Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 75


__ADS_3

"Mau aku ambilkan makan atau kita makan bersama di bawa?" Tanya Sarah pada Arvan yang sedang terkulai lemah di atas ranjang size king .


"Biar bibi saja yang antar sayang, aku tidak sanggup untuk turun." Jawab Arvan.


"Ya sudah kalau gitu aku bilang dulu sama bik asih ya, kamu tunggu di sini!" Saat Sarah hendak keluar kamar Arvan kumat lagi.


"Hoek... Hoek. Sayang sebaiknya kamu jangan kemana-mana!" Intan Arvan.


"Terus bagaimana aku meminta bik asih antar makana jika tidak turun yang?" Sarah mulai kesal dengan kemanjaan. suaminya itu. Mendengar keluhan sang istri Arvan lalu mendekat pada Sarah.


"Aku ikut." Arvan berdiri dibelakang Sarah sambil mengendus punggung nya.


" Arvan geli,"


"Dengan begini aku tidak mual lagi sayang." Jawab Arvan.


"Ya sudah, kita makan di bawah saja kalau begitu." Arvan mengangguk dan mengekor Pada Sarah seperti anak takut kehilangan ibunya. "Sebenarnya kamu sakit apa sih yang?" Tanya Sarah yang tidak habis pikir.


Sarah memberi ruang untuk Arvan duduk, lalu dia hendak mengambil minum yang belum ada di meja makan. "Duduk dulu! aku ambilkan air." perintah Sarah pada Arvan dan berdiri.


"Hok...."Arvan kembali mual dan berlari mendekat pada Sarah.


"Kenapa lagi?" tanya Sarah namun Arvan mahalnya menggeleng dan tetap menempel pada Sarah. Namun Sarah tidak bisa berbuat apapun, dan tetap membiarkan suaminya kembali menempel padanya.


Mereka pun makan seperti biasa bedanya saat ini, kursi Arvan menempel pada kursi Sarah.


"Nanti aku panggil dokter Devan yang, Pusing aku dengan tingkahmu." Ucap Sarah. sedangkan Arvan hanya pasrah saja. walau sebenarnya dia malas bertemu dengan Devan, pasti akan pidato panjang lebar.


"Mommy Arsa juga mau di suap." pinta Arsa pada mommy nya. dia cemburu karena melihat Daddy nya disuapin terus oleh mommy nya akhir-akhir ini.


.


.


"Sarah kamu hamil?" Tanya dokter Devan tiba-tiba.


"Saya belum tau dok, tapi memang saya belum dapat tamu bulanan sudah dua bulan ini." Jelas Sarah pada dokter Devan.


"Sebaiknya kamu ke dokter kandungan, apa perlu aku buatkan janji dengan intani?" titah dokter Devan.

__ADS_1


"Apa hubungannya dia hamil sama gue yang muntah-muntah si Dev?" tanya Arvan heran.


"Bisa saja kamu nyidam simpatik seperti waktu Sarah hil Arvan dulu Van." jelas dokter Devan Yang mengingatkan Arvan dan Sarah saat itu.


*FLASBACK ON*


"Rico belikan aku mangga muda dan juz jambu."


Perintah Arvan.


"Masih pagi bos, dimana saya dapat mangga muda?" tanya Rico karena Karo supermarket pasti belum buka, tidak mungkin Rico ke pasar tradisional hanya untuk mencari mangga.


"Terserah saja dimana kamu bisa dapat." jawab Arvan dengan wajah kesal, karena perintah nya tidak segera lakukan.


"Saya minta OB saja ya bos?" Tanya Rico kembali dengan wajah ragu. Lalu Arvan mengibaskan tangannya tanda dia setuju, namun dia tetap fokus pada pekerjaannya .


"Ada-ada saja dih bos ini pagi-pagi sudah minta mangga muda, gak takut asam lambung apa?"Gerutu Rico sambil berjalan menuju ruangannya.


*tiiitt


"Pantri disini" ucap orang yang mengangkat gagang telpon.


"Siapa ini?" tanya Rico tegas.


"Abdi tolong Carikan saya mangga muda di pasar !" perintah Rico.


"Sekarang pak?"


"iya sekarang, kalau sudah dibersihkan dan dikupas, antar ke ruangan saya! Oya sekalian buatkan jus jambu." sambungnya.


"Baik pak segera." Jawab OB yang bernama Abdi.


tiitt


Panggilan pun berlalu, kini Rico kembali fokus pada pekerjaannya.


tiittt


"Mana mangga ku." mendengar suara dar sebrang Rico memutar bola matanya.

__ADS_1


"belum lima belas menit aku keluar dari ruangan mu bos, tunggu sebentar." Ucap Rico dengan mengumpat dalam hati. bisa-bisanya Arvan tidak sabaran hanya karena mangga muda.


"He... Jangan mengumpat kamu aku tau isi otakmu." balas Arvan dengan bersungut-sungut.


"Tidak aku tidak mengumpat,."elaknya dengan nyengir. "Sabar sebentar bos, kalau sudah datang langsung aku antar ke ruangan mu.". kali ini Rico mengelus dadanya sendiri.


"Ric, bisa kah kau suruh istri ku datang?"Pintanya.


"Kamu hubungi istri mu sendiri bos, kenapa harus aku."


"Kamu menolak permintaan ku?"


"Baik lah...." dengan kesal Rico menutup telponnya dan berganti mengambil handphone yang ada di sakunya.


tuutt


"Iya Ric?"


"Bu bos bisa kekantor?"


"Kenapa?"


Perintah pak bos?"


"Tumben tidak menghubungi ku sendiri."


"Lagu gabut si bosnya " jawab Rico.


"Ya sudah aku kesana, setelah bereskan toko."


tuuttt


Panggilan berakhir


"Kenapa pagi-pagi bos bikin ulah sih, jadi tidak fokus kerja." keluhnya dengan membuang napas kasar.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2