Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 49


__ADS_3

"Arvan, ada apa ini" batin Sarah. siapa dia?kenapa dia bisa mengangkat ponsel suaminya.


Sarah mencoba menghubungi nya lagi tapi sayang ponsel itu sudah tidak aktif.


Hati Sarah berkecamuk tidak pasti, ada rasa cemburu juga kesal. bagaimana bisa ada yang mengangkat ponsel suaminya. dia menerka-nerka siapa wanita itu. wanita lain atau hanya sekretaris nya??jika sekretaris nya tidak mungkin bicara seketus itu padanya.


Saat pikirannya sudah campur aduk tiba-tiba.


tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu. Sarah mengangkat kepalanya.


"Arvan" Sarah terkejut, dia tak mampu menyembunyikan wajah kesalnya.


"Kok kaget gitu, seperti melihat hantu?" Arvan menanyakan ekspresi istrinya.


"Dari kapan kamu disitu"


"Aku menunggu mu di luar dari jam tiga tadi sweety" ucap Arvan sambil mendekat.


"Ponselmu mana??tanya Sarah langsung, Arvan seperti mencari-cari sesuatu di dalam kantongnya.


"Kenapa??hilang atau ketinggalan" tanya Sarah.


"Entah lah, coba aku cari di mobil atau di kantor nanti" jawabnya ringan. "jadi bisa kita pulang sekarang, aku sudah menunggu mu lebih dari satu jam sayang."


"Satu jam?" berarti ponselnya bisa saja tertinggal atau jatuh entahlah" batin Sarah.


"Masih melamun?"


"Oh ayo, tolong bawakan itu" Sarah menunjuk beberapa bingkisan dari rekan kerjanya. Arvan mengikuti arah yang di tunjuk Sarah dan mengambil beberapa barang tersebut. lalu mereka berjalan menuju kendaraan yang diparkir. Arvan meletakkan bingkisannya tadi kedalam bagasi lalu membuka pintu untuk Sarah.


"Tadi kenapa lama tidak keluar-keluar sayang" tanya Arvan saat sudah berada di tempat yang sama.


"Masih ada beberapa pekerjaan honey" Sarah mencoba setenang mungkin. "kamu beneran dari jam tiga sudah disini?"


"Tanya saja pak satpam itu" Arvan menunjuk salah satu satpam yang ada di depan pintu gerbang.


"Iya iya aku percaya"


"Kok gitu, enggak percaya sama aku"


"Percaya"

__ADS_1


"Kok gitu"


"Apalagi?"


"Kalau jawab yang enak dong" keluh Arvan, karena dari nada bicara Sarah seperti ada yang berbeda "kamu marah"


"Enggak"


"Jangan bohong" Arvan menepikan kendaraannya di bahu jalan dan menatap Sarah lekat-lekat.


"Kamu tidak bisa bohong my sweety, katakan ada apa?" Sarah ragu untuk menanyakannya tapi mau tidak mau di harus bertanya dari pada nanti enggak bisa tidur.


"Emmm tadi aku menghubungi ponselmu, tapi ...." Sarah ragu melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa?" Arvan membelai rambut Sarah.


"Eemm...perempuan yang angkat" Arvan melihat wajah sedih Sarah. dan Arvan tau istrinya cemburu.


"Kamu cemburu."


"Bukan soal cemburu atau tidak tapi soal kepercayaan Van" jawab Sarah kesal.


"Aku tidak tau di mana ponsel aku sayang, ketinggalan di kantor atau jatuh" jelas Arvan "ya udah sekarang kita langsung ke kantor aku untuk cari ponselnya" lalu Arvan mengemudi kendaraannya ke arah kantor dengan kecepatan tinggi.


"Pelan-pelan saja honey"


"Tapi enggak usah ngebut juga"


"Jalanan sepi sweety"


"Bahaya Van" Arvan cuma memegang tangan Sarah.


