Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 53


__ADS_3

"Kita akan kemana bos" tanya Rico saat mereka sudah ada di dalam mobil.


"Bawa aku ketempat istriku" jawabnya.


"Baik" Rico melajukan kendaraannya dengan cepat, karena wajah gelisah Arvan sudah sangat tidak karuan.


Banyak hal yang berkecamuk di pikiran Arvan. Bagaimana jika Sarah sudah mengetahui berita itu, akankah dia mau mendengarkan penjelasannya.


"Sudah sampai bos" tapi tidak ada jawaban. saat Rico menoleh ternyata Arvan sedang melamun. "Van sudah sampai" suara keras Rico mengagetkan Arvan.


"Bikin kaget aja sih lu" bentak Arvan.


"Ngelamun aja sih, udah sana samperin istri mu"


"Tanpa disuruh juga mau turun." lalu Arvan berjalan lemas menuju kantor Sarah.


"Daddy" Nisa mengagetkan nya.


"Hey"


"Mau ketemu Bu Sarah?


"hemmm"


"Daddy kenapa sih?


"Enggak apa Nisa"


"Ada masalah?"


"Nisa..." Arvan kesal karena di buru pertanyaan oleh Nisa.


"Iya maaf Daddy, ya udah bisa ke kelas dulu, bye Daddy."Nisa melambaikan tangan akan pergi namun tidak di hiraukan Arvan hal itu membuat Nisa kesal.


"Van" kini giliran Siska yang mengagetkan nya.


"Duh"


"Kenapa sih Van, kayak orang kesurupan gitu." tapi Arvan masih belum fokus, pikiran nya masih melayang


"Van" kali ini Siska menyentuhnya.


"Sarah sis, bisa tolong panggilkan."


"Ah, iya tunggu sebentar saya carinya" jawab Siska buru-buru karena melihat kondisi Arvan yang seperti orang linglung.


tuttt


Siska berusaha menghubungi Sarah berada dimana


"apa sis? (Sarah)


"suami mu ini Lo kayak orang kesurupan cepetan kesini"

__ADS_1


"*Dimana"


"Lorong parkiran"


"Oke"


Sarah menutup ponselnya dan segera. berlari keluar menuju tempat Arvan dan Siska. dia meninggal kan pekerjaan nya.


"Sis"


"Tuh liat dari tadi bengong"


"Makasih ya." ucap Sarah dan Siska meninggal mereka berdua.


"Honey" ragu-ragu Sarah menyentuh pundak Arvan. Arvan menoleh kearah Sarah lalu memeluknya.


"Ada apa"


"Aku mencintaimu"


"Iya, Aku tau, ada apa honey."


"Aku sangat mencintaimu Sarah, aku mohon jangan tinggalkan aku" suara bergetar Arvan membuat bingung Sarah.


"Kamu naik apa, ayo kita pulang." Arvan menggeleng.


"Lalu" tapi tidak ada jawaban akhirnya terpaksa membawa Arvan menuju mobilnya ada masih ada Rico di sana.


"Punya bos ganteng tapi bucin, heran gue" celetuknya


"Ric" Sarah mengetuk kaca mobilnya, dan Rico Segera membuka kunci pintu. "kenapa sih dia,kok diem aja? tadi pagi aku pergi dia baik-baik saja kok" tanya Sarah ingin mendapat penjelasan dari Rico.


Lalu Rico mengeluarkan ponsel dan memberikan pada Sarah.


"Apa ini?"


"Baca saja"


"Livia?


"Ilya"


"Mereka beneran menikah di belakang ku"


"Ya enggak lah bu bos, Arvan itu bucin nya setengah mati sama kamu"


"Tapi kenapa sampai begini"


"Tadi sempat rame di kantor"


"Terus"


"Dia takut kamu marah"

__ADS_1


"Ya Tuhan, masak sampai seperti ini Ric"


"Enggak tau DECH" Sarah hanya menghela napas dalam melihat kondisi suami nya.


"Van" Arvan menoleh dan memeluknya lagi tapi kali ini bukan hanya pelukan tapi Arvan mulai mencumbui wajah istrinya. mata pipi hidung hingga bibir. Arvan mulai ******* bibir Sarah dalam-dalam.


"Ahh... tontonan live lagi ini." gerutu Rico yang sengaja agar di dengar oleh Arvan, karena benar saja setelah menikah Arvan lebih tak tau malu mengumbar kemesraan nya di depan asistennya. kadang Rico kesal bukan karena mesranya, tapi Arvan seolah mengejek Rico yang jomblo dua tahun terakhir.


saat ini saja bibir Arvan sudah mulai menyusuri leher Sarah. sehingga banyak sekali tanda kepemilikan disana.


"Stop kalian berdua" tiba-tiba Rico menghentikan mobilnya mendadak hingga Arvan sedikit shock.


"Gila ya lu " umpat Arvan karena kesal.


"Lu yang gila, dah sana di hotel, malu gue liatnya." balas Rico tak kalah kesal. kemudian Arvan menoleh memandang di sekitarnya dan benar saja sekarang kendaraan mereka sudah berada di depan hotel ternama di kota Surabaya.


"Ngapain bawa kita kesini" tanya Arvan.


"Kasihan Bu bos entar lu telanj*ngi di mobil" jawab Rico.


"Kan gue mau ke rumah mertua gue co"


"Mertua lu bisa shock lihat anaknya acak-acakan gitu bego" mendengar ucapan Rico Arvan melihat istrinya yang hampir setengah telanjang lalu menepuk jidatnya sendiri. tanpa menunggu lama Arvan langsung membawa Sarah ke kamar hotel yang sudah di pesan oleh Rico.


Dan di sana Arvan sudah tidak dapat menahan hasratnya dia langsung melepaskan semua pakaiannya dan langsung menyatu kan tubuh mereka.


Pergulatan mereka hingga sore hari, sampai Sarah tak mampu untuk berdiri bahkan untuk membersihkan diri pun dia tidak mampu.


"Kamu kenapa sih honey, sampai bikin aku enggak bisa gerak gini" ucap Sarah dengan suara lemah.


"Maaf sayang, maafkan aku, aku terlalu bersemangat hari ini" Arvan memeluk istrinya dengan lembut "mau aku bantu ke kamar mandi" Sarah pun mengangguk.


"Aku siapkan airnya dulu ya" tanpa menunggu jawaban Arvan langsung mengisi bad up dengan air hangat lalu menuntun Sarah ke kamar mandi.


Arvan meletakan Sarah ke dalam bathtup lalu menggosok seluruh badannya dengan sabun cair.


Ternyata hal itu membuat gairah Arvan bangkit lagi dan mereka melakukan pergumulan untuk yang kesekian kali. dan kali ini Sarah benar-benar tidak sanggup. setelah selesai tanpa memakai pakaian Sarah di letakan di ranjang ukuran king itu dengan selimut tebal dan tertidur.


"Maaf kan aku sayang, kamu sungguh candu bagiku.."


Cup


Lalu Arvan pun berbaring di sampingnya sarah sambil memeluknya.


.


.


.


Kok jadi gini ya, niatnya mau ke rumah mertua malah berakhir di hotel..


Happy reading kesayanganku 😘

__ADS_1


__ADS_2