Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 38


__ADS_3

Arvan menarik tubuh Sarah, lalu m*****t bibir Sarah dalam-dalam. dia sangat merindukan gadis mungil ini. selama beberapa Minggu sudah sekali menemui nya. gadis yang selalu ia cintai sejak lama sejak mereka masih sama-sama remaja, dan hatinya pun tak pernah berubah padanya.


"Sarah kau segalanya bagi ku"batin Arvan


ciuman lembut itu kini sedikit menuntut tangan Arvan kini sudah mulai bergerak menyusuri p**a mulus Sarah namun Sarah mengehentikan gerakan itu.


napas mereka saling memburu, jantung berdetak tidak seperti biasanya. kini mereka saling bertukar slavina bermain dengan l***h dengan memejamkan mata menikmatinya.


saat nafas Sarah mulai sesak dia mendorong sedikit tubuh tegap Arvan hingga tautan mereka terlepas. ada wajah yang tak terima dan menginginkannya lagi namun Sarah menghentikan nya


"aku lapar" Rajuk Sarah dengan puppy eye's nya. mendengar keluhan kekasihnya Arvan pun tersenyum, karena Sarah terlihat sangat lucu dengan Bathrobe yang sedikit berantakan dan rambut acak-acakan karena ulahnya.


"ya udah makan dulu" Arvan menggiring Sarah ke sofa dan membuka hidangan yang di pesan


"tunggu sebaiknya aku ganti baju dulu"


"kenapa"


"takut ada singa menerjang ku lagi" goda Sarah dan berlalu meninggalkan Arvan dengan wajah melongo dan kemudian tertawa. "jadi dia menganggap ku singa" Sarah Sarah " batin Arvan dengan menggeleng kan kepalanya


tidak berselang lama Sarah kembali dengan dress merah yang di pesan Arvan untuk Sarah .


"gimana, cocok gak" tidak menjawab pertanyaan tapi Arvan bergerak ke arah Sarah.


"cantik" lalu memeluk gadis itu erat-erat. "aku mencintaimu Sarah" bisik Arvan, Sarah tau tapi dia belum yakin sepenuhnya atas diri Arvan. bisa saja hatinya untukku tapi raganya tidak, lebih menyakitkan bukan.


*****


di tempat lain ada Alvin yang masih uring-uringan di rumah orang tuanya. ya jika di Jogja Alvin tinggal dengan kedua orang tuanya. karena dia anak terakhir dari tiga bersaudara.


melihat tingkah anaknya sebagai seorang ibu, wanda pun mendekati anaknya.


"kamu kenapa dek kok dari tadi gelisah terus ngga tenang gitu" tanya Wanda dengan logat khas Jogja

__ADS_1


"nggak apa-apa bu" Alvin mencoba bersikap tenang


"bicara sama ibu, mungkin ibu bisa bantu" Alvin sedikit melirik ibunya, dengan harapan dia bisa bantuan dari wanita separuh baya itu


"nggak ada apa-apa Bu" lalu Alvin beranjak dari duduknya dan menuju di kamar dengan memainkan handphone nya mencoba menghubungi seseorang. hal itu tak luput dari pandangan Wanda.


saat yang tepat Reno datang dan menghampiri Wanda yang masih memandang putra bungsunya.


"kenapa Bu" suara Reno mengagetkan Wanda


"Oalah bocah, kalau masuk rumah mbok salam dulu to le"


"sudah Bu, tapi kayaknya ibu lebih asik lihat Alvin, ada apa memangnya?"


"itu Lo le adekmu dari tadi kayak uring-uringan nggak jelas gitu Lo, ibu jadi kuatir sama bocah itu, kamu tau kenapa"


"mungkin gara-gara perempuan Bu, jangan terlalu di pikirkan lah" jawab Reno cuek. karena mungkin ini ada kaitannya dengan Sarah


"opo adekmu sudah punya pacar"


Oya belum ada penjelasan tentang Reno ya, jadi gini, Reno adalah kakak kedua dari Alvin sedangkan kakak pertama nya adalah Rena.


saat Reno awal bertemu Sarah itu atas permintaan Alvin, untuk meminta pendapat Reno tentang Sarah. bagaimana bisa Reno kenal pak Hendrawan kepala sekolah di tempat Sarah bekerja. itu karena pak Hendrawan adalah om dari mereka berdua. pak Hendrawan adalah adik dari Wanda ibunya Alvin .


jadi gitu ya reader makanya Alvin dengan mudah masuk kesekolah itu. untuk tujuan Alvin hanya Reno yang tau yang lain tidak.


lalu apakah Reno setuju. kita lanjut ceritanya ya.


Alvin di dikamarnya dan masih berusaha menghubungi Sarah, namun lagi-lagi handphone nya tidak aktif. dia mau menghubungi Hendra tapi tidak mungkin, bisa saja hendra juga tidak tau dimana Sarah.


"Bu Sarah please aktif handphone nya, jangan bikin aku kuatir" gumamnya, karena sudah terlalu lelah Alvin pun tertidur dengan handphonenya masih ditangan


"bangun woy" Reno mengagetkan Alvin yang sedang tertidur. Alvin langsung terduduk ,

__ADS_1


"s****n, kakak mau bikin aku jantungan, gak bisa apa bangun aku pelan-pelan"


"emang kamu bisa bangun kalo aku pelan"


"ada apa sih kak ganggu orang tidur aja" Reno tidak menyahut malah asih melihat-lihat handphone. karena tidak ada jawaban Alvin menoleh ke arah Reno


"kak itu handphone aku, balikin"


"duh segitu bucinnya kamu Al sama Bu Sarah" jawab Reno mengejek Alvin " berapa puluh panggilan nih tidak diangkat, pesan nggak di balas, udah lah Al lupain Bu Sarah, dia nggak respek sama kamu" saran Reno


"ah kak Reno juga sama saja"


"sama saja gimana to Al? Bu Sarah itu hampir seumuran sama kak Rena lho, mana mungkin ada yang setuju kalau pun Bu Sarah menerima mu"


"jadi itu pendapat kak Reno, percuma dong aku minta kak Reno kemarin menilai bu Sarah"


"tunggu dulu, ini aku bicara tentang hubungan mu bukan tentang Bu Sarah"


"maksudnya"


"Bu sarah oke, cantik, menyenangkan, asik orangnya di ajak ngobrol sembilan puluh lima persen oke, tapi untuk yang seumuran dengan dia, kalau untuk kamu seperti nya kurang cocok Al"


"kak Reno suka juga?"


"ngaco kamu, aku sudah punya Gina"


"lalu"


"itu pendapat aku tentang Bu Sarah Al, kalau aku yang penting kamu bahagia, tapi ibu dan yang lainnya, kakak tidak tau"


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2