Sesampainya di gedung bertingkat didepannya itu tangan Arvan tak mau melepaskan tangan Sarah. ada beberapa karyawan yang belum pulang menatap risih dengan sikap Arvan apalagi dia adalah seorang sarah yang penampilannya biasa saja, di banding dengan Arvan yang tinggi tegap, gagah dan tampan pastinya.


Arvan langsung menaiki lift khusus untuk atasan. dan langsung menuju ruangannya. ada beberapa karyawan yang mencoba menyapanya, Arvan hanya mengangguk.


"Dina kenapa kamu belum pulang? saat sekretaris nya Dina menyambut kedatangannya.


"Maaf itu pak masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan" jawabnya menunduk patuh tapi dia melirik Sarah sinis.


"Siapa yang masuk ruangan ku" tanya Arvan.


"itu tadi ada ibu Andin dan istri anda??" jawab Dina ragu

__ADS_1


"Istri?" tanya Arvan dan dia menatap Sarah kuatir. Sarah pun bingung dengan posisinya saat ini. " Ini istriku, apa tadi dia kemari? tanya Arvan dengan menunjukan tangan mereka bergandengan.


"Maaf pak maaf itu, ibu Livia" jawab dia gugup.


"Livia?" bagaimana bisa kamu menyebutnya istriku"


"Emmm karena Bu Andin yang mengatakan nya" jawab Dina.


"Ingat ya Dian, hanya dia istriku paham"tukas Arvan tegas.


"Ba -baik pak"


"Lalu di mana ponselku"


"Maaf pak ponsel apa?"


"Ponsel ku tertinggal aku pikir kamu menyimpan nya untuk ku."


"Maaf pak, saya tidak tau" jawab Dina buru-buru "sa - saya akan mencari nya" jawabnya cepat dan segera masuk ruangan.


"Tidak perlu." ucap Arvan dan Dina pun menghentikan langkahnya. "aku akan mencari nya dengan istri ku, kamu boleh keluar" perintah Arvan. "dan lagi kalau sudah selesai kamu boleh pulang tidak perlu berpamitan."


"Ba-baik pak, saya permisi" setelah Dina keluar dari ruangan itu Sarah pun membelai tangan Arvan.


"Jangan galak-galak sama karyawan"


"Bukan galak sayang, cuma sedikit tegas" cup Arvan mengecup kening istrinya lalu turun ke pipi, cup kemudian mata, cup lalu bibir. di sana Arvan tidak membiarkan bibir Sarah menghindar. di lumatnya dengan lembut bibir mungilnya yang sudah terlihat sedikit pucat karena lipstik nya sudah pudar.


"Honey, lepas kita di kantor lho" Sarah mencoba berbicara dengan Arvan tapi Arvan tidak memberikan kesempatan itu lagi. ciuman itu semakin menuntut, ******n yang lembut menjadi panas, tangan Arvan menahan leher Sarah agar tidak bergerak menjauh. napas Sarah mulai tersengal-sengal namun Arvan masih menahannya.


melihat istrinya kewalahan Arvan memberi sedikit jeda lalu di lanjutkan lagi dia memborbardir Sarah.


Tangan besar berjari panjang itu mulai nakal menelusup dalam baju Sarah. namun kali ini Sarah menahannya dan mendorong sedikit tubuh Arvan.


"Di rumah saja Van jangan disini" elak Sarah tapi Arvan sudah gelap mata, dia sudah tak sanggup menahannya. karena selama cuti dalam satu Minggu mereka melakukannya berkali-kali dalam sehari, sedangkan hari ini mereka semua bekerja jadi terpaksa Arvan menahannya.


"Nanti ada season tersendiri sayang"


.


.


.

__ADS_1


Ups di cut ya lagi asyik-asyiknya, maaf reader kalo aku lanjut pasti kepanjangan, lanjut epi berikut nya ya


Happy reading kesayanganku😘


__ADS_2