Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 93


__ADS_3

"Hai Al...." Alvin mengangkat wajahnya melihat siapa yang menyapanya.


"Berta ngapain disini?" Tanya Alvin bingung dan juga kaget karena teman SMA palsunya muncul tiba-tiba, tanpa ada angin atau pun hujan.


"Biasa aja Al, nggak usah shock gitu dong." Ujar Berta dengan sumringah di depan Alvin. kemudian Berta duduk pas di kursi depan Alvin dan tersenyum manis, bahkan lebih masih jika di banding dengan teh kotak.


"Ngapain Lo disini?


"Jangan jutek gitu dong Al, gue jauh-jauh dari Surabaya kok di jutekin." Rajuk Berta yang masih tersenyum manis. Alvin menghentikan aktivitas nya lalu mencoba mencerna kalimat Berta.


"Jauh-jauh? lalu yang minta Lo datang siapa?" tanya Alvin semakin kesal


"Alah a, wong jowo ae Lo, enggak usah Lo gue( alah Al orang Jawa aja, tidak usah pakai Lo gue)"


"Sekarang gue enggak di Surabaya nona Berta, jadi tujuan anda kemari apa?" tanya alvin.


"Ya ketemu Lo lah Al, Apalagi?" tanya Berta. dan jawaban Berta membuat Alvin semakin kesal, kenapa hari ini ada tiga makhluk cantik yang membuatnya kesal.


TAP TAP TAP


Langkah kaki yang lebar mendekati mereka


"Al ini berkas yang Lo minta ." ucap bara tanpa memperhatikan lawan bicara Alvin.


"Hai kak Bara." ucap Berta dan itu mengalihkan pandangan Bara.

__ADS_1


"Hai," ucapnya tanpa ingin melanjutkan obrolannya.


"Kak Bara, cuek banget sama Berta?"


"Maaf Berta, kami sedang sibuk." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop Alvin.


"Ih kalian nyebelin." Berta merajuk.


"Mendingan Lo cabut deh," Usir Alvin to the point." atau Lo jalan sama BESTie Lo itu." sambungnya.


"BESTie?"


"Hemmm."


"Ya si Nisa siapa lagi?" jawab Alvin menatap heran pada Berta. Namun reaksi Berta berbeda dengan Alvin, dia hanya memutar bola matanya lalu keluar dari resto milik Alvin tersebut.


"Dih kenapa dia?" tanya Alvin tanpa ambil pusing, lalu melanjutkan diskusinya dengan Bara.


.


.


"Pak Rico maaf saya ada pekerjaan penting hari ini, saya tidak bisa menjawab telepon dari Bu Sarah jika dia menghubungi." ujar Alvin pada Rico saat sore tiba.


"Oke, terimakasih Al, sudah menghubungi saya, nanti jika Bu Sarah tanya tentang pak Arvan saya bisa menjelaskan kepadanya." jawab Rico lalu mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Jadi Kita beneran mau ke Bandung?" tanya Bara ragu. karena dia takut kejadian seperti sebelumnya. Alvin hanya mengangguk tenang, tapi dalam hati dia berat jika harus jauh dari Sarah. sedangkan saat ini saja dia sudah sangat merindukan wanita hamil itu, namun tidak ada alasan jika dia harus kesana, karena sejak dia hari yang lalu Sarah marah padanya.


"Oke, gue siap -siap dulu di apartemen, nanti gue balik sini sekalian gue bawa punya Lo." jawab Bara semangat, dan bergegas pergi meninggalkan resto.


Kenapa Bara senang? karena sekarang dia bisa bertemu dengan Dinda kekasihnya. Sudah sejak saat itu sejak Alvin pulang tanpa ba bi bu dia tidak lagi pergi ke Bandung, dia lebih sibuk dengan Sarah dengan kegilaannya.


Setelah Bara pergi Alvin mencoba kembali fokus pada pekerjaannya, tapi sayangnya lagi-lagi terganggu.


Drrttt drrrttt drrttt


Alvin dengan malas melihat ponselnya berbunyi.


"Bu Sarah?" gumamnya lalu mengangkatnya tanpa suara.


"Oke kita pergi." Ujar Sarah di sebrang sana.


.


.


BERSAMBUNG.


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


maaf lama tidak update, author LG pindah tidur di RS🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2