dingin.


"Kenapa?ada yang salah?"tanya Nika yang melihat raut wajah Alvin berubah. "Mulai lagi deh." gumamnya.


"Tidak" tanpa menghiraukan ucapan Nika Alvin menghabiskan minumannya dan pamit pada Hendra.


"Hen aku pergi, mungkin sebentar lagi ada suatu kabar untukmu" ucap Alvin acuh dan berlalu dari kantor Hendra. Namun Hendra tidak begitu peduli.


"Kamu kenapa Al, kok tiba-tiba aneh gitu" tanya Nika yang mengekor di belakangnya.


"Tidak ada" Alvin membukakan pintu untuk Nika dan dia masuk di kursi kemudi dengan cepat dia melakukan ke kendaraan beroda empat tersebut.


"Lebih baik jangan buru-buru Al, atau aku saja yang bawa" tawar Nika karena Alvin membawa nya sangat kencang.


"Tidak masalah, aku saja" jawabnya.


"Kamu kenapa?" sikap Alvin membuat Nika semakin kesal.

__ADS_1


"Tutup mulutmu Nika, lebih baik diam saja, biarkan aku fokus berkendara" Nika shock mendengar apa yang baru saja di ucapkan Alvin. Nika pun terdiam seribu bahasa tidak lagi bertanya apapun lagi.


The hospital


"Honey aku harus pulang dulu, nanti sore aku akan kembali, istirahat lah, jangan pikirkan hal yang tidak perlu. cukup pikirkan aku dan Arsa tidak yang lain, oke" ucap Sarah sambil membersihkan ruangan.


"Aku baik-baik saja sayang, pulang dan istirahat lah, kasihan Arsa" jawab Arvan dengan menarik tangan istrinya duduk di pangkuan nya.


"Kami baik-baik saja asal kamu lekas membaik juga"jawab Sarah sambil membelai wajah suaminya.


"Aku tidak apa-apa, besok mungkin aku bisa segera pulang"


"Emmmm tidak bisa kamu harus menjalani perawatan intensif agar tidak lagi terulang sakit seperti ini, karena ini sangat membuatku kuatir honey" kini Sarah sudah berada di pelukan suaminya.


"Maafkan aku, maaf" ucapan Arvan lirih namun sangat jelas ditelinga Sarah. matanya berkaca-kaca seolah dia tidak rela meninggalkan wanita yang sangat ia cintai selama ini.


"Oke honey, aku harus pulang, jalanan pasti akan macet, kasihan Arsa akan bosan di jalan." Sarah beranjak berdiri dari pangkuan suaminya.


"Baiklah aku akan melepaskan mu kali" sambil menyentil hidung Sarah yang mungil.


"Arsa sayang ayo kita pulang, biarkan Daddy istirahat" ujar Sarah pada anak semata wayangnya itu.


"Tentu sayang, kita akan kesini lagi, sampai Daddy benar-benar sehat untuk pulang"


Sarah dan Arsa pun pulang dijemput pak Jono.


*Toko kue*


"Mom, kenapa kita kesini bukankah kita akan pulang" protes Arsa saat mereka berhenti di depan toko kue milik Sarah.


" Mommy akan mengambil sedikit kue sayang untuk di bawa pulang juga nanti di bawa ke rumah sakit untuk Daddy juga."jelas Sarah.


"Baik lah, tapi Arsa tidak ikut, Arsa akan menunggu mommy disini"


"Oke, mommy tidak akan lama" Sarah pun turun dari mobil dan masuk kedalam toko, di edarkan pandangan nya memperhatikan setiap sudut mungkin saja ada yang kurang atau hal lainnya. kemudian dia berlalu jalan menuju dapur.


Tapi Sarah tidak sadar ada seseorang yang memperhatikannya sejak dia turun dari mobil hitam itu.


"Nika kapan kamu datang, aku pikir kamu akan kembali lusa?" sapa Sarah saat melihat Nika keluar dari dapur dengan teh dan kue yang ada ditangannya, seperti melayani pelanggan.


"Semalam saya tiba Bu, pagi ini saya langsung kerja"

__ADS_1


"Dan itu apa? bukankah itu tugas Mery" tanya Sarah tentang nampan yang ada ditangan Nika.


"Ah ini ada tamu saya Bu, mau saya kenalkan" tanya Nika.


"Tidak perlu, aku harus cepat ada Arsa diluar, dia akan marah jika aku terlalu lama di dalam" ucapnya "sampaikan saja salam kenal ku padanya, mungkin lain kali " sambung Sarah dan berlalu meninggalkan Nika dan Nika menuju meja Alvin.


"Ngapain kesini?" tanya Nika dengan wajah songong.


"Sarapan"


"Dih, ngajak putus tapi masih merepotkan" keluh Nika sambil duduk di kursi yang berada di depan meja Alvin.


"Apa tidak boleh berteman?"


"Aku tidak mau. jawab Nika dengan melipat tangan di depan dadanya. " mana ada mantap bisa temenan." lanjut Nika.


"aku pelanggan lho," jawab alvin. "Kamu yang akan rugi"


"enggak akan, ngapain enggak temenan sama kamu rugi." Nika mencoba mencari penjelasan. tapi lagi-lagi Alvin diam.


"Emmm ngomong-ngomong tadi siapa? Alvin mengalihkannya pembicaraan.


"Yang mana? tanya Nika penasaran.


"Yang di bicara dengan mu di situ" ucap Alvin menunjuk tempat Sarah dan Nika berbincang tadi.


"Ooohh... itu pemilik toko ini, ibu Sarah mananya" jawab Nika santai tanpa curiga sama sekali " oh iya salam kenal katanya"sambungnya.


"Memang kamu bicara apa" Nika pun menjelaskan detailnya " berarti betul itu bu sarah tidak salah lagi" batin Alvin.


"Kamu kenal?" tanya Nika lagi-lagi Alvin menjawab dengan bahunya. membuat Nika kesal saja.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa beri semangat author ya reader kesayangan... rate, like n komen juga jadikan favorit kalian🥰🥰.

__ADS_1


__ADS_2