
"Alvin?" ucap Sarah dengan tatapan yang tak terbaca.
Tatapan mereka bertemu, Antara mengantuk karena obat bius atau hanya mimpi, itu yang ada di benak Sarah, lambat laun matanya semakin berat dan akhirnya dia pun tertidur.
"Apa ingatan Bu Sarah sudah kembali?" pikir Alvin. karena Bu Sarah tidak lagi memanggil nya Arvan. melainkan jelas memanggil namanya. Berdebar jantung Alvin antara bahagia dan sedih. dia bahagia karena ingatannya Sarah kembali, sedih jika benar kembali dia tidak akan bisa sedekat beberapa waktu terakhir dengan Sarah.
Setelah dokter Intani menyelesaikan jahitan pada perut Sarah, kini giliran paramedis membawanya ke ruang pemulihan. disini Alvin tidak lagi menemani Sarah. dia lebih memilih menemui Bu Fatma yang masih duduk sendiri di ruang tunggu.
"Ibu sudah lihat bayi Bu Sarah?" tanya Alvin pada Bu Fatma disana. dijawab anggukan oleh Bu Fatma saja.
"Ada diruang bayi, tolong kamu yang adzanin ya nak Alvin." pinta Bu Fatma saat Alvin sudah berada di dekatnya, dan di iyakan oleh Alvin kemudian dia menuju keruang perawatan bayi di ikuti oleh Bu Fatma.
"Bayi ibu Sarah Amalia yang mana sus?" tanya Alvin pada perawat.
"Oh yang ini pak, putri ya pak?" tanya perawat setelah memberitahukan ke keberadaan bayi mungil itu dan jenis kelaminnya.
"Benar," lalu Alvin mengambil bayi mungil yang masih merah itu. "Saya adzanin ya bu?" tanya Alvin dan Bu Fatma hanya mengangguk.
Bismillahirrahmanirrahim, ALLAHUAKBAR ALLAAAHHHUAKBAR.......
Bu Fatma meneteskan air mata , sedih mengingat menantunya yang telah tiada saat putrinya melahirkan. Alvin pun sama, entah rasa apa yang mengalir di dadanya, dia mengazani anak Sarah wanita yang dia cintai selama enam tahun. walau banyak wanita yang ia kencani tapi tetap tidak bisa menggantikan sosok Sarah.
"Dia putri ku Bu, dia putri ku." Ucap Alvin dengan tergugu saat setelah selesai mengumandangkan adzan . Alvin memandang Bu Fatma dengan mata sembab. Bu Fatma hanya mengelus punggung Alvin, karena dia tau bagaimana Alvin berkorban untuk Sarah beberapa bulan terakhir. Dia betul-betul menjaga putrinya setelah suaminya meninggal. Kini Alvin memeluk bayi itu. "Ijin kan aku menjadi ayahmu yang sesungguhnya sayang." Ujar Alvin lirih dengan meneteskan air mata dan memeluk bayi mungil itu.
"Sudah Bu." Ujar Alvin lalu mengembalikan sang bayi kepada perawat. Setelah menyerahkan bayi itu Alvin langsung keluar dan duduk di ruang tunggu sambil menyeka air matanya.
"Kenapa nak Alvin?" tanya Bu Fatma dengan hati-hati.
"Bu Sarah.." ucapnya tanpa mampu melanjutkan kalimatnya. Bu Fatma lagi-lagi hanya menepuk pundaknya tanpa berkata apapun. "Bu bagaimana jika ingatan Bu Sarah kembali?" tanya Alvin ragu, dengan memandang Bu Fatma.
"Bukankah itu yang kita inginkan?" jawab Bu Fatma.
"Apa Bu Sarah akan membenci saya seperti dulu Bu?" tanya Alvin ragu, karena dia merasa Sarah sangat tidak menyukai nya.
__ADS_1
"Kenapa dia harus membenci mu ?" tanya Bu Fatma heran.
"Bu Sarah tidak pernah menyukai saya." Alvin menduk lesu.
"Sepertinya kamu salah mengartikan sikap Sarah selama ini nak Alvin." jawab Bu Fatma mencoba menenangkan pemuda itu
"Maksud ibu?" Alvin mencoba mencerna kalimat barusan.
"Sarah tidak pernah membenci seseorang, sekalipun mereka pernah menyakiti nya, dia bersikap seperti itu padamu hanya untuk menguatkan hatinya dan juga keluarga kecilnya, percayalah dia tidak pernah membencimu." jelas Bu Fatma. "Tapi kalau urusan hati ibu tidak tau menahu nak Alvin." tambahnya lagi agar Alvin tidak salah paham dengan ucapannya.
"Iya Bu, hanya saya yang begitu menyukai Bu Sarah, saya sadar itu dan itu salah."
"Apa kamu masih mencintai nya?" Pertanyaan itu sontak membuat Alvin menatap penuh harap kepada Bu Fatma. "kalau masih, coba perjuangkan sekali lagi."
"Apa ibu akan merestui jika Bu Sarah mau menerima Bu?"Bu Fatma hanya mengangguk.
"Benar Bu?tanya Alvin seolah tak percaya.
"Keputusan ada padanya,. ibu hanya mengikuti kata hati anak-anak ibu nak Alvin, tapi jangan kecewa jika jawaban Sarah tidak sesuai dengan keinginan nak Alvin nantinya." Alvin mengangguk mantap.
"Simpan saja janjimu untuk Sarah, bukan untuk ibu ." Bu Fatma mencoba bercanda.
"Ada apa ini?" mami shinta dan Arsa muncul dengan membawa perlengkapan Sarah. Alvin langsung berdiri saat mereka mendekat.
"Om Alvin nangis ya? habis di marah sama nenek ya?" tuduh Arsa yang melihat mata Alvin masih sembab.
"Masak cowok nangis." ujar Alvin mencoba menutupi dengan tersenyum ceria walau dengan pipi yang basah.
"habis mata om Alvin merah." jawabnya lagi. "Mommy mana om?"
"Masih di ruang pemulihan, kata dokter tidak akan lama, Sabar ya..." ujar Alvin sambil mengacak rambut ." Mau lihat adek mu yang cantik?" tanya Alvin.
"Mau om." jawab Arsa sambil mengangguk. dan Alvin pun bergegas mengantar Arsa melihat adiknya yang baru lahir. Setelah kepergian Alvin dan Arsa mami shinta duduk disamping Bu Fatma.
__ADS_1
"Kenapa bu?" tanya mami to the point.
"Kenapa apanya to jeng?" jawab Bu Fatma agak bingung dengan pertanyaan tiba-tiba mami Shinta.
"Alvin tadi duduk di bawah."
"Hanya curhat saja."
"Dia bilang apa to? Soal mantuku lagi?" Bu Fatma hanya tersenyum, karena begitu proteknya besannya itu pada anaknya.
"Sesuai keinginan mantu saya Bu, " jawab Bu Fatma mengelak.
"Jadi Bu Fatma merestui?" tanyanya kembali.
"Kalau Sarah mau, kita mau berbuat apa Bu? kita sebagai orang tua hanya ingin melihat anak-anak Bahagia to Bu?"
"Kalau Sarah menikah lagi, apa dia masih ingat Arvan?" ujar mami shinta sedih.
"Bagaimana dia bisa lupa Bu, ada Arsa dan bayi kecil itu yang akan selalu mengingat kan Sarah siapa Daddy mereka."
"Bu Fatma benar, jika ada yang mampu menjaga Sarah dan cucu-cucu ku, seperti Arvan, harusnya kita bahagiakan Bu?" ujar mami shinta yang mulai terisak. merekapun saling berpelukan dan menguatkan , kehilangan anak, mantu dan suami juga ayah bagi cucu-cucunya.
"Kita doakan saja, agar anak cucu kita kelak akan berbahagia." ucap Bu Fatma membesarkan hati mami shinta. dan hanya di jawab anggukan olehnya.
Alvin dari kejauhan tersenyum melihat hal itu, berarti ada kemungkinan besar niat baiknya di Restui oleh ibu mertua Sarah dan ibu Fatma.
.
.
BERSAMBUNG.
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰
__ADS_1
jangan lupa juga baca novel baru author ya ..
*AYAH UNTUK TARA